Komet merupakan anggota tata surya yang terdiri atas pecahan benda angkasa, es dan gas yang membeku. Komet mengorbit matahari dalam suatu lintasan sangat elips. Strukturnya terdiri atas kepala dan ekor komet. Kepala komet mempunyai diameter lebih atas 65.000 km, meliputi inti komet dan selubung gas yang disebut koma, sedangkan ekor komet dapat mempunyai panjang sampai ribuan kilometer yang arahnya selalu menjauhi matahari.
Komet mengedari Matahari dengan bidang orbit yang berbedabeda. Ada yang berbentuk elips sangat pipih, parabola, bahkan hiperbola. Pada saat komet sangat dekat dengan Matahari sebagian partikel-partikel tubuhnya mencair karena panas Matahari dan membentuk ekor yang semakin dekat Matahari, ekor komet tersebut semakin panjang. Adapun pada saat jaraknya jauh dari Matahari hampir semua bagian tubuhnya membeku sehingga tidak terdapat lagi ekor.
Planet kerdil, planet katai, planet kurcaci atau dwarf planet
= – = – =
.
Pada awalnya dalam sistem tata surya (solar system) terdapat sembilan planet. Namun, sejak diselenggarakannya pertemuan International Astronomical Union (IAU) ke-26 di Praha, Republik Ceko, pada 24 Agustus 2006 disepakati bahwa terdapat delapan planet dalam sistem tata surya. Delapan planet tersebut beredar mengelilingi Matahari dengan periode revolusi yang berbeda. Kedelapan planet tersebut yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Pluto yang sebelumnya masuk ke dalam gugusan planet dalam tata surya hanya disetarakan dengan planet kerdil. Planet kerdil hampir sama dengan planet biasa. Mereka sama-sama mengelilingi matahari, memiliki massa yang cukup besar, dan bukan merupakan satelit. Perbedaan kuncinya adalah planet memiliki orbit yang ‘steril’ alias gak dilewati benda langit lain, sedangkan planet kerdil tidak demikian.
Planet katai atau planet kurcaci atau planet kerdil atau dwarf planet adalah sebutan bagi benda-benda langit yang memutari matahari dalam Tata Surya yang sesuai dengan ciri-ciri berikut:
mengorbit mengelilingi matahari
mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan benda tegar (rigid body) sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk ekuilibrium hidrostatik (bentuk hampir bulat)
belum “membersihkan lingkungan” (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya
bukan merupakan satelit sebuah planet atau benda angkasa nonbintang lainnya
Pada malam hari dengan cuaca yang cerah tanpa awan di daerah yang masih sedikit cahaya lampu seperti di tengah laut, area sawah di daerah pedalaman hingga di puncak-puncak bukit atau gunung kta akan mendapati langit malam bertaburan dengan benda-benda angkasa yang terlihat bersinar di gelapnya malam. Benda-benda angkasa tersebut dapat berupa aneka bintang-bintang hingga planet-planet.
Lantas bagaimana cara membedakan antara bintang dengan planet yang sama-sama terlihat terang di gelap malam tersebut? Untuk membedakan antara bintang dengan planet dapat diamati dengan membaca dan membandingkan ciri-ciri antara bintang dengan planet. Dari ciri-ciri yang ada dapat digunakan sebagai petunjuk benda angkasa tersebut apakah termasuk bintang atau bulan.
Sejarah pembentukan bumi tidak bisa dilepaskan dari ruang luas yang ditempatinya yaitu jagat raya. Bumi terbentuk didahului oleh adanya pembentukan tata surya. Tata surya terbentuk didahului oleh adanya galaksi terlebih dahulu. Galaksi yang begitu luas dan besar dalam jumlah banyak menempati suatu ruang yang maha luas yaitu jagat raya.
Sejak berabad-abad lalu manusia memiliki anggapan tentang jagat raya. Anggapan atau pendapat ini terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan cara berpikir manusia. Beberapa anggapan atau pendapat tentang jagat raya yang terkenal adalah.
Galaksi terdiri atas berjuta-juta bintang dengan segala bentuk dan strukturnya, salah satu di antara bintang tersebut adalah matahari. Matahari dikelilingi oleh benda-benda angkasa yang lain yang membentuk suatu susunan yang disebut tata surya. Satu tata surya terdiri atas satu matahari dan benda-benda angkasa yang beredar mengelilinginya.
Tata surya matahari dikelilingi sembilan planet-planet termasuk planet bumi yang kita tempati ini.Selain planet-planet yang mengitari matahari, dalam tata surya matahari juga terdapat satelit-satelit yang mengelilingi planet, asteroid, komet, meteor, debu, kabut, dan benda-benda lainnya.
Sampai saat ini, proses terbentuknya bentukan jagat raya dan tata surya masih merupakan suatu misteri. Berbagai teori dan hipotesis banyak dikemukakan oleh para ahli untuk menjawab misteri tersebut. Beberapa teori tersebut di antaranya hipotesis nebula, planetesimal, teori pasang surut, dan teori bintang kembar dan teori awan debu.
Iklan
Berikut ini merupakan penjelasan singkat mengenai teori-teori tersebut :
Rasi bintang secara umum ada empat yaitu rasi bintang utama yaitu Ursa Mayor atau orang Indonesia sering menyebutnya rasi bintang biduk, rasi bintang ini menunjukkan posisi arah utara. Rasi bintang Crux atau pari/salib/gubuk penceng menunjukkan arah selatan. Rasi bintang Ursa Minor juga menunjukkan arah utara dan rasi bintang Orion yang menunjukkan arah barat dan posisi garis equator. Selain empat rasi/konstelasi utama tersebut dalam ilmu astrologi terdapat sejumlah rasi bintang yang berfungsi sebagai penanda posisi matahari pada bulan-bulan tertentu. Rasi-rasi bintang ini sering disebut zodiak.
Zodiak adalah sabuk khayal berbentuk lingkaran kubah besar yang terbentang di langit. Sabuk khayal tersebut memiliki lebar 18° dan berpusat pada lingkaran ekliptika, yaitu suatu pola lintasan perubahan posisi matahari di angkasa. Ekliptika yang dimaksud bukan lintasan matahari mengelilingi bumi, akan tetapi perbedaan posisi matahari di langit terhadap bumi. Posisi tersebut berubah setiap hari, dan dalam kurun waktu setahun membentuk alias satu lingkaran penuh. Semua benda-benda yang berada dalam tata surya kita, bila diamati, akan tampak seperti beredar mengelilingi lingkaran ekliptika tersebut. Di sepanjang lingkaran ekliptika tersebut, terdapat gugus bintang atau rasi bintang. Inilah pengertian zodiak yang sebenarnya dalam ilmu astrologi.
Secara etimologi zodiak berasal dari bahasa Yunani yaitu Zoodiacos Cyclos yang secara harfiah dapat diartikan sebagai lingkaran hewan. Diterjemahkan sebagai lingkaran hewan, mungkin karena kebanyakan dari rasi bintang ini adalah binatang, seperti: kepiting, domba, singa, kalajengking, ikan dan beberapa lainnya adalah disimbolkan dengan manusia, seperti si kembar gemini, dan virgo sang perawan.