Kerja sama internasional tidak hanya terjadi dalam satu bentuk saja. Ada kerja sama yang bersifat global, ada pula yang hanya melibatkan negara-negara dalam kawasan tertentu. Ada yang fokus di bidang ekonomi, perdagangan, moneter, bahkan pertahanan dan keamanan.
Masing-masing bentuk kerja sama ini lahir dari latar belakang sejarah yang berbeda, memiliki tujuan yang khas, serta diikuti oleh negara-negara anggota tertentu. Beberapa contoh bentuk kerjasama internasional adalah sebagai berikut:
1. World Trade Organization (WTO)
Aspek
Penjelasan
Sejarah
WTO didirikan pada 1 Januari 1995, menggantikan General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) yang sudah ada sejak 1947.
Tujuan
Mengatur aturan perdagangan antarnegara di tingkat global agar arus perdagangan berjalan lancar, bebas, adil, dan dapat diprediksi, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat dunia.
Anggota
Saat ini memiliki 166 anggota (per 2025).
2. International Monetary Fund (IMF)
Aspek
Penjelasan
Sejarah
IMF dibentuk pada Juli 1944 melalui Konferensi Bretton Woods di New Hampshire, AS. Gagasannya muncul untuk membangun kerja sama ekonomi global pasca-Perang Dunia II.
Tujuan
Menjaga stabilitas sistem moneter internasional (nilai tukar dan sistem pembayaran global), memfasilitasi perdagangan internasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mengurangi kemiskinan.
Anggota
Hampir seluruh negara di dunia, saat ini berjumlah 189 anggota.
3. South East Asia Treaty Organization (SEATO)
Aspek
Penjelasan
Sejarah
SEATO dibentuk melalui penandatanganan Pakta Pertahanan Kolektif Asia Tenggara di Manila pada 8 September 1954 dan resmi berdiri 19 Februari 1955. Organisasi ini dibubarkan pada 30 Juni 1977 karena dianggap gagal.
Tujuan
Menghalangi meluasnya pengaruh komunis di Asia Tenggara pada masa Perang Dingin.
Anggota
Terdiri dari 8 negara: Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Australia, Selandia Baru, Filipina, Thailand, dan Pakistan. (Namun hanya Thailand dan Filipina yang berasal dari Asia Tenggara).
4. Australia, New Zealand, United States (ANZUS)
Aspek
Penjelasan
Sejarah
Perjanjian ANZUS ditandatangani di San Francisco pada 1 September 1951 dan mulai berlaku 29 April 1952. Dibentuk sebagai pakta keamanan kolektif di kawasan Pasifik.
Tujuan
Menghadapi ancaman kebangkitan Jepang dan meluasnya pengaruh komunis di kawasan Pasifik pasca-Perang Dunia II.
Anggota
Tiga negara: Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. (Catatan: Hubungan AS-Selandia Baru sempat terputus karena kebijakan bebas nuklir Selandia Baru).
5. North Atlantic Treaty Organization (NATO)
Aspek
Penjelasan
Sejarah
NATO didirikan dengan penandatanganan Traktat Atlantik Utara di Washington D.C. pada 4 April 1949.
Tujuan
Tiga tujuan utama: (1) menghalangi ekspansi Uni Soviet, (2) mencegah kebangkitan militerisme nasionalis di Eropa, dan (3) mendorong integrasi politik Eropa.
Anggota
Awalnya 12 negara (AS, Kanada, dan 10 negara Eropa Barat). Sekarang berkembang menjadi 32 negara anggota.
6. PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
Aspek
Penjelasan
Sejarah
Gagasan PBB pertama kali dicetuskan 1 Januari 1942 melalui Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Piagam PBB disahkan 26 Juni 1945 dan berlaku resmi 24 Oktober 1945 (diperingati sebagai Hari PBB).
Tujuan
Empat tujuan utama: (1) memelihara perdamaian dan keamanan internasional, (2) mengembangkan hubungan persahabatan antar bangsa, (3) mencapai kerja sama internasional dalam memecahkan masalah global, dan (4) menjadi pusat koordinasi tindakan negara-negara anggota.
Anggota
Hampir semua negara di dunia, saat ini berjumlah 193 negara anggota.
7. Asia Pacific Economic Cooperation (APEC)
Aspek
Penjelasan
Sejarah
APEC diluncurkan pada tahun 1989 atas prakarsa Perdana Menteri Australia Bob Hawke.
Tujuan
Mempromosikan perdagangan bebas, integrasi ekonomi kawasan, dan pertumbuhan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik, serta menjembatani negara maju dan berkembang di kawasan tersebut.
Anggota
Terdiri dari 21 ekonomi anggota (bukan negara berdaulat semuanya, misalnya Hongkong dan Chinese Taipei ikut serta). Anggota mencakup Australia, AS, Jepang, China, Indonesia, dan lainnya.