Wilayah Vernakular dan Contohnya


Wilayah secara umum dibagi menjadi 3 yaitu wilayah formal, wilayah fungsional dan wilayah vernakular. Wilayah formal telah dibahas pada postingan sebelumnya dan pada postingan ini akan dikaji tentang wilayah khas yang lain yaitu Wilayah Vernakular. Apakah wilayah vernakular itu?

Wilayah vernakular disebut juga wilayah perseptual, adalah wilayah geografis yang dikenal oleh masyarakat karena ada beberapa faktor yang membentuknya misalnya didasarkan pada persepsi banyak orang (di pikiran orang banyak), didasarkan pada identitas budaya, karakteristik unik, faktor sejarah atau julukan populer.

Beberapa wilayah vernakular di Indonesia

1. Yogyakarta – Kota Pelajar

Yogyakarta disebut Kota Pelajar karena memiliki sejarah panjang sebagai pusat pendidikan, didukung oleh banyaknya institusi pendidikan ternama (UGM, UNY, dll.), biaya hidup relatif terjangkau, serta peran historis Keraton dan tokoh pendidikan seperti Ki Hajar Dewantara yang memicu perkembangan sekolah-sekolah sejak era kolonial, menjadikannya magnet bagi pelajar dari seluruh Indonesia untuk menimba ilmu.

2. Surabaya – Kota Pahlawan

Surabaya disebut Kota Pahlawan karena pertempuran dahsyat 10 November 1945, di mana rakyat Surabaya (Arek-arek Suroboyo) menunjukkan keberanian luar biasa melawan pasukan Sekutu demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa heroik ini, yang ditandai dengan perobekan bendera Belanda di Hotel Majapahit, diabadikan sebagai Hari Pahlawan.

3. Palembang – Kota Pempek

Palembang disebut sebagai Kota Pempek karena makanan berbahan dasar ikan dan sagu ini merupakan kuliner khas yang mendominasi kehidupan sehari-hari serta perekonomian warga. Hampir di setiap sudut kota, penjual pempek mudah ditemukan, menjadikannya ikon kuliner yang wajib dicoba dan oleh-oleh khas.

4. Bogor – Kota Hujan

Bogor disebut Kota Hujan karena letak geografisnya yang dikelilingi pegunungan (Gunung Salak, Gede, Pangrango) serta pertemuan angin lembab dari Samudra Hindia, menciptakan kondisi ideal untuk hujan orografis yang sering dan intens sepanjang tahun, menjadikannya salah satu kota dengan curah hujan tertinggi di Indonesia.

5. Bandung – Kota Kembang

Bandung dijuluki Kota Kembang karena keindahan alamnya yang asri dengan banyak bunga dan pohon, serta karena adanya “kembang-kembang” (gadis-gadis cantik) pada masa kolonial Belanda yang menghibur tamu kongres, yang kemudian melahirkan istilah Belanda “De Bloem der Indische Bergsteden” (bunganya kota pegunungan di Hindia Belanda).

6. Banda Aceh – Serambi Mekkah

Banda Aceh dijuluki Serambi Mekkah (Seuramo Mekkah) terutama karena perannya yang historis sebagai pusat penyebaran Islam dan tempat persinggahan jamaah haji dari seluruh Nusantara yang hendak ke Tanah Suci pada masa lalu. Julukan ini juga mencerminkan kentalnya penerapan syariat Islam dan budaya Islami dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh.

-=-=-=-=-

Beberapa wilayah vernakular di Dunia

1.New York USA – The Big Apple

New York disebut The Big Apple karena julukan ini berasal dari dunia pacuan kuda tahun 1920-an, di mana hadiah besar di trek New York disebut “apel besar” (big apple). Penulis olahraga John J. Fitz Gerald mempopulerkannya di kolomnya, dan kemudian musisi jazz mengadopsinya, sebelum akhirnya menjadi slogan pariwisata untuk mempromosikan kota sebagai tujuan utama yang menjanjikan kesuksesan dan peluang besar.

