Seperti sudah dibahas sebelumnya, pembangunan adalah proses yang rumit dan dinamis. Dalam skala nasional, pembangunan menyangkut banyak aspek yang saling terkait: ekonomi, sosial, politik, pertahanan, dan keamanan. Agar berhasil, pembangunan harus memperhatikan pertumbuhan ekonomi, kondisi sosial yang stabil, serta keamanan yang terjamin. Dalam skala kecil (misalnya di lingkungan desa atau kelurahan), kita juga harus mempertimbangkan kondisi masyarakat setempat, ketersediaan bahan bangunan, tenaga kerja, dan sebagainya. Karena kerumitannya, kita memerlukan cara pandang atau pendekatan yang tepat.
Apa Itu Pembangunan Berwawasan Lingkungan?
Pendekatan pembangunan berwawasan lingkungan (bisa juga disebut environmental based development) sebenarnya sudah tidak asing lagi. Intinya, pendekatan ini sangat memperhatikan kondisi alam dan berusaha menjaganya agar tetap lestari.
Pembangunan mengandung dua konsep penting:
- Gagasan kebutuhan – terutama kebutuhan pokok manusia untuk bertahan hidup, dengan prioritas pada masyarakat miskin.
- Gagasan keterbatasan – yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan, baik untuk masa kini maupun masa depan.
Pembangunan berwawasan lingkungan memerlukan keterpaduan dan koordinasi yang matang antara pemanfaatan sumber daya manusia, sumber daya buatan (teknologi, infrastruktur), dan sumber daya alam yang menopangnya. Hal terpenting dalam pelaksanaan pembangunan adalah lingkungan itu sendiri sebagai penopang pembangunan.
Definisi sederhananya: Pembangunan berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan terencana untuk memanfaatkan serta mengelola sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan, demi meningkatkan kualitas hidup.
Hal ini selaras dengan UU Nomor 23 Tahun 1997 Pasal 1 ayat (3) yang menyatakan bahwa pembangunan berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan terencana menggunakan serta mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang berkesinambungan, untuk meningkatkan mutu hidup generasi masa kini dan masa depan. Artinya, selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kita juga harus memperhatikan faktor lingkungan hidup.
1. Latar Belakang Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi selama revolusi industri memang membawa kesejahteraan bagi manusia. Namun, hasil itu harus dibayar mahal dengan dampak buruk yang mengganggu kelestarian lingkungan. Pertumbuhan industri terbukti menyebabkan pencemaran limbah dan erosi pada tanah pertanian, yang berujung pada penggaraman atau penggurunan lahan produktif.
Dampak positif industri:
- Menyediakan lapangan kerja
- Mengurangi kemiskinan dan pengangguran
- Meningkatkan pendapatan negara
Dampak negatif industri terhadap lingkungan:
- Pencemaran air
- Pencemaran udara
- Pencemaran tanah (akibat limbah anorganik dan zat kimia dari sisa produksi yang dibuang sembarangan)
Mengapa istilah pembangunan berwawasan lingkungan muncul? Karena aktivitas pembangunan manusia (industri, pertambangan, transportasi, pertanian) sering kali merusak alam. Agar alam sebagai penopang kehidupan tetap terjaga, kita perlu menyeimbangkan antara pemanfaatan sumber daya dan pelestarian lingkungan. Kebijakan yang tepat adalah pembangunan berwawasan lingkungan, di mana pendayagunaan sumber daya alam tetap mempertahankan aspek pemeliharaan dan pelestarian. Harapannya, tercipta pembangunan berkelanjutan yang mengoptimalkan sumber daya alam dan manusia secara seimbang.
2. Tujuan Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Pembangunan berwawasan lingkungan bertujuan untuk membangun tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem, serta memperhatikan perlindungan dan pengembangannya. Mengelola lingkungan hidup harus didasarkan pada pelestarian dan kemampuan lingkungan yang serasi dan seimbang, agar pembangunan berjalan berkesinambungan dengan peningkatan kesejahteraan manusia.
Inti tujuannya: Masyarakat yang memanfaatkan sumber daya alam tidak boleh merusak lingkungan. Sumber daya alam adalah penopang kehidupan manusia, kelestariannya perlu dijaga agar kebutuhan dapat terus terpenuhi secara berkelanjutan.
