Sofware Pembelajaran Geografi

Demo software Enigeo dalam flash video Ada yang terlupakan dari postingan saya mengenai software Enigeo yang baru saya postkan kemarin. Pada halaman awal di situsnya di http://www.enigeo.org pihak developer situs tersebut juga menampilkan video flash yang berisi demo tentang pengoperasian sofware ini. Sebuah bantuan yang cukup berguna bagi kita dalam mengoperasikan software tersebut. Untuk mengetahui  lebih lanjut silahkan lihat pada video flash berikut ini. Semoga … Lanjutkan membaca Sofware Pembelajaran Geografi

Pengenalan Lokasi Negara-negara di Dunia Memanfaatkan Aplikasi Enigeo

Bulan Desember tahun lalu saya menerima majalah komputer edisi Januari hasil berlangganan yang sudah berjalan sekitar 2 tahun. Berhubung pada bulan itu kegiatan lumayan banyak, saya hanya sempat membaca berita utama dan kolomnya Zatni Arbi. Baru beberapa hari yang lalu akhirnya saya membaca edisi tersebut, karena pertengahan bulan Januari kemarin sudah tersusul oleh datangnya edisi bulan Februari jadilah saya membaca edisi itu dulu baru kemudian edisi Januari. Setelah membaca hampir seluruh berita yang ada, kemudian saya beralih ke halaman belakang di bagian katalog DVD yang berisi bonus berbagai macam aplikasi dan data dari majalah. Setelah membaca beberapa katalog free software akhirnya mata saya tertuju ada sebuah software dengan nama Enigeo. Saat sekilas membaca nama software tersebut otak saya langsung mengkaitkan kata geo dengan mata pelajaran yang saya berikan ke siswa, Geography.

Setelah saya baca lebih lanjut ternyata pikiran saya tidak salah. Software bonus yang disertakan dalam DVD majalah ini adalah software yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran geografi. Terutama pembelajaran untuk pengenalan lokas negara-negara di dunia.

Lanjutkan membaca “Pengenalan Lokasi Negara-negara di Dunia Memanfaatkan Aplikasi Enigeo”

Rekor Dunia

GUNUNG EVEREST TERNYATA BUKAN GUNUNG TERTINGGI DI DUNIA

Oleh : Budi Setiyarso

Gunung Everest

Gunung Everest

Hampir semua orang tahu bahwa Mount/Gunung Everest adalah gunung tertinggi di dunia. Bukan hanya di kalangan ilmuan /geologis tetapi informasi ini lebih trend di kalangan pecinta alam dan para pendaki. Banyak pendaki berduyun-duyun dari seluruh dunia demi perjalanan penaklukan Gunung Everest dengan rekor-rekor tertentu yang mereka ciptakan misalnya pendakian pertama dari negaranya, pendakian tercepat, pendakian dengan jalur baru, pendakian dengan setting yang berbeda dsb. Kebanggan para pendaki ini ketika mampu menancapkan bendera negara dan organisasinya di puncak Gunung Everest.

Puncak Gunung Everest adalah 8.848 meter (29.028 kaki) di atas permukaan laut. Elevasi ketinggian ini menempatkan Gunung Everest sebagai gunung dengan elevasi tertinggi. Namun ternyata dalam hitungan morfologis, Gunung Everest bukan gunung tertinggi. Atau dengan kata lain, Puncak Everest merupakan puncak tertinggi di dunia namun Everest bukan gunung tertinggi dalam ukurannya sebagai gunung.

Lanjutkan membaca “Rekor Dunia”

Perkembangan Lubang Ozon

MEMAHAMI PERKEMBANGAN LUBANG OZON

Oleh : Budi Setiyarso

Lubang Ozon

Lubang Ozon

Ozon adalah tabir surya alami bumi yang berfungsi melindungi kehidupan dari radiasi ultraviolet yang berlebihan. Menurut hasil penelitian, lapisan ozon bumi telah rusak oleh chlorofluorocarbon /CFC (bahan kimia yang digunakan untuk pendingin) dan aerosol dari spray kaleng yang berdampak menghancurkan molekul ozon.