2. Paris Prancis – The City Of Love

Paris disebut Kota Cinta karena perpaduan keindahan arsitektur dan landmark ikonik seperti Menara Eiffel dan Sungai Seine, bahasa Prancis yang dianggap romantis, kaya akan seni dan puisi, serta budaya yang merayakan ekspresi cinta melalui restoran, kafe, dan tradisi seperti gembok cinta di jembatan. Reputasinya juga diperkuat oleh penggambaran romantis di banyak film dan serial, serta gairah penduduknya dalam mengekspresikan kasih sayang.

3. Silicon Valley USA – Kota Inovasi dan Teknologi

Silicon Valley disebut pusat inovasi teknologi dunia karena merupakan rumah bagi ribuan raksasa teknologi (Apple, Google, Meta, Tesla) dan startup yang didukung ekosistem unik. Kawasan di California Selatan ini memiliki konsentrasi tinggi talenta terbaik, modal ventura melimpah, serta budaya kolaborasi yang mendorong inovasi pesat di bidang AI, semikonduktor, dan perangkat lunak.

4. Harlem, Manhattan USA – Kota Pusat Sejarah dan Budaya Afro-Amerika

Harlem di Manhattan disebut pusat sejarah dan budaya Afrika-Amerika karena menjadi pusat konsentrasi penduduk kulit hitam terbesar pada awal abad ke-20 akibat “Migrasi Besar” (Great Migration). Wilayah ini tumbuh menjadi pusat kreativitas seni, musik (Jazz), dan sastra melalui gerakan Harlem Renaissance pada 1920-an, serta simbol perjuangan hak sipil.

5. Kyoto, Jepang – Kota Seribu Kuil dan Kota Budaya

Kyoto dianggap sebagai wilayah vernakular karena melestarikan arsitektur tradisional, budaya, dan tata kota historis yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal selama lebih dari 1.000 tahun. Hal ini didukung oleh pelestarian bangunan tua, kuil, serta pemandangan lanskap kota yang khas

6. Santorini, Italia – Kota Putih di Lautan Biru

Santorini merupakan wilayah vernakular karena arsitekturnya yang khasβ€”rumah gua putih (yposkafa) dan bangunan berkubahβ€”dikembangkan oleh masyarakat lokal selama berabad-abad untuk beradaptasi dengan lingkungan keras, tebing terjal, dan iklim panas. Desainnya pragmatis, memanfaatkan bahan lokal (batu vulkanik) dan warna putih untuk memantulkan sinar matahari.

7. Yorkshire – Inggris

Wilayah dengan identitas budaya yang sangat kuat di Inggris Utara, sering dipersepsikan oleh penduduknya sebagai entitas tersendiri. Yorkshire, khususnya wilayah West Riding, sering dijuluki sebagai “Tyke” atau “Yorkie”. Istilah ini digunakan secara sehari-hari untuk mengidentifikasi penduduk lokal, dialek khas setempat, serta menggambarkan diri mereka sendiri dengan penuh kasih sayang

8. Timbuktu, Mali – Kota 333 Malaikat

Julukan ini merujuk pada banyaknya ulama, sufi, dan cendekiawan Islam yang dimakamkan di kota tersebut, menjadikannya kota suci yang sangat dihormati. Selain itu Timbuktu juga terkenal dengan bangunan berbahan dasar tanah liat (mud-brick) dan arsitektur Sudano-Sahelian, termasuk Masjid Djinguereber yang ikonik, yang merupakan contoh klasik pembangunan tradisional yang disesuaikan dengan iklim gurun.

9. Mekkah, Arab Saudi – Kota yang Mulia (Makkah Al Mukarammah)

Mekkah dianggap sebagai wilayah vernakular (perseptual) karena keberadaannya tertanam kuat dalam pikiran, budaya, dan persepsi kolektif umat Islam di seluruh dunia sebagai pusat suci, bukan hanya karena batasan administratifnya. Identitas ini muncul dari kesadaran bersama akan nilai spiritual dan historisnya. Mekkah dipahami dan dirasakan oleh masyarakat Muslim global sebagai “Kota Suci” atau pusat ziarah, terlepas dari di mana mereka berada. Mekkah identik dengan pusat ibadah haji dan sejarah Islam, yang tertanam dalam persepsi mental (mental map) umat Islam.

Itulah beberapa wilayah-wilayah vernakular yang ada di Indonesia dan Dunia. Tentu masih banyak wilayah perseptual yang bisa kalian temukan. Selamat mencari.