Apa itu geopolitik?
Geo = bumi, politik = kekuasaan. Geopolitik adalah studi tentang lokasi, luas, dan sumber daya alam suatu negara dari sudut pandang strategi dan politik internasional.
1. Letak Indonesia yang Strategis
Secara astronomis, Indonesia berada di antara 6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT.
Secara geografis, Indonesia diapit dua benua (Asia dan Australia) serta dua samudra (Pasifik dan Hindia). Posisi ini sangat strategis karena Indonesia berada di persimpangan lalu lintas dunia, sehingga memudahkan akses ekonomi dan kerja sama dengan negara-negara di utara maupun selatan khatulistiwa.
Selain itu, iklim tropis Indonesia menghasilkan dua musim (hujan dan kemarau) serta keberagaman iklim mikro, seperti hutan hujan tropis hingga iklim kering. Ini mendukung keanekaragaman hayati yang besar, misalnya 25.000 spesies tumbuhan dan 400.000 spesies hewan & ikan.
2. Wilayah yang Luas
Luas daratan Indonesia: 1.922.570 km² (peringkat 15 dunia)
Luas perairan: 3.257.483 km²
Total: 5.180.053 km²
Daratan Indonesia beragam: dataran rendah, tinggi, pegunungan, hingga gunung api aktif. Berbagai jenis tanah (aluvial, andosol, podsolik dll.) memberikan potensi tanaman yang bisa diperbarui.
Indonesia juga negara maritim dengan luas laut hampir 5,9 juta km² dan garis pantai 95.161 km (terpanjang kedua di dunia). Kekayaan laut melimpah: ikan, udang, mutiara, rumput laut, serta 19% hutan mangrove dunia dan 18% terumbu karang dunia.
Dengan luas wilayah dan 514 kabupaten/kota, Indonesia punya peluang besar menjalin kerja sama bilateral maupun multilateral.
3. Sumber Daya Alam yang Melimpah
Indonesia kaya akan sumber daya alam darat dan laut yang strategis, seperti batu bara (dibutuhkan Korea Selatan), gas alam (Jepang), bauksit (Tiongkok untuk baterai), serta benih udang, rumput laut, dan ikan tertentu untuk negara lain.

