Wilayah Formal dan Contohnya


Wilayah formal dalam istilah asing disebut juga wilayah uniform (uniform region), yaitu suatu wilayah di permukaan bumi yang dibentuk oleh adanya kesamaan kenampakan (homogenitas). Beberapa kesamaan kenampakan tersebut misalnya dalam hal fisik muka bumi yang membentuk pola umum :

  1. kesamaan iklim misalnya wilayah beriklim tropis, subtropis, beriklim sedang dan beriklim dingin
  2. kesamaan vegetasi, misalnya wilayah hutan gugur, hutan konifer, hutan sabana
  3. kesamaan jenis tanah, misalnya wilayah subur, wilayah gersang
  4. kesamaan bentuk lahan, misalnya wilayah pegunungan, perbukitan, dataran
  5. kesamaan penggunaan lahan, misalnya wilayah pertanian, permukiman, perkebunan

Wilayah formal lebih bersifat statis, artinya memiliki kecenderungan tetap atau tidak berubah misalnya;

  1. Wilayah lembah sungai yang memiliki ciri-ciri adanya kesamaan daerah
    alirannya. Wilayah ini akan cenderung statis karena adanya aliran sungai yang melewatinya
  2. Di kota besar terdapat wilayah yang menjadi CBD (Central Bussiness District), ada wilayah permukiman,wilayah pinggiran kota. Wilayah-wilayah ini juga cenderung statis dan masing-masing memiliki ciri-ciri yang berbeda.

Beberapa wilayah formal ada memiliki batas yang jelas misalnya, aliran sungai, jalan, igir (puncak punggungan), gawir, selat, dan laut. Ada juga wilayah yang batasnya samar atau tidak jelas misalnya batas wilayah pedesaan, batas wilayah hutan hujan tropis, dan batas wilayah konservasi.

Dalam wilayah formal terdapat istilah bagian inti wilayah (core region). Apa yang dimaksud dengan wilayah inti ini?

  1. Wilayah inti adalah bagian dari suatu wilayah yang memiliki derajat deferensiasi paling besar, dibandingkan dengan wilayah lain dan umumnya terletak di bagian tengah.
  2. Wilayah inti merupakan wilayah yang pertama kali berkembang dan menjadi pusat pertumbuhan apabila kondisi fisik di sekitarnya memungkinkan.
  3. Makin jauh letak suatu wilayah dari wilayah inti, maka makin lemah pengaruh wilayah inti dan menjadikan wilayah tersebut sebagai zona transisi yang mendapat pengaruh dari wilayah inti yang lain.
  4. Batas wilayah inti mempunyai perbedaan paling kecil dengan wilayah tetangganya.
  5. Wilayah inti (core region) bukan merupakan pusat yang dapat menimbulkan interaksi di dalamnya menjadi dinamis. Tetapi, hanya merupakan jantung wilayah (heartland area) yang pertama kali mengalami perkembangan.


Wilayah formal merupakan wilayah yang didasarkan pada gejala atau objek yang ada di tempat tersebut yang didasarkan pada :

  1. Kondisi fisik permukaan bumi seperti kemiringan lereng, penggunaan lahan, flora, fauna, curah hujan, gempa atau yang lainnya.
  2. Kondisi sosial kemasyarakatan seperti pendidikan, tingkat ekonomi, mata pencaharian, dan tingkat pendapatan.
  3. Secara spesifik bisa juga berdasarkan ciri khas budaya (adat istiadat) seperti wilayah suku terasing, wilayah perkotaan dan wilayah pedesaan.
  4. Kondisi administrasi pemerintahan. Misalnya: wilayah negara, wilayah provinsi, wilayah kabupaten, wilayah kecamatan, wilayah desa/kelurahan, wilayah kampung/rukun warga (RW), atau wilayah rukun tetangga (RT).