Contoh Kerja Sama Bilateral Indonesia dengan Negara di Asia


Sejak kemerdekaan, Indonesia tidak hanya menjalin kerja sama dengan negara tetangga di Asia Tenggara, tetapi juga dengan negara-negara Asia lainnya yang cukup intensif, seperti Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan. Berikut ringkasannya.


1. Indonesia–Jepang

Jepang adalah negara kepulauan di timur Benua Eurasia dengan empat pulau utama: Hokkaido, Honshu (terbesar), Kyushu, dan Shikoku. Populasinya sekitar 126,3 juta jiwa (2022).

Bentuk kerja sama:

  • Perdagangan & Ekonomi – Jepang mitra dagang utama Indonesia. Ekspor Indonesia: minyak, gas, batubara, udang, tekstil. Impor dari Jepang: mesin, suku cadang mobil, elektronik, baja. Jepang juga memberi bantuan pembangunan untuk negara berkembang dan korban bencana.
  • Investasi – Jepang adalah investor terbesar di Indonesia (11,5% total investasi asing, 1967–2007), mengoperasikan sekitar 1.000 perusahaan dan mempekerjakan 32.000+ pekerja Indonesia.
  • Energi – Bantuan peningkatan listrik, kapasitas Jawa-Bali, dan kelistrikan ramah iklim.
  • Transportasi – Pembenahan distribusi barang, mengatasi macet Jakarta, pengembangan rel ganda, dan proyek MRT.
  • Pertanian – Bantuan irigasi, teknik produksi, strategi pertanian, serta riset dan pengembangan.
  • Pendidikan – Pertukaran mahasiswa, beasiswa, magang kerja.

2. Indonesia–Tiongkok

Tiongkok (RRT) adalah negara daratan terluas ketiga di dunia (9,59 juta km²). Secara astronomis terletak antara 18°LU–54°LU dan 73°BT–135°BT.

Bentuk kerja sama (berdasarkan MoU 2015):

  • Ekonomi – Pengusaha Tiongkok investasi di infrastruktur Indonesia dan peningkatan ekspor ke Tiongkok.
  • Transportasi – Bantuan pembangunan kereta cepat Jakarta–Bandung.
  • Maritim & SAR – Bantuan penanggulangan bencana alam bersama Basarnas.
  • Pajak – Menghindari pajak ganda antara kedua negara.
  • Antariksa – Kerja sama pengembangan roket (LAPAN–Lembaga Antariksa RRT, 2015–2020).
  • BUMN & Bank Pembangunan – Kerja sama di tingkat badan usaha negara.
  • Industri & Infrastruktur – Program Belt and Road Initiative (BRI) antara Kementerian BUMN dan Komisi Nasional Pembangunan & Reformasi RRT.

3. Indonesia–Korea Selatan

Korea Selatan terletak di selatan Semenanjung Korea, berbatasan dengan Laut Jepang (timur), Laut Kuning (barat), serta Korea Utara (utara).

Bentuk kerja sama:

a. Politik – Hubungan diplomatik ke-49 tahun (2022). Pada 2017, kedua pemimpin sepakat meningkatkan kemitraan menjadi special strategic partnership di empat bidang: pertahanan & luar negeri, perdagangan & infrastruktur, pertukaran antarmasyarakat, serta kerja sama regional & global.

b. Ekonomi – Target perdagangan US30miliar(2022).KoreaSelatanadalahinvestorstrategisdengannilaiUS30miliar(2022).KoreaSelatanadalahinvestorstrategisdengannilaiUS8,5 miliar. Ekspor utama Indonesia: batubara, karet, bijih tembaga, minyak nabati, alas kaki, kayu lapis. Kerja sama juga mencakup infrastruktur, energi ramah lingkungan, pariwisata, teknologi informasi, dan triangular cooperation.

c. Sosial Budaya

  • Pariwisata – 358.885 wisatawan Korsel ke Indonesia (2018). Proyeksi meningkat karena banyak syuting variety show Korsel di Indonesia.
  • Pendidikan – Pertukaran guru, kerja sama universitas, beasiswa, riset bersama. Dua universitas di Korsel mengajarkan studi Indonesia. Mahasiswa Indonesia di Korsel: 1.500 orang (2019).
  • Kerja sama antarkota/provinsi – 22 bentuk kerja sama (14 sister city, 8 friendship).
  • Promosi budaya oleh KBRI Seoul – Indonesian Day, kelas gamelan, kelas bahasa Indonesia, lomba pidato, demo masak, pagelaran seni, dll.

d. Ketenagakerjaan – PMI dikirim ke Korsel sejak 1994 (Program Industrial Trainee), lalu resmi melalui Employment Permit System (EPS, 2004). WNI di Korsel: 42.043 orang (2019), dengan lebih dari 90 organisasi komunitas.

e. Militer & Pertahanan – Pengadaan alutsista dari Korsel: Panser Tarantula, kapal selam Changbogo Class, pesawat T-50i Golden Eagle, pesawat KT-1B. Sebaliknya, Korsel membeli pesawat CN-235 dari Indonesia sebagai imbal dagang.