Contoh Kerja Sama Bilateral Indonesia dengan Negara di Eropa


Setelah menjalin kerja sama dengan kawasan Asia, Amerika, kini Indonesia juga aktif membangun hubungan bilateral dengan negara-negara maju di Eropa. Meskipun secara geografis terpisah jauh, kerja sama dengan negara seperti Inggris, Jerman, dan Belanda sangat strategis bagi Indonesia. Ketiga negara ini memiliki keunggulan di bidang ekonomi, teknologi, pendidikan vokasi, serta pertahanan. Lalu, kerja sama seperti apa saja yang telah terjalin? Berikut penjelasan ringkasnya.

1. Indonesia–Inggris

Inggris terletak antara 50°LU–60°LU dan 8°BB–2°BT, di sebelah barat daratan Eropa. Sebagai negara maju dan adikuasa di Eropa, Inggris menjadi mitra strategis Indonesia.

a. Ekonomi
Melalui kelompok kerja bersama ekonomi kreatif, dialog ekonomi reguler, dan partisipasi Inggris dalam Forum Pembiayaan Infrastruktur Indonesia 2019. Terbentuk juga Komite Ekonomi dan Perdagangan Bersama (JETCO).

b. Politik
Keduanya menjalin dialog siber, kerja sama Pembangunan Rendah Karbon (PRK), serta skema FLEGT untuk perdagangan kayu pasca-Brexit. Indonesia juga berpartisipasi dalam Media Freedoms Conference (2019), serta berkomitmen bersama soal repatriasi pengungsi Rohingya secara aman dan bermartabat.

c. Pertahanan dan Keamanan
Kerja sama dalam penanggulangan terorisme dan kekerasan berbasis ekstremisme.


2. Indonesia–Jerman

Jerman terletak antara 47°LU–55°LU dan 6°BT–15°BT. Hubungan bilateral resmi dibuka sejak 1952.

a. Pendidikan Vokasi
Sejak kemerdekaan, sekitar 27.000 pelajar Indonesia pernah studi di Jerman. Data 2017 mencatat 6.371 mahasiswa Indonesia di Jerman. Kerja sama formal dimulai tahun 1979 mencakup pendidikan, riset, dan teknologi. Contohnya kerja sama BMBF–BPPT (1988) tentang bioteknologi. Indonesia juga mengusulkan kerja sama energi bersih seperti panas bumi, clean coal, dan energi ramah lingkungan.

b. Ekonomi
Jerman mitra dagang utama Indonesia. Ekspor unggulan Indonesia: minyak sawit, alas kaki, elektronik, pakaian, karet, kopi, teh, rempah, kayu, dan mebel. Ekspor Jerman ke Indonesia: kendaraan bermotor, mesin industri, barang kimia, peralatan laboratorium, produk metal. Sekitar 250 perusahaan Jerman berbisnis di Indonesia, seperti Bayer, Volkswagen, Adidas, Allianz, dan BMW. Investasi Jerman dominan di sektor metal, kimia, farmasi, transportasi, dan komunikasi.

c. Kesehatan
Indonesia ingin memanfaatkan teknologi dan manajemen kesehatan Jerman yang maju.

d. Pertahanan
Kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (bekerja sama dengan Airbus Military). Jerman mengusulkan kemitraan strategis jangka panjang yang mencakup investasi dan produksi bersama.


3. Indonesia–Belanda

Belanda terletak antara 50°LU–53°LU dan 3°BT–7°BT, berbatasan dengan Laut Utara, Jerman, dan Belgia. Sebagian wilayahnya berada di bawah permukaan laut.

a. Ekonomi
Belanda adalah mitra dagang ke-15 dan investor ke-9 bagi Indonesia (2018). Nilai perdagangan mencapai US5,14miliar,turunmenjadiUS5,14miliar,turunmenjadiUS4,2 miliar (2019). Ekspor utama Indonesia: minyak sawit (19,16%), kopra (11,31%), asam lemak, timah. Impor dari Belanda: coal tar, kendaraan angkutan barang, minyak bumi. Realisasi investasi Belanda di Indonesia (2019) mencapai US$2,5 miliar untuk 11.040 proyek (naik 122%). Perusahaan besar: Unilever, Philips, Shell, ABN Amro, TNT. Wisatawan Belanda ke Indonesia (2019): 215.287 orang (peringkat ke-4 dari Eropa).

b. Pendidikan
Belanda membuka peluang studi bagi mahasiswa Indonesia melalui beasiswa Nuffic Neso, pelatihan vokasi, serta sistem pembelajaran online dengan teknologi terkini.