STUDI MERAPI 13

PETA RUPA BUMI INDONESIA WILAYAH MERAPI

Oleh : Budi Setiyarso

22 Nopember 2010

Logo BNPB

Logo BNPB

BNPB merilis Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) hasil kerjasama dengan Bakosurtanal dengan menambahkan informasi seputar kebencanaan Merapi 2010 seperti informasi :

– Zona ancaman Merapi tanggal 19 Nopember 2010 yaitu :

Area zona ancaman Sleman hingga arah Kali Boyong ke barat 10 Kilometer. Daerah tersebut meliputi dua desa di Kecamatan Turi (Girikerto dan Wonokerto). Arah Kali Boyong ke timur menjadi 15 kilometer. Zona ini berada di lima desa di Kecamatan Cangkringan Arogomulyo, Glagaharjo, Kepuharjo, Umbulharjo, Wukirsari). Area zona bahaya di Magelang menjadi 10 kilometer, Boyolali menjadi 5 kilometer dan Klaten menjadi 10 kilometer.

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 13”

Membaca dan Menafsirkan Peta

Peta sebagai alat untuk menyampaikan informasi keruangan merupakan media yang sangat penting bagi para penggunanya, terutama bagi mereka yang bekerja di luar ruang. Bagi seorang pendaki gunung misalnya, peta merupakan media dapat digunakan sebagai media untuk pengenalan medan. Dalam kegiatan menggunakan peta untuk pengenalan medan, maka seorang pendaki gunung akan melakukan dua kegiatan yang berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yaitu kegiatan membaca dan menafsir peta. Pendaki tersebut jika hanya hanya membaca peta tanpa berusaha menafsirkan informasi yang berada di dalamnya maka peta tersebut tidak akan memberikan informasi seperti yang diharapkan.

Membaca dan menafsirkan peta pada hakekatnya mempelajari/menganli medan melalui berbagai simbol-simbol yang ada pada peta. Berdasarkan simbol-simbol yang telah di analisis maka akan diperoleh kesimpulan. Dari kesimpulan tersebut dapat diberikan penafsiran yang berhubungan dengan ubsur-unsur gografis lainnya.

Lanjutkan membaca “Membaca dan Menafsirkan Peta”

STUDI MERAPI 12

TRACKING ABU VULKANIK MERAPI DENGAN SATELIT

Budi Setiyarso

19 Nopember 2010

Abu vulkanik 

Abu vulkanik

Setelah kejadian terakhir letusan yang dahsyat, Gunung Merapi telah memuntahkan awan abu vulkanik ke udara.

Data satelit sangat penting untuk menilai bahaya sekunder letusan untuk aktivitas lalu lintas udara dan keselamatan masyarakat umum sekitar Merapi. Sejumlah penerbangan internasional baik di dalam negeri dan keluar dari wilayah Indonesia banyak yang dibatalkan karena awan abu vulkanik tersebut.

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 12”

STUDI MERAPI 11

MELIHAT DAMPAK LETUSAN MERAPI DENGAN CITRA RADAR

Budi Setiyarso

18 Nopember 2010

Letusan Merapi 

Letusan Merapi

Setelah melihat dampak letusan Merapi dari citra ASTER, SPOT dan geoeye, kita masih dapat melihat tampilan dampak Merapi dengan citra radar dari LAPAN produksi Badan luar angkasa Jepang menggunakan satelit ALOS dengan sensor PALSAR. Sensor Phased Array type L-band Synthetic Aperture Radar (PALSAR) mempunyai keistimewaan dapat menembus awan, sehingga informasi permukaan bumi dapat diperoleh setiap saat, baik malam maupun siang hari. Resolusi untuk high resolusion mode dan ScanSAR masing-masing 10 meter dan 100 meter. Data PALSAR dapat digunakan untuk pembuatan DEM, Interferometry untuk mendapatkan informasi pergeseran tanah, kandungan biomass, monitoring kehutanan, pertanian, tumpahan minyak (oil spill), soil moisture, mineral, pencarian pesawat dan kapal yang hilang dll.

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 11”