Pada akhir 1980-an, pemerintah di seluruh dunia mulai memberi perhatian pada kehancuran lapisan ozon dengan menegosiasikan dalam Protokol Montreal, suatu perjanjian internasional untuk mengatur penggunaan bahan kimia perusak ozon. Perjanjian yang Indonesia juga turut mengesahkan itu menjadi dasar pelaksanaan tugas bagi para ilmuwan untuk menilai dan melaporkan secara teratur terhadap lapisan ozon, khususnya laporan tahunan lubang ozon di Antartika.

Pada bulan Januari 2011, Sekretariat Ozon dari United Nations Environment Programme (Lembaga Lingkungan Hidup PBB) merilis laporan terakhir dan mencatat bahwa protokol telah mampu melindungi lapisan ozon stratosfer dari peningkatan yang signifikan dan memberi manfaat bersama dengan mengurangi perubahan iklim.

Lanjutkan membaca “Perkembangan Lubang Ozon”

Badai Yasi

BADAI YASI DI AUSTRALIA MENYENTUH INDONESIA?

Oleh : Budi Setiyarso

Ilustrasi Yasi

Ilustrasi Yasi

Musim penghujan tahun ini merupakan musim penghujan dengan derajat kelembaban yang sangat basah. Seperti di ulas sebelumnya, Bill Patzert mengungkapkan bahwa tahun ini akan ada peristiwa La Nina terkuat sepanjang 50 tahun terakhir. La Nina sendiri adalah pendinginan udara di equator pasifik. Bukti peristiwa La Nina dapat dilihat dari kejadian Siklon Yasi berdasarkan laporan NASA berikut ini :

Siklon Yasi terus berjalan ke arah Queensland, Australia. Citra warna alami beresolusi sedang produk sensor MODIS (The Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) di satelit Terra NASA menangkap fenomena badai Siklon Yasi. Pemotretan dilakukan pukul 10:00 waktu Queensland (07:00 WIB) pada tanggal 1 Februari 2011. Badai membentang di atas Kepulauan Solomon dan Papua New Guinea. Bagian pantai Queensland (Australia) terlihat di sudut kiri bawah.

Siklon Yasi adalah sebuah siklon tropis yang mendarat di bagian utara Queensland, Australia. Pada mulanya siklon ini merupakan siklon berkategori 3 pada 31 Januari 2011. Pada 1 Februari siklon ini menguat menjadi siklon kategori 4 dan akhirnya pada 2 Februari, siklon ini menguat menjadi sebuah siklon kategori 5.

Lanjutkan membaca “Badai Yasi”

Konsep Dasar Geografi

Pemahaman lain dari konsep Geografi

Sumber : Geoinclass

 

1. Globalisme

Konsep ini terwujud dari hasil studi tentang bumi sebagai suatu bentuk “sphaira” atau bola, dan bumi sebagai bagian dari tata-surya. Bentuk bumi seperti itu (speroid), peredarannya, dan hubungannya dengan matahari, menghasilkan kejadian-kejadian penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup yang lain. Inklinasi sumbu-sumbu dan revolusi bumi mengelilingi matahari menghasilkan musim dan zona iklim; rotasi bumi menimbulkan gejala siang-malam, mempengaruhi gerakan air dan udara. Studi tentang globe sebagai model (miniatur) dari bumi memberikan dasar pengertian tentang grid-paralel dan meridian, yang selanjutnya memberikan pengertian tentang waktu, letak geografis, hakikat skala, distorsi peta.
Pengetahuan tentang hubungan bumi-matahari, grid, skala, distorsi peta itu sangat mendasar bagi geografi.

2. Diversitas dan Variabilitas

Gejala-gejala permukaan bumi tidak sama dan tidak tersebar merata, menimbulkan kebedaan atau diversitas dari tempat ke tempat. Ada tiga buah konsep penting yang berkaitan dengan pengertian diversitas tersebut, yaitu pola, kebedaan areal, dan regionalisasi.

Lanjutkan membaca “Konsep Dasar Geografi”