Menghitung Luas Wilayah Pada Peta Menggunakan Metode Balok

Selain menggunakan sistem grid/petak, luas wilayah pada suatu peta dapat kita ukur (perkirakan) dengan menggunakan metode balok. Prinsip penghitungan menggunakan model ini mirip dengan sistem grid. Yang membedakan adalah pada sistem grid kotak yang dibuat semuanya berukuran sama (panjang sisi maupun luasnya), sedangkan kotak pada metode balok berbentuk persegi panjang/balok  di mana setiap persegi panjang tersebut berbeda ukuran maupun luasnya.

Prinsip dari metode ini adalah dengan membagi peta menjadi beberapa balok yang berjajar dari atas ke bawah, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Persiapkan peta awal yang akan dihitung luasnya dengan menggunakan metode balok
Lanjutkan membaca “Menghitung Luas Wilayah Pada Peta Menggunakan Metode Balok”

Bongkahan Es Raksasa Hanyut di Laut Arktik

Hadi Suprapto, Harriska Farida Adiati Sebuah bongkahan es berukuran hampir setengahnya Jakarta mengapung di Laut Arktik di Kutub Utara setelah memisahkan diri dari sebuah gletser di Greenland. Dua fasilitas yang kemungkinan berada di jalur yang akan dilewati bongkahan es raksasa ini adalah kilang minyak dan jalur pelayaran. Kerusakan yang bisa ditimbulkan belum bisa diperkirakan. Dalam skenario terburuk, bongkahan es ini akan mencapai kawasan perairan padat … Lanjutkan membaca Bongkahan Es Raksasa Hanyut di Laut Arktik

Menghitung Luas Wilayah Pada Peta Menggunakan Metode Grid/Kotak

Sebuah peta memiliki informasi jarak yang dapat kita baca pada skala. Tetapi bagaimana dengan informasi luas wilayah?

Gambar pada suatu peta terbentuk atas unsur titik (dot), garis (line), dan area (poligon). Poligon merupakan garis  tertutup yang kedua ujungnya saling bertemu dan membentuk area. Area yang terbentuk ini akan membentuk luasan yang dapat kita ukur/hitung berapa besarnya. Menghitung luas suatu wilayah pada peta dapat kita lakukan secara manual dengan menggunakan Sistem Grid.

Menghitung dengan menggunakan sistem grid adalah dengan membuat petak-petak pada gambar peta dalam bentuk bujur sangkar yang berukuran sama. Penentuan panjang sisi  bujur sangkar secara umum dibuat 1 cm, tetapi dapat dimodifikasi tergantung kebutuhan. Kemudian hitung berapa jumlah kotak yang ada, dengan pedoman :

Lanjutkan membaca “Menghitung Luas Wilayah Pada Peta Menggunakan Metode Grid/Kotak”

Menghitung Skala Pada Peta Tidak Berskala

Menghitung Skala Pada Peta Yang Tidak Mencantumkan Informasi Skala

Karena sesuatu hal terkadang ada sebuah peta yang tidak mencantumkan informasi skala pada bagian peta tersebut. Hal ini tentu saja menyulitkan pengguna dalam membaca/menggunakan peta tersebut, karena skala merupakan komponen yang sangat vital untuk sebuah peta. Dengan skala para pengguna dapat menghitung jarak sebenarnya 2 obyek dalam suatu peta.

Untuk mengetahui skala pada peta yang tidak mencantumkan informasi skala, dapat kita cari dengan menggunakan berbagai cara antara lain :

Lanjutkan membaca “Menghitung Skala Pada Peta Tidak Berskala”

Menghitung Skala Peta Hasil Perbesaran – Perkecilan

Seorang pengguna peta terkadang akan merasa bahwa peta yang dia gunakan ukurannya terlalu kecil atau terlalu besar, dia merasa peta tersebut kurang ringkas jika dibawa sehingga dia kemudian memperbesar atau memperkecil peta yang dimilikinya itu agar menjadi mudah dia bawa.

Suatu peta jika diperbesar atau diperkecil ukurannya menggunakan media apapun, maka skalanya juga akan mengalami perubahan. Ada banyak media yang dapat digunakan untuk memperbesar/memperkecil peta, misalnya :

1. Mesin Fotokopi

2. Scanner

3. Pantograf

Lanjutkan membaca “Menghitung Skala Peta Hasil Perbesaran – Perkecilan”

Menghitung Skala Numerik Menggunakan Skala Grafik

Pada sebuah peta di wilayah Asia atau peta-peta lain kita akan sering menemui ada 2 macam skala yang sering ditampilkan oleh pembuat, yaitu skala numerik dan skala garis. Mengapa harus ada 2 macam skala yang digambarkan?

Hal ini sebenarnya mengacu pada sifat yang berbeda dari kedua skala tersebut jika peta yang ada mengalami perubahan, misalnya diperbesar/diperkecil melalui media Scanning dan Fotokopi.

Perbedaan kedua skala tersebut adalah :

  1. Skala numerik bersifat statis, jika sebuah peta diperbesar/diperkecil melalui fotokopi maka nilai skala yang tergambar tidak akan berubah. Sebagai contoh : jika sebuah peta skala numeriknya 1 : 20.000 diperbesar 4 kali dengan menggunakan mesin fotokopi, maka skala yang baru adalah 1 : 5.000  tetapi pada peta tersebut masih tergambar 1 : 20.000
  2. Skala garis bersifat dinamis, jika sebuah peta diperbesar/diperkecil melalui fotokopi maka skala garis akan mengikuti perubahan pada peta tersebut. Sebagai contoh : jika sebuah peta diperbesar dengan fotokopi maka gambar skala garis akan mengikuti perbesaran peta tersebut.

Lanjutkan membaca “Menghitung Skala Numerik Menggunakan Skala Grafik”