SKL GEOGRAFI UNAS 2011

Setelah menunggu beberapa lamanya akhirnya saya dapatkan juga Standar Kompetensi Lulusan atau sering disingkat dengan SKL pada Ujian Nasional 2011. Mohon maaf sebelumnya kepada para pembaca, posting ini hanya saya gunakan untuk  mengomentari SKL yang sesuai dengan mata pelajaran yang saya ampu yaitu GEOGRAFI.

Mapel geografi saat ini memasuki tahun ke-empat sebagai mapel yang termasuk dalam materi Ujian Nasional, setelah melihat dan membaca SKL ini ada beberapa perubahan yang membuat saya senang tetapi di satu sisi juga membuat saya berpikir harus segera melakukan perubahan dan penambahan pada beberapa materi yang selama ini agak saya abaikan. SKL UNAS pada mapel Geografi ini mengalami penambahan/perubahan pada Jumlah SKL-nya yang dulu 6 berubah menjadi 8. Pada bagian lain juga terdapat beberapa penambahan yang menurut saya cukup siginifikan pada indikator.

Dibandingkan dengan SKL terdekat, yaitu SKL tahun 2010, pada SKL 2011 ini terdapat perubahan yang cukup membuat saya senang yaitu pada kolom indikator yang dahulu merupakan kolom kemampuan yang diuji berubah dari tahun lalu ada 14 sekarang menjadi 25 indikator. Sebuah perubahan yang saya kira akan memudahkan bagi para guru dan juga siswa dalam memperkirakan/memprediksi  materi-materi yang kemungkinan besar akan keluar di UN mendatang.

Lanjutkan membaca “SKL GEOGRAFI UNAS 2011”

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN

Standar Penilaian Pendidikan terdiri atas :

  1. penilaian hasil belajar oleh pendidik.
  2. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan.
  3. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik

Dilakukan secara berkesinambungan untuk :

  • Memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil
  • Bentuknya :
  1. Ulangan harian
  2. Ulangan tengah semester
  3. Ulangan akhir semester
  4. Ulangan kenaikan kelas

Penilaian digunakan untuk :

  1. Menilai pencapaian kompetensi peserta didik
  2. Bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar
  3. Memperbaiki proses pembelajaran

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia

Dilakukan melalui :

  • Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk aspek afektif
  • Ujian, ulangan dan/atau penugasan untuk aspek kognitif

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

Dilakukan melalui :

  • Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk aspek afektif
  • Ujian, ulangan dan/atau penugasan untuk aspek kognitif

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

Lanjutkan membaca “STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN”

Pembelajaran PAKEM

11 Indikator Pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan)

Oleh : Rahmad Widodo

KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) mengisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran yang dapat merangsang peserta didik untuk dapat mengungkapkan segala potensi dirinya untuk dapat meraih sekian kompetensi sesuai dengan bakat dan minatnya, bukan sebaliknya hanya disuapi oleh guru dengan segala macam pengetahuan. Pembelajaran yang bermakna juga demikian, mengedepankan pengembangan potensi peserta didik, sehingga pembelajaran bukan bersumber atau terfokus pada guru, melainkan berfokus dan terpusat pada peserta didik. Proses pembelajaran yang demikian idealnya dilakukan dengan cara yang santun dan menyenangkan. Bukan dengan doktrinisasi dan intimidasi/tekanan. Sehingga dapat dikatakan pembelajaran tersebut adalah pembelajaran ramah anak atau dengan prinsip asah, asih, asuh. Ada sebelas indikator/tolok ukur bahwa pembelajaran dapat dikategorikan sudah PAKEM, yaitu :

1. Metode Pembelajaran :

  • Kegiatan belajar siswa menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi (wawancara, pengamatan, bermain peran, penelitian, berlangsung di luar dan di dalam kelas) sesuai dengan mata pelajaran. Idealnya lebih dari 3 jenis.
  • Kegiatan belajar siswa menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan spesifikasi bahan ajar.
  • Penggunaan metode dalam kegiatan belajar siswa sesuai dengan RPP.

