LKS Peta dan Pemetaan : Memperbesar dan Memperkecil Peta

Mengubah Peta Secara Manual Menggunakan Metode Grid

Blog Guru Geografi MAN 1 Gunungkidul

Pada era digital seperti sekarang ini peta permukaan bumi dengan mudah bisa kita dapatkan di aplikasi android hingga PC, dari yang bersifat online maupun offline, dari yang gratis ataupun berbayar. Jika kita ingin mengetahui secara lebih detail suatu obyek di permukaan bumi atau ingin mengetahui secara kasar saja, maka caranya cukup mudah. Kita melakukannya dengan mencubit layar atau menekan tombol zoom in dan zoom out. Tentu hal ini memberikan kemudahan bagi kita dalam menggunakan peta sebagai sarana informasi keruangan. Namun bagaimana dengan cara memperbesar atau memperkecil suatu peta secara manual pada media kertas?

Secara manual memperbesar dan memperkecil peta dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain menggunakan metode grid, menggunakan pantograf hingga cara paling mudah yaitu fotokopi.
Metode grid adalah cara memperbesar dan memperkecil peta dengan membuat kotak-kotak bujur sangkar pada peta yang akan diperbesar/diperkecil, kemudian membuat kotak-kotak bujur sangkar yang berukuran lebih besar atau lebih kecil di media lain yang akan digunakan untuk menggambar atau meniru peta utama.

Lanjutkan membaca “LKS Peta dan Pemetaan : Memperbesar dan Memperkecil Peta”

Tjatur Rosediany – Pembelajaran Geografi Dengan Puzzle Peta (Puzpa)

Belajar Geografi selalu tidak akan lepas dengan Peta. Sebagai ciri khas dan produk ilmu Geografi peta. Peta merupakan media penyampaian informasi yang akan mempermudah manusia dalam melakukan orientasi lapangan. Bentuk orientasi lapangan tersebut misalnya pada waktu akan melakukan perjalanan menuju suatu tempat. Bisa juga pada saat seseorang ingin mengetahui lokasi di mana dia berada. Peta dapat mempelajari fenomena-fenomena yang terjadi di permukaan bumi baik fenomena fisik (alam) maupun fenomena non fisik (manusia). Penggunaan peta pada akhir-akhir ini dapat dikatakan merupakan kegiatan yang vital bagi seseorang yang akan melakukan perjalan ke suatu tempat, utamanya ke tempat yang belum pernah dia tuju.

Dalam kegiatan pembelajaran Geografi sendiri, penggunaan peta lazim digunakan oleh guru untuk menjelaskan fenomena di permukaan bumi. Penggunaan peta dengan cepat akan menunjukkan lokasi suatu fenomena. Gambar yang bersifat visual dapat merangsang siswa untuk lebih cepat menemukan lokasi suatu wilayah atau suatu obyek di permukaan bumi dibandingkan hanya dengan ucapan secara lesan.

Lanjutkan membaca “Tjatur Rosediany – Pembelajaran Geografi Dengan Puzzle Peta (Puzpa)”

Memanfaatkan Aplikasi Seterra Online Untuk Kegiatan Pembelajaran Lokasi Negara-negara Di Dunia

Pada kegiatan pembelajaran Geografi di SMA/MA terdapat materi tentang negara maju dan negara berkembang. Materi ini membeberkan tentang persebaran negara maju maupun berkembang yang terdapat di 5 benua utama di bumi lengkap dengan karakteristik masing-masing negara. Berbagai informasi yang ada di setiap negara dijelaskan secara ringkas meliputi nama resmi negara, letak negara baik secara absolut maupun relatif, luas negara, pemerintahan, jumlah penduduk dan berbagai atribut yang lainnya. Sebuah materi yang cukup membuat jenuh siswa-siswi di kelas karena begitu banyaknya informasi yang sebenarnya ringkas, tetapi karena terdiri dari banyak negara maka jadilah kumpulan ringkasan yang tebal.

Terlepas dari berbagai informasi setiap negara yang ringkas tersebut, jika membahas tentang negara maka hal pertama yang akan selalu berkaitan dengan ilmu Geografi adalah konsep esensial geografi yang paling awal dan sangat berciri khas Geografi yaitu konsep Lokasi. Saat membahasa konsep lokasi negara-negara berkembang dan maju yang ada di seluruh dunia maka akan berkaitan dengan prinsip distribusi yang akan menunjukkan persebaran negara-negara tersebut di bumi.

