Membaca Peta – Menentukan Lokasi Menggunakan Metode Intersection

Menentukan lokasi dengan metode arah dan arah = INTERSECTION

Oleh : Andi Hidayat

——

Informasi yang terdapat di dalam peta dapat bersifat statik maupun dinamik. Bersifat statik artinya informasi yang ada di alam peta tersebut tidak bisa atau sulit berubah misalnya peta jenis tanah, peta geologi. Sedangkan bersifat dinamik artinya informasinya bisa dan mudah berubah tanpa batasan waktu, misal peta cuaca, peta jumlah penduduk. Jika sedang ada di suatu tempat dan kita membawa peta wilayah tersebut kadang kita juga akan menemukan beberapa obyek informasi yang bersifat dinamis.

Karena perubahan data atau karena kurang akuratnya peta kadang kita akan menemukan ada obyek di muka bumi yang kita bisa kenali di lapangan tetapi tidak ada di peta. Bagaimana cara menemukan obyek yang ada di lapangan dengan menentukan posisinya di peta yang kita bawa? Caranya adalah dengan menggunakan metode Intersection.

Lanjutkan membaca “Membaca Peta – Menentukan Lokasi Menggunakan Metode Intersection”

Membaca Peta – Menentukan Lokasi Menggunakan Metode Resection

Menentukan lokasi dengan menggunakan metode arah dan arah = RESECTION Oleh : Andi Hidayat — Pada saat mendaki gunung kita akan melewati jalur-jalur dengan topografi yang bervariasi, kadang kita akan melewati lembah, cekungan, tepi jurang, igir-igir, puncak dan lain-lain. Setelah mencapai suatu tempat tertentu kadang kita bingung dengan posisi kita,  karena posisi kita berdiri di lapangan belum kita ketahui di peta topografi yang kita bawa. … Lanjutkan membaca Membaca Peta – Menentukan Lokasi Menggunakan Metode Resection

Membaca Peta – Menentukan Skala Peta Menggunakan Selisih Garis Astronomis

Menggunakan selisih derajat garis  lintang dan bujur untuk menghitung jarak dan mencari skala peta.

Oleh : Andi Hidayat

——

Jarak lurus yang kita baca pada peta dapat kita amati secara langsung pada jarak antar 2 kota obyek, misalnya antara 2 kota. Selain itu kita menghitung jarak lurus pada peta dengan memanfaatkan garis lintang dan bujur. Selisihderajat dua garis lintang atau dua garis bujur dapat memberikan informasi jarak yang ingin kita ketahui.

Bumimemiliki diameter 12.756 km, dan keliling +- 40.000 km.  Lingkar bumi sebesar  3600 garis bujur berarti setiap 10 adalah +- 111 km. Artinya setiap 10 garis bujur/lintang pada peta mewakili jarak sebesar 111 km sebenarnya di permukaan bumi

Lanjutkan membaca “Membaca Peta – Menentukan Skala Peta Menggunakan Selisih Garis Astronomis”