STUDI BROMO 4

MITIGASI DAN TANGGAP DARURAT GUNUNG BROMO

Budi Setiyarso

27 Nopember 2010

Kaldera Tengger

Kaldera Tengger

Mitigasi Bencana (peredaman) adalah istilah yang digunakan untuk menujukkan pada semua tindakan untuk mengurangi dampak dari suatu bencana yang dapat dilakukan sebelum bencana itu terjadi, termasuk kesiapan dan tindakan-tindakan pengurangan risiko jangka panjang.

Bakosurtanal telah memetakan mitigasi bencana Gunung Bromo dalam rangka meminimalisir korban dan kerugiannya dengan menginformasikan lokasi pengamatan gunungapi, lokasi barak pengungsian, jalur evakuasi dan arah jalur evakuasi sebagai berikut :

Lanjutkan membaca “STUDI BROMO 4”

STUDI BROMO 3

INFORMASI RUPA BUMI GUNUNG BROMO

Budi Setiyarso

26 Nopember 2010

Komplek Kaldera Tengger

Komplek Kaldera Tengger

Berdasarkan data Peta Rupa Bumi Indonesia lembar 1608-122 (Tosari), saya mendapatkan informasi ruang tentang Kaldera Tengger dan sekitarnya. Peta tersebut diterbitkan oleh BAPPEDAPROV Jawa Timur yang bekerjasama dengan Fakultas Geografi UGM.

Adapun informasi tersebut antara lain :

1. Penggunaan lahan

Informasi terkait penggunaan lahan di Kaldera Tengger dapat diidentifikasi bahwa komplek di dalam kaldera sebelah timur hingga utara didominasi pasir darat yang merupakan lokasi pengendapan hasil erupsi. kemudian komplek tengah kaldera yang terdiri dari dari lima gunung api tersebut mayoritas memiliki penggunaan lahan tegalan dan bukan hutan.

Lanjutkan membaca “STUDI BROMO 3”

STUDI BROMO 2

KAWASAN RAWAN BENCANA GUNUNG BROMO

Budi Setiyarso

26 Nopember 2010

Gunung Bromo 

Gunung Bromo

Rawan bencana adalah kondisi atau karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi pada satu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah, merendam, mencapai kesiapan, dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu (Bappenas). Namun dalam terapannya kata “rawan bencana” dalam istilah “Kawasan Rawan Bencana” mengacu pada konsep “bahaya” dalam istilah kebencanaan yang dipakai sekarang.

Lanjutkan membaca “STUDI BROMO 2”

STUDI BROMO 1

MENGENAL GUNUNG BROMO

Budi Setiyarso

25 Nopember 2010

Gunung Bromo

Gunung Bromo

Gunung Bromo adalah gunung berapi kerucut kecil yang aktif di Jawa Timur. Gunungapi ini terletak di tengah lautan pasir “Kaldera Tengger” yaitu kaldera depresi melingkar di tengah puncak gunung berapi utama (Gunung Tengger Purba). Lautan pasir kaldera terbentuk sekitar 820.000 tahun yang lalu akibat letusan yang sangat besar. Luas kaldera mencapai 10 Km2 dan terdapat sekumpulan kerucut lima anak gunung yaitu Gunung Bromo, Batok, Widodaren, Segorowedi dan Kursi. Di antara puncak-puncak gunung ini yang paling terkenal adalah Gunung Bromo dan Gunung Batok.

Lanjutkan membaca “STUDI BROMO 1”

STUDI MERAPI 14

Merapi Sebelum dan Sesudah Letusan

http://www.inigis.com

===

Erupsi eksplosif Gunung Merapi terus terjadi hingga saat postingan ini dituliskan. Terakhir terjadi kemarin Rabu (3/11/2010) pukul 16.05, yang menghasilkan luncuran awan panas berskala lebih besar daripada letusan pertama, 26 Oktober lalu. Letusan diikuti perluasan radius bahaya dari yang semula 10 kilometer menjadi 15 km dari puncak Merapi.

gambar diambil dari kompas.com [AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA]

Gunung Merapi adalah gunung yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.

// Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 14”

STUDI KRAKATAU

LAPORAN MONITORING ANAK KRAKATAU NASA

Budi Setiyarso

23 Nopember 2010

Anak Krakatau 

Anak Krakatau

Awan coklat tebal yang berisi abu, uap dan gas vulkanik sudah tampak keluar dari Anak Krakatau. Dalam sejarah geologi, Krakatau merupakan gunungapi yang pernah mengalami letusan sangat besar dan paling merusak di Indonesia. Sampai sekarang Krakataupun masih sering meletus pada bagian sisa-sisa letusan tahun 1883 yaitu pada bagian tengah yang disebut Anak Krakatau.

Lanjutkan membaca “STUDI KRAKATAU”