Pernahkah kalian membayangkan bisa menyalakan lampu, mengunci pintu, atau membuka tirai jendela hanya dengan sentuhan jari di ponsel? Atau bahkan cukup dengan perintah suara? Di era Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0, hal-hal yang dulu hanya ada di film fiksi ilmiah kini menjadi kenyataan. Teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) tidak hanya mengubah cara kita bekerja dan berkomunikasi, tetapi juga mengubah cara kita tinggal dan berinteraksi dengan rumah kita sendiri. Teks berikut akan mengajak kalian memahami bagaimana konsep Masyarakat 5.0 telah melahirkan desain rumah pintar (smart home) yang otomatis, efisien, dan ramah lingkungan, serta bagaimana teknologi ini telah diterapkan di Indonesia. Selamat membaca!
Apa Itu Masyarakat 5.0?
Masyarakat 5.0 adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Jepang yang menggambarkan masyarakat yang berpusat pada manusia (human centered) sekaligus berbasis teknologi (technology based). Masyarakat 5.0 merupakan babak baru dari masyarakat informasi (Masyarakat 4.0) yang bertujuan menciptakan Masyarakat Super Cerdas (MSC).
Perbedaan dengan Masyarakat 4.0:
- Masyarakat 4.0: Manusia mengumpulkan informasi melalui jaringan dan menganalisisnya sendiri.
- Masyarakat 5.0: Manusia, benda, dan sistem semuanya terhubung di dunia maya, dengan data yang diolah oleh Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Konsep ini memungkinkan manusia menggunakan teknologi untuk memiliki kehidupan yang nyaman, mudah, dan serba otomatis.
Rumah Pintar (Smart Home) sebagai Wujud Transformasi
Salah satu bentuk nyata dari transformasi di era Masyarakat 5.0 adalah munculnya desain rumah pintar (smart home).
Apa itu smart home? Rumah pintar adalah rumah yang dirancang dengan bantuan komputer sehingga dapat memberikan:
- Keamanan (keamanan yang lebih baik)
- Kenyamanan (kemudahan dalam mengendalikan perangkat rumah)
- Penghematan energi (listrik lebih efisien)
Bagaimana cara kerjanya? Pada Masyarakat 5.0, manusia memanfaatkan IoT untuk mengintegrasikan segala sesuatu yang ada di dalam rumah, sehingga seluruh perangkat dapat dikendalikan melalui ponsel atau komputer.
Nilai tambah lainnya: Selain mengandalkan teknologi, rumah pintar masa kini juga mulai menerapkan konsep keberlanjutan (sustainability). Misalnya, rumah pintar dapat dirancang dengan panel surya (tenaga matahari) yang terhubung ke baterai penyimpanan rumah.

Sumber gambar : Freepik
Contoh Penerapan Smart Home di Indonesia: Perusahaan Rumah Pintar Indonesia
Di Indonesia, salah satu contoh nyata penerapan smart home adalah produk dengan merek Arbit dari Perusahaan Rumah Pintar Indonesia. Produk ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian yang canggih, modern, efisien, hemat, dan menghibur (entertaining).
Teknologi yang dihadirkan Arbit (berbasis IoT):
| No. | Teknologi | Fungsi |
|---|---|---|
| 1. | Smart Plug | Menghubungkan jaringan WiFi dengan setiap produk elektronik sehingga dapat dikontrol dengan mudah dari jarak jauh |
| 2. | Steker Pintar | Memungkinkan perangkat dengan daya listrik 220 V dinyalakan atau dimatikan melalui aplikasi secara fleksibel |
| 3. | Smart Door Lock (Kunci Pintu Pintar) | Memudahkan penghuni membuka/mengunci pintu dari smartphone. Dilengkapi dengan: fingerprint (sidik jari), PIN, dan RFID (Radio Frequency Identification/pengenal frekuensi radio) |
| 4. | Smart Infrared Remote | Pemancar infrared pintar yang dapat dikendalikan melalui aplikasi selama ada jaringan internet |
| 5. | Smart Curtain Set | Paket lengkap untuk membuka dan menutup gorden secara otomatis, baik melalui remote, aplikasi, maupun perintah suara |
| 6. | Harga Terjangkau | Hunian pintar ini dapat dinikmati dengan harga yang terjangkau dan dilengkapi layanan pemandu |
Manfaat dan Dampak Smart Home bagi Kehidupan
1. Kemudahan Hidup (Otomatisasi)
Rumah pintar dirancang untuk memudahkan kehidupan karena sistem otomatisasi melalui smartphone. Semua perangkat elektronik di rumah dapat dikendalikan dari satu genggaman tangan.
2. Ramah Lingkungan (Go Green)
Kehidupan go green (ramah lingkungan) lebih terasa karena adanya sistem penghematan energi yang lebih komprehensif. Penghematan energi ini juga berdampak langsung pada penghematan biaya listrik bulanan.
3. Keamanan dan Kesehatan (Terutama di Masa Pandemi)
Konsep smart home meminimalkan sentuhan langsung penghuni terhadap berbagai peralatan elektronik. Hal ini membuat kita lebih aman, terutama di tengah pandemi Covid-19 (saat itu) karena mengurangi risiko penularan melalui permukaan benda.
Kesimpulan
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Masyarakat 5.0 | Konsep dari Jepang: masyarakat berpusat pada manusia + berbasis teknologi, menghasilkan Masyarakat Super Cerdas |
| Perbedaan dengan Masyarakat 4.0 | 4.0: manusia kumpul & analisis data sendiri; 5.0: AI & IoT yang menghubungkan manusia, benda, dan sistem |
| Smart Home | Rumah pintar yang memberikan keamanan, kenyamanan, dan hemat energi, dikendalikan via ponsel/komputer |
| Teknologi pendukung | IoT, AI, panel surya, baterai penyimpanan |
| Contoh di Indonesia | Produk Arbit dari Perusahaan Rumah Pintar Indonesia |
| Fitur unggulan Arbit | Smart plug, steker pintar, smart door lock (sidik jari/PIN/RFID), smart infrared remote, smart curtain set |
| Manfaat utama | Kemudahan (otomatisasi), hemat energi & biaya, lebih aman (minim sentuhan) |

