Menentukan Masalah Geografi pada Penelitian Geografi

Setelah kita mengamati berbagai fenomena geografi di sekitar, langkah berikutnya bukan langsung turun ke lapangan atau mengumpulkan data. Ada tahap penting yang harus dilalui lebih dulu, yaitu menentukan masalah penelitian. Ibarat mau bepergian, masalah penelitian ini adalah penentu arah: kalau sejak awal kita salah memilih masalah, penelitian bisa melebar, tidak fokus, atau bahkan sulit diselesaikan.

Karena itu, memilih masalah penelitian tidak bisa dilakukan asal-asalan. Kita perlu melihat apakah ada kesenjangan antara kondisi yang seharusnya dan kondisi yang benar-benar terjadi, antara teori dan praktik, atau antara aturan dan pelaksanaannya. Dari kesenjangan itulah penelitian geografi berangkat, sehingga hasilnya bukan hanya menjawab rasa penasaran, tetapi juga membantu memahami dan memecahkan persoalan di permukaan bumi.

1. Dari fenomena menuju masalah penelitian
Setelah fenomena geografi diamati, langkah selanjutnya adalah memilih masalah yang akan diteliti. Masalah dapat dipahami sebagai kesenjangan antara kondisi yang seharusnya dengan kondisi yang sebenarnya, antara teori dan praktik, atau antara aturan dan pelaksanaan. Masalah penelitian ini sangat berperan mengarahkan peneliti dalam melakukan penelitiannya. Jadi, masalah bukan sekadar “topik yang menarik”, tetapi sesuatu yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian atau persoalan yang perlu dijelaskan.

2. Kriteria masalah geografi
Sebuah masalah geografi setidaknya perlu memenuhi beberapa kriteria berikut:

  • Menyatakan hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Artinya, masalah penelitian sebaiknya menunjukkan keterkaitan antara dua hal atau lebih yang bisa diamati atau diukur. Misalnya hubungan antara perubahan tata guna lahan dan peningkatan suhu udara.
  • Dinyatakan dalam kalimat tanya. Rumusan masalah sebaiknya berbentuk pertanyaan agar penelitian punya fokus yang jelas. Contohnya: “Bagaimana pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap suhu udara di kawasan X?”
  • Memungkinkan adanya ketersediaan data. Masalah yang dipilih harus bisa diteliti dengan data yang tersedia atau bisa dikumpulkan. Jadi, kita tidak memilih pertanyaan yang datanya mustahil didapatkan dalam batas penelitian.

3. Masalah geografi dan pertanyaan penelitian
Merumuskan pertanyaan penelitian geografi sangat berkaitan dengan masalah geografi. Masalah geografi adalah suatu situasi yang sulit dipecahkan akibat ketidakseimbangan fenomena di permukaan bumi. Contoh fenomena yang bisa menjadi masalah geografi antara lain kerusakan hutan, illegal fishing, banjir, krisis budaya daerah, kekurangan pangan, dan kematian hewan langka. Fenomena-fenomena tersebut dapat dikaji berdasarkan persebaran ruang, misalnya dilihat dari lokasi, pola persebaran, dan keterkaitannya dengan wilayah lain.

4. Syarat pertanyaan penelitian
Dalam merumuskan pertanyaan penelitian, perlu diingat bahwa pertanyaan penelitian geografi harus memenuhi syarat menarik untuk diteliti, penting untuk diteliti, dan memberikan manfaat. Selain itu, pertanyaan penelitian harus membutuhkan jawaban yang dapat dijelaskan secara keilmuan. Artinya, peneliti tidak perlu mengajukan pertanyaan yang mustahil dijawab dalam batas-batas penelitian, misalnya karena datanya tidak tersedia atau metodenya tidak memungkinkan.

5. Tiga pertanyaan pokok ciri khas geografi
Masalah geografi sedikitnya memuat tiga pertanyaan pokok yang menjadi ciri khas geografi, yaitu:

  • Peristiwa atau fenomena apa (what) yang menjadi permasalahan. Ini menjelaskan apa yang sedang terjadi atau apa yang menjadi persoalan.
  • Di mana (where) fenomena atau masalah tersebut terjadi. Ini menunjukkan ruang atau lokasi terjadinya fenomena.
  • Penyebab (why) terjadinya fenomena atau masalah tersebut. Ini menunjukkan keterkaitan, relasi, interelasi, dan interaksi fenomena tersebut dengan fenomena-fenomena lain.

Intinya, menentukan masalah geografi bukan sekadar mencari topik yang terdengar menarik. Kita perlu memastikan bahwa masalah itu menunjukkan kesenjangan, bisa dirumuskan dalam kalimat tanya, didukung ketersediaan data, penting dan bermanfaat untuk diteliti, serta bisa dijelaskan secara keilmuan. Dengan begitu, penelitian geografi akan lebih terarah dan hasilnya lebih bermakna.