Lanjutkan membaca “Pembelajaran PAKEM”

MENGENANG ENAM TAHUN TSUNAMI ACEH

Lokasi Gempa 2004 

Lokasi Gempa 2004

Sebuah gempa bumi besar telah terjadi pada hari Minggu, 26 Desember 2004 di Indonesia. Gempa dengan magnitude lebih dari 9,0 itu terjadi di pantai lepas barat Sumatera Utara seperti yang ditunjukkan pada peta di samping. Gempa ini merupakan gempa terbesar keempat di dunia sejak tahun 1900 dan terbesar sejak tahun 1964 yang terjadi di Prince William Sound, Alaska. Tsunami 2004 telah menyebabkan korban tertinggi dalam sejarah karena berdekatan dengan Kota Besar Banda Aceh. Lebih dari 150.000 orang tewas, lebih dari 25.000 orang hilang dan lebih dari 1.000.000 mengungsi di Asia Selatan dan Afrika Timur. Setidaknya 110.229 orang tewas di Indonesia, 30.922 orang di Sri Lanka, 10.749 di India, 5.303 di Thailand, 150 di Somalia, 81 di Maladewa, 68 di Malaysia, 59 di Myanmar, 10 di Tanzania, 3 di Seychelles, 2 di Bangladesh dan 1 di Kenya.

Lanjutkan membaca “MENGENANG ENAM TAHUN TSUNAMI ACEH”

LA NINA EXTREME DESEMBER 2010

La Nina

La Nina

El Niño dan La Niña adalah kondisi abnormal iklim di mana suhu permukaan Samudra Pasifik di pantai Barat Ekuador dan Peru lebih tinggi dari rata-rata normalnya. Istilah ini awal mulanya digunakan untuk menamakan arus laut hangat yang terkadang mengalir dari Utara ke Selatan antara pelabuhan Paita dan Pacasmayo di daerah Peru yang terjadi pada bulan Desember. Kejadian ini kemudian semakin sering muncul yaitu setiap tiga hingga tujuh tahun serta dapat mempengaruhi iklim dunia selama lebih dari satu tahun.

Nama El Niño diambil dari bahasa Spanyol yang berarti “anak laki-laki”, merujuk pada bayi Yesus (Isa) karena arus ini biasanya muncul selama musim Natal, sedangkan lawannya La Niña memiliki arti “gadis kecil”. El nino terjadi karena pemanasan di ekuator Samudra Pasifik, sedangkan La Niña adalah pendinginan di ekuator Samudra Pasifik.

Lanjutkan membaca “LA NINA EXTREME DESEMBER 2010”

STUDI MERAPI 22

PETA BAHAYA BANJIR LAHAR DINGIN MERAPI

Oleh : Budi Setiyarso

9 Desember 2010

Lahar Dingin

Lahar Dingin

Meskipun status Merapi sudah diturunkan menjadi level siaga sejak tanggal 3 Desember 2010 pukul 09.00 (lihat laporannya). Namun kondisi Merapi dapat dikatakan masih membahayakan terutama di kawasan lembah sungai mengingat banjir lahar dingin masih mengancam.

Lahar dingin atau sebenarnya lebih umum dikenal dengan nama lahar hujan merupakan endapan material lepas hasil erupsi gunungapi yang diendapkan pada puncak dan lereng kemudian terangkut oleh air hujan atau air permukaan. Aliran lahar ini berupa aliran lumpur yang sangat pekat sehingga dapat mengangkut material berbagai ukuran. Bongkahan batu besar berdiameter lebih dari 5 m dapat mengapung pada aliran lumpur ini. Lahar juga dapat merubah topografi sungai yang dilaluinya dan merusak infrastruktur.

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 22”