Secara rinci, tujuan pembangunan berwawasan lingkungan meliputi:
| Tujuan | Penjelasan Sederhana |
|---|---|
| a. Penggunaan sumber daya efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan | Sumber daya alam digunakan secara hemat, tepat sasaran, adil, dan tidak habis dalam sekali pakai. |
| b. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat | Masyarakat dilibatkan secara aktif. |
| c. Menjamin keterkaitan dan konsistensi | Antara perencanaan, anggaran, pelaksanaan, dan pengawasan harus nyambung. |
| d. Keselarasan, keserasian, dan keseimbangan manusia dengan lingkungan | Manusia dan alam hidup rukun dan seimbang. |
| e. Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup | Manusia yang bersikap dan bertindak melindungi lingkungan. |
| f. Menjamin kepentingan generasi sekarang dan masa depan | Pembangunan hari ini tidak merugikan anak cucu kita. |
| g. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana | Sumber daya alam tidak dieksploitasi berlebihan. |
| h. Melindungi wilayah Indonesia dari dampak negatif pembangunan | Mencegah pencemaran tanah, air, dan udara. |
3. Dampak (Manfaat) Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Jika pembangunan dilakukan dengan pemanfaatan dan pengelolaan yang baik, hasilnya pun akan baik. Kehidupan akan memiliki mutu yang lebih baik, baik dari aspek lingkungan, alam, maupun manusianya. Tujuan utamanya adalah memenuhi kebutuhan hidup manusia tanpa mengganggu kelestarian alam.
Berikut beberapa manfaatnya:
| Manfaat | Contoh |
|---|---|
| a. Mencegah kerusakan besar | Mengelola sumber daya alam agar jumlahnya cukup, kualitas lingkungan baik, dan bertahan lama. |
| b. Memulihkan sumber daya alam (udara, air, tanah) | Menggunakan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah. |
| c. Meningkatkan kualitas lingkungan | Lingkungan yang baik akan menunjang kualitas hidup manusia. |
| d. Memberikan pola pemanfaatan sumber daya alternatif di masa depan | Contoh: kendaraan listrik bebas emisi. |
| e. Memaksimalkan pembangunan berkelanjutan | Menumbuhkan solidaritas antargenerasi; kesejahteraan dari sumber daya alam saat ini bisa diwariskan untuk generasi mendatang. |
4. Implementasi (Penerapan) Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Pembangunan berwawasan lingkungan memberi keseimbangan perhatian, tidak hanya pada lingkungan fisik, tetapi juga pada aspek perekonomian dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, implementasinya harus menghasilkan:
- Kemakmuran rakyat
- Kelestarian fungsi lingkungan
- Keseimbangan lingkungan hidup
Bentuk implementasi yang bisa dilakukan:
- Reboisasi (penanaman kembali hutan yang gundul)
- Menanam pohon di lingkungan sekitar
- Membiasakan gerakan bersih lingkungan
Catatan sejarah: Pada masa Orde Baru, pembangunan berwawasan lingkungan merupakan kebijakan pemerintah yang digaungkan kepada seluruh masyarakat. Dalam prosesnya, pendekatan ini harus mampu menyesuaikan tiga komponen agar berfungsi secara berkesinambungan:
- Sumber daya alam
- Sumber daya manusia
- Teknologi
Contoh implementasi nyata: Summarecon Bekasi, Jawa Barat
Summarecon Bekasi dikenal sebagai salah satu kawasan hunian dan komersial terbaik di Bekasi. Selain menggunakan teknologi, kawasan ini mengedepankan kualitas hidup warganya dengan memenuhi kebutuhan udara yang baik.
Fakta menarik:
- Menanam 8.793 pohon untuk 1.680 unit hunian landed (rumah tapak) yang terbangun.
- Secara keseluruhan, Summarecon telah menanam 8.885 pohon.
- Jumlah pohon tersebut mampu memenuhi kebutuhan oksigen lebih dari 16.000 jiwa.
- Saat ini, manfaatnya dinikmati oleh hampir 11.000 warga yang menempati Summarecon Bekasi.
- Keberadaan taman di sekitar juga memberikan keasrian dan kesejukan, sehingga kualitas hidup penghuni terjamin.

