Asteroid dan Meteor

Asteroid, Meteor dan Meterorit Sebagai Anggota Tata Surya

= – = – =

.

Benda-benda angkasa yang terdapat di tata surya matahari tidak hanya planet dengan satelitnya, tetapi juga benda angkasa yang lain. Beberapa contoh anggota tata surya matahari selain planet dan satelit misalnya adalah komet, asteroid, meteor dan meteorit. Komet telah kita bahas pada postingan sebelumnya. Kali ini kita akan membahas tentang asteroid, meteor dan meteorit.

Lalu apakah yang dimaksud dengan asteroid, meteor dan meteorit itu?

Iklan

1. Asteroid

Asteroid atau planetoid adalah benda-benda langit berukuran kecil yang bergerak mengelilingi matahari. Sebagian besar asteroid ditemukan antara orbit Mars dan Jupiter. Dalam orbit ini, terdapat lebih dari 1.150 asteroid yang memiliki diameter lebih dari 30 km. Dalam tata surya kita, diperkirakan terdapat 30.000 asteroid, dan 6.000 di antarnya telah diketahui dengan pasti orbitnya.

Lanjutkan membaca “Asteroid dan Meteor”

Komet

Apakah Komet Itu?

= – = – =

.

Komet merupakan anggota tata surya yang terdiri atas pecahan benda angkasa, es dan gas yang membeku. Komet mengorbit matahari dalam suatu lintasan sangat elips. Strukturnya terdiri atas kepala dan ekor komet. Kepala komet mempunyai diameter lebih atas 65.000 km, meliputi inti komet dan selubung gas yang disebut koma, sedangkan ekor komet dapat mempunyai panjang sampai ribuan kilometer yang arahnya selalu menjauhi matahari.

Komet mengedari Matahari dengan bidang orbit yang berbedabeda. Ada yang berbentuk elips sangat pipih, parabola, bahkan hiperbola. Pada saat komet sangat dekat dengan Matahari sebagian partikel-partikel tubuhnya mencair karena panas Matahari dan membentuk ekor yang semakin dekat Matahari, ekor komet tersebut semakin panjang. Adapun pada saat jaraknya jauh dari Matahari hampir semua bagian tubuhnya membeku sehingga tidak terdapat lagi ekor.

Iklan
Lanjutkan membaca “Komet”

Planet Kerdil

Planet kerdil, planet katai, planet kurcaci atau dwarf planet

= – = – =

.

Pada awalnya dalam sistem tata surya (solar system) terdapat sembilan planet. Namun, sejak diselenggarakannya pertemuan International Astronomical Union (IAU) ke-26 di Praha, Republik Ceko, pada 24 Agustus 2006 disepakati bahwa terdapat delapan planet dalam sistem tata surya. Delapan planet tersebut beredar mengelilingi Matahari dengan periode revolusi yang berbeda. Kedelapan planet tersebut yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Pluto yang sebelumnya masuk ke dalam gugusan planet dalam tata surya hanya disetarakan dengan planet kerdil.  Planet kerdil hampir sama dengan planet biasa. Mereka sama-sama mengelilingi matahari, memiliki massa yang cukup besar, dan bukan merupakan satelit. Perbedaan kuncinya adalah planet memiliki orbit yang ‘steril’ alias gak dilewati benda langit lain, sedangkan planet kerdil tidak demikian. 

Planet katai atau planet kurcaci atau planet kerdil atau dwarf planet adalah sebutan bagi benda-benda langit yang memutari matahari dalam Tata Surya yang sesuai dengan ciri-ciri berikut:

  • mengorbit mengelilingi matahari
  • mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan benda tegar (rigid body) sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk ekuilibrium hidrostatik (bentuk hampir bulat)
  • belum “membersihkan lingkungan” (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya
  • bukan merupakan satelit sebuah planet atau benda angkasa nonbintang lainnya
Iklan
Lanjutkan membaca “Planet Kerdil”

Bintang dan Planet

Perbedaan Antara Bintang Dengan Planet

= – = – =

.

Pada malam hari dengan cuaca yang cerah tanpa awan di daerah yang masih sedikit cahaya lampu seperti di tengah laut, area sawah di daerah pedalaman hingga di puncak-puncak bukit atau gunung kta akan mendapati langit malam bertaburan dengan benda-benda angkasa yang terlihat bersinar di gelapnya malam. Benda-benda angkasa tersebut dapat berupa aneka bintang-bintang hingga planet-planet.

Lantas bagaimana cara membedakan antara bintang dengan planet yang sama-sama terlihat terang di gelap malam tersebut?
Untuk membedakan antara bintang dengan planet dapat diamati dengan membaca dan membandingkan ciri-ciri antara bintang dengan planet. Dari ciri-ciri yang ada dapat digunakan sebagai petunjuk benda angkasa tersebut apakah termasuk bintang atau bulan.

Iklan
Lanjutkan membaca “Bintang dan Planet”

Pandangan Tentang Jagat Raya

Anggapan-anggapan Mengenai Jagat Raya

= – =

Sejarah pembentukan bumi tidak bisa dilepaskan dari ruang luas yang ditempatinya yaitu jagat raya. Bumi terbentuk didahului oleh adanya pembentukan tata surya. Tata surya terbentuk didahului oleh adanya galaksi terlebih dahulu. Galaksi yang begitu luas dan besar dalam jumlah banyak menempati suatu ruang yang maha luas yaitu jagat raya.

Sejak berabad-abad lalu manusia memiliki anggapan tentang jagat raya. Anggapan atau pendapat ini terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan cara berpikir manusia. Beberapa anggapan atau pendapat tentang jagat raya yang terkenal adalah.

Iklan
Lanjutkan membaca “Pandangan Tentang Jagat Raya”

Teori Terjadinya Tata Surya

Teori Terjadinya Tata Surya

oleh : Andi Hidayat

= –  = – =

Galaksi terdiri atas berjuta-juta bintang dengan segala bentuk dan strukturnya, salah satu di antara bintang tersebut adalah matahari. Matahari dikelilingi oleh benda-benda angkasa yang lain yang membentuk suatu susunan yang disebut tata surya. Satu tata surya terdiri atas satu matahari dan benda-benda angkasa yang beredar mengelilinginya.

Tata surya matahari dikelilingi sembilan planet-planet termasuk planet bumi yang kita tempati ini.Selain planet-planet yang mengitari matahari, dalam tata surya matahari juga terdapat satelit-satelit yang mengelilingi planet, asteroid, komet, meteor, debu, kabut, dan benda-benda lainnya.

Sampai saat ini, proses terbentuknya bentukan jagat raya dan tata surya masih merupakan suatu misteri. Berbagai teori dan hipotesis banyak dikemukakan oleh para ahli untuk menjawab misteri tersebut. Beberapa teori tersebut di antaranya hipotesis nebula, planetesimal, teori pasang surut, dan teori bintang kembar dan teori awan debu.

Iklan

Berikut ini merupakan penjelasan singkat mengenai teori-teori tersebut :

Lanjutkan membaca “Teori Terjadinya Tata Surya”