Wilayah fungsional disebut juga wilayah nodal adalah wilayah yang dicirikan oleh adanya kegiatan yang saling berhubungan antara beberapa pusat kegiatan secara fungsional. Hubungan antarpusat kegiatan pada umumnya dicirikan dengan adanya arus transportasi dan komunikasi yang pada akhirnya menunjang pertumbuhan dan perkembangan dari setiap wilayah tersebut. Wilayah fungsional bersifat dinamis, ditandai oleh adanya gerakan dari dan ke pusat. Pusat dari suatu wilayah fungsional disebut node. Batas wilayah fungsional dapat diidentifikasi dari sejauhmana node dapat menarik daerah sekitarnya sehingga tercipta interaksi maksimal.
Secara umum kota merupakan wilayah fungsional yang berperan dalam memenuhi kebutuhan penduduk pedesaan di sekitarnya. Desa merupakan wilayah fungsional yang berperan dalam menyokong pemenuhan kebutuhan hidup penduduk kota. Dengan demikian, antara kota dan desa walaupun secara fisik berbeda namun secara fungsional selalu saling berhubungan.
Contoh wilayah nodal :
A. Pada masyarakat tradisional atau praindustri.
- Di wilayah masyarakat ini pusat perkampungan penduduk dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri.
- Lahan pedesaan dapat menyediakan berbagai kebutuhan penduduk seperti makanan, bahan bakar dan pakaian sederhana.
- Perkampungan merupakan pusat tempat dibuatnya berbagai keputusan yang menyangkut kehidupan warga kampung.
- Perkampungan merupakan pusat pergerakan manusia atau penduduk kampung dan hewan sebagai alat bantu pembajakan lahan pertaniannya ke lahan pertanian setiap pagi dan pulang pada siang atau sore harinya
B. Pada masyarakat yang lebih maju, jumlah penduduk lebih banyak dan menyebar.
- Lokasi pasar, sekolah, pusat kesehatan umumnya terkonsentrasi dalam satu tempat tertentu. Tempat tertentu tersebut merupakan wilayah nodalnya.
- Para petani menjual hasil panennya di pasar, anak-anak ke sekolah, ibuibu berbelanja ke wilayah pusat perbelanjaan, para karyawan pabrik pergi setiap hari kerja ke wilayah pusat industri.
C. Pada skala besar, contoh wilayah nodal adalah ibukota dan kota-kota besar.
- Wilayah-wilayah tersebut merupakan pusat interaksi antara daerah yang satu dan daerah yang lain karena terdapat aktivitas yang terorganisasidan dinamis.
- Adanya daerah hinterland di luar daerah intinya, merupakan ciri wilayah nodal. Karena, pada daerah hinterland umumnya terjadi pergerakan arus barang maupun manusia untuk menuju ke arah pusatnya atau kota.
- Wilayah nodal merupakan sebuah sistem atau region organik, karena di dalam wilayah ini terdapat hubungan yang hidup antara daerah satu dengan daerah yang lain.
Jabodetabek Sebagai Wilayah Fungsional
Pada awal perkembangannya, Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang, dan Bekasi merupakan kota-kota yang terpisah dan tidak saling memengaruhi. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan Kota Jakarta, kota di sekitarnya seperti Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor menjadi wilayah penyangga bagi pertumbuhan dan perkembangan Kota Jakarta. Dalam pengertian lain Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor merupakan suatu wilayah fungsional bagi pertumbuhan dan perkembangan Jakarta. Demikian pula dengan Jakarta merupakan wilayah fungsional bagi pertumbuhan dan perkembangan wilayah-wilayah di sekitarnya termasuk Bogor, Depok,Tangerang, dan Bekasi.
Komponen Utama Wilayah Nodal
Wilayah fungsional terdiri atas beberapa pusat wilayah yang berbeda fungsinya. Contoh yang sangat jelas dari suatu nodal region adalah kawasan perkotaan. Dilihat dari konsep nodal region, wilayah perkotaan terdiri atas tiga komponen utama, yaitu sebagai berikut.
- Nodus atau inti yang merupakan pusat kota (city).
- Internal area (hinterland) yaitu wilayah sekitar kota yang fungsinya memasok kebutuhan harian kota tersebut.
- Eksternal area yang merupakan jalur penghubung antara kota wilayah pemasok kebutuhan kota tersebut. Wilayah yang termasuk dalam suatu nodal region sering kali dihubungkan dengan garis-garis konsentrik (lingkaran).
Empat unsur penting yang tedapat di wilayah nodal:
- adanya arus barang, ide/gagasan dan manusia;
- adanya node/pusat yang menjadi pusat pertemuan arus tersebut secara terorganisir;
- adanya wilayah yang makin meluas;
- adanya jaring-jaring rute tempat berlangsungnya tukar menukar.