Lanjutkan membaca “Memanfaatkan Aplikasi Seterra Online Untuk Kegiatan Pembelajaran Lokasi Negara-negara Di Dunia”

Karya Siswa – Membuat Peta Timbul Dari Kertas Koran Bekas

Prinsip Reduce, Reuse dan Recycle sebisa mungkin tidak hanya saya pahamkan kepada siswa-siswi di tempat saya mengajar. Tetapi bagaimana prinsip yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan yang berkelanjutn tersebut bisa diterapkan secara langsung oleh mereka. Prinsip reduce bisa diterapkan misalnya mengurangi penggunaan air di toilet-toilet madrasah yang berlebihan atau saat menggunakan kran-kran di sekitar bangunan madrasah. Prinsip Reuse sendiri kami terapkan pada penggunaan ulang aneka kertas hvs folio atau kwarto. Sisi kertas yang masih putih belum digunakan untuk mencetak kita gunakan lagi untuk kegiatan belajar di kelas baik untuk permainan (kuis) atau untuk menjawab soal.

Prinsip Recycle atau Daur Ulang mungkin agak sulit diterapkan secara langsung oleh siswa, dalam arti mereka membuat suatu produk dengan mendaur ulang dari bahan-bahan tak terpakai melewati aneka proses produksi. Tetapi agar siswa dapat menerapkan secara sederhana maka ada satu kelompok siswa yang saya beri tugas untuk membuat peta timbul menggunakan kertas koran bekas.
Kelompok yang terdiri dari 4 siswi kelas XII IPS 1 ini membuat peta timbul wilayah Indonesia dan selama proses pembuatan peta timbul itu saya minta mereka untuk merekamnya.

Lanjutkan membaca “Karya Siswa – Membuat Peta Timbul Dari Kertas Koran Bekas”

Karya Siswa – Membuat Peta Timbul Dengan Aneka Biji-bijian Tanaman

Memasuki semester genap merupakan masa-masa krusial bagi siswa-siswa kelas XII. Semester genap kelas XII atau semester 6 adalah bulan-bulan dengan kegiatan pembelajaran yang bisa dikatakan padat dan waktu tatap muka di kelas yang sangat sedikit.  Awal bulan Januari siswa-siswi kelas XII mulai masuk kembali ke madrasah di semester genap dan pada minggu-minggu ke-2 atau ke-3 bulan Maret sudah akan menghadapi rangkaian ujian, dari Gladi Bersih UNBK, UAMBNBK, USBNBK, USBNKP hingga ke puncaknya yaitu UNBK pada awal April nanti. Dengan tugas tambahan saya sebagai teknisi Ujian Berbasis Komputer (UN, UAMBN, USBN) hingga ditunjuk sebagai Helpdesk UAMBNBK oleh Kanwil Kementerian Agama Propinsi DIY tentu membuat jumlah pertemuan saya di kelas dengan siswa-siswi semakin berkurang.

Lanjutkan membaca “Karya Siswa – Membuat Peta Timbul Dengan Aneka Biji-bijian Tanaman”

Membaca Peta – Menentukan Lokasi Menggunakan Metode Intersection

Menentukan lokasi dengan metode arah dan arah = INTERSECTION

Oleh : Andi Hidayat

——

Informasi yang terdapat di dalam peta dapat bersifat statik maupun dinamik. Bersifat statik artinya informasi yang ada di alam peta tersebut tidak bisa atau sulit berubah misalnya peta jenis tanah, peta geologi. Sedangkan bersifat dinamik artinya informasinya bisa dan mudah berubah tanpa batasan waktu, misal peta cuaca, peta jumlah penduduk. Jika sedang ada di suatu tempat dan kita membawa peta wilayah tersebut kadang kita juga akan menemukan beberapa obyek informasi yang bersifat dinamis.

Karena perubahan data atau karena kurang akuratnya peta kadang kita akan menemukan ada obyek di muka bumi yang kita bisa kenali di lapangan tetapi tidak ada di peta. Bagaimana cara menemukan obyek yang ada di lapangan dengan menentukan posisinya di peta yang kita bawa? Caranya adalah dengan menggunakan metode Intersection.

Lanjutkan membaca “Membaca Peta – Menentukan Lokasi Menggunakan Metode Intersection”