Pernahkah kalian membayangkan bagaimana kehidupan manusia berubah dari zaman berburu di hutan hingga zaman di mana robot bisa membantu membersihkan rumah? Perjalanan panjang peradaban manusia telah melewati lima tahap besar, dari Society 1.0 hingga Society 5.0. Setiap tahap membawa cara hidup, teknologi, dan tantangan yang berbeda.
Society atau masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk suatu sistem, baik yang semi tertutup maupun semi terbuka. Sebagian besar interaksi dalam masyarakat terjadi antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Perkembangan masyarakat yang cukup pesat bisa kita lihat dengan membandingkan kehidupan masyarakat pada zaman dahulu dengan zaman sekarang.
Society 1.0: Masyarakat Berburu (Hunting Society)
Ciri utama: Masyarakat pada tahap ini masih sangat bergantung pada alam. Kegiatan utama mereka adalah berburu dan mengumpulkan makanan langsung dari alam.
Kemajuan yang dicapai:
- Manusia mulai membentuk kelompok menjadi masyarakat.
- Manusia membuat berbagai peralatan sederhana.
- Manusia mulai menggunakan kekuatan alam, seperti api untuk memasak dan melindungi diri.
Persaingan: Pada tahap ini, persaingan antar manusia masih mengandalkan kekuatan otot (tenaga fisik) manusia itu sendiri.
Society 2.0: Masyarakat Agraris (Agrarian Society)
Ciri utama: Masa ini disebut sebagai era pertanian atau revolusi agrikultur. Ciri khasnya adalah manusia sudah mulai melakukan kegiatan bertani dan membangun sistem irigasi (pengairan).
Kemajuan yang dicapai:
- Manusia mulai menetap di suatu tempat, tidak lagi berpindah-pindah.
- Dengan bertani, manusia tidak perlu khawatir terus-menerus berburu dan mencari tempat tinggal baru yang memiliki sumber makanan.
- Manusia mulai membangun masyarakat yang lebih kompleks.
- Berbagai kerajaan mulai muncul.
- Tulisan mulai diperkenalkan.
- Kota-kota besar mulai berdiri.
Fokus utama: Manusia lebih fokus mengembangkan ilmu pengetahuan, karena dengan bercocok tanam, kebutuhan pangan lebih terjamin.
Society 3.0: Masyarakat Industri (Industrial Society)
Ciri utama: Fase ini beriringan dengan Revolusi Industri 1.0 yang dimulai dengan ditemukannya mesin uap. Selain itu, fase ini juga mencakup era Revolusi Industri 2.0 yang mulai menggunakan energi listrik.
Perubahan pola persaingan: Fase ini menandakan bahwa persaingan tidak hanya dilakukan dengan mengandalkan otot (kekuatan fisik), tetapi juga dengan menggunakan mesin.
Latar belakang:
- Masyarakat semakin fokus bercocok tanam.
- Jumlah masyarakat semakin kompleks dan terus bertambah.
- Kebutuhan akan bahan pangan dan sandang (pakaian) semakin meningkat.
Kemajuan yang dicapai:
- Dengan ilmu pengetahuan yang ada, manusia mulai membangun pabrik untuk memproduksi barang guna memenuhi kebutuhan manusia.
- Manusia bekerja di pabrik-pabrik dengan sistem upah (menerima gaji).
Society 4.0: Masyarakat Informasi (Information Society)
Ciri utama: Fase ini beriringan dengan Revolusi Industri 3.0. Revolusi ini ditandai dengan penggunaan sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di segala bidang.
Kemajuan yang dicapai:
- Ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang membuat manusia mengenal komputer hingga internet.
- Manusia dapat memperoleh informasi dengan sangat cepat.
- Aliran data yang begitu cepat membuat kehidupan manusia seolah-olah tanpa batas ruang dan waktu (dunia terasa semakin kecil).
Dampak pada industri: Pada era teknologi ini, industri berlomba-lomba membangun produk yang membantu manusia semakin mudah dalam memperoleh informasi.
Perubahan pola persaingan: Fase ini menandakan bahwa persaingan tidak hanya menggunakan mesin, tetapi juga dapat dilakukan dengan menggunakan informasi.
Perkembangan lanjutan: Fase Masyarakat 4.0 pada akhirnya juga memasuki era Revolusi Industri 4.0, yang dimulai dari kemunculan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
Society 5.0: Masyarakat Berpusat pada Manusia (Smart Society)
Society 5.0 merupakan penyempurnaan dari Society 4.0. Di sini, teknologi menjadi bagian dari manusia itu sendiri. Teknologi tidak hanya berfungsi untuk berbagi informasi, tetapi juga untuk memudahkan kehidupan manusia sehari-hari. Society 5.0 menekankan pada kehidupan yang terintegrasi, mudah, dan cepat.
Contoh penerapan:
| Contoh | Penjelasan |
|---|---|
| Robot di restoran | Robot dapat membantu melayani pelanggan |
| Robot pembersih rumah | Pembersihan rumah dapat dikendalikan dengan komputer dan internet |
| Sistem otomatis lainnya | Berbagai perangkat dapat bekerja secara otomatis tanpa campur tangan manusia terus-menerus |
Dampak pada kualitas hidup: Society 5.0 membuat kehidupan manusia menjadi praktis dan otomatis. Teknologi tidak menguasai manusia; sebaliknya, manusia dapat meraih kualitas hidup yang baik dan nyaman.
Latar belakang kemunculan: Perkembangan Revolusi Industri 4.0 yang sangat pesat itulah yang melatarbelakangi munculnya fase Masyarakat 5.0. Fase ini mengusung manusia sebagai pusat kehidupan, bukan teknologi atau informasi.
Hubungan dengan AI dan IoT: Masyarakat 5.0 merupakan respons terhadap penggunaan AI dan IoT yang sangat kuat pada Revolusi Industri 4.0. Fase ini akan menempatkan keseimbangan peran antara manusia dengan penggunaan AI dan IoT. Posisi manusia sebagai pusat kehidupan sehingga dua hal tersebut (AI dan IoT) dapat berjalan bersamaan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
Kesimpulan
| Tahap | Nama | Ciri Utama | Teknologi | Pola Persaingan |
|---|---|---|---|---|
| Society 1.0 | Hunting Society | Berburu dan mengumpulkan makanan dari alam | Peralatan sederhana, api | Kekuatan otot (fisik) |
| Society 2.0 | Agrarian Society | Bertani, sistem irigasi, menetap | Pertanian, tulisan | Kemampuan mengolah lahan |
| Society 3.0 | Industrial Society | Pabrik, mesin uap, listrik, sistem upah | Mesin uap, listrik | Mesin (kekuatan mekanik) |
| Society 4.0 | Information Society | Internet, komputer, informasi cepat, AI, IoT | TIK, komputer, internet | Informasi |
| Society 5.0 | Human-Centered Society | Teknologi terintegrasi, otomatis, praktis, manusia sebagai pusat | AI, IoT, robot cerdas | Keseimbangan manusia & teknologi |

