Sekilas tentang Australia
Australia terletak di selatan Asia, antara 10°LS–43°LS dan 113°BT–155°BT, dengan luas 7,68 juta km² (5,2% daratan dunia). Australia adalah benua terkecil sekaligus negara terbesar keenam di dunia. Selain daratan utama, Australia juga memiliki pulau seperti Tasmania, Cocos, Christmas, dan Macquarie.
Secara geologis, benua ini (disebut juga Sahul atau Meganesia) mencakup daratan Australia, Papua Nugini, Tasmania, dan pulau-pulau terdekat dalam satu landas kontinen. Pegunungan utama adalah Great Dividing Range dengan puncak tertinggi Gunung Kosciuszko. Sebagian besar wilayah tengah dan barat didominasi gurun pasir, seperti Gurun Gibson dan Victoria.
Iklim dan Penduduk
Australia memiliki iklim tropis (utara, suhu rata-rata 27°C) dan iklim sedang. Penduduknya sekitar 25,74 juta jiwa (2020), mayoritas keturunan imigran Inggris (95%). Suku Aborigin kurang dari 100 ribu jiwa (1,2%), tersebar di Australia Barat, Teritori Utara, dan Queensland.
Perekonomian
Pertambangan: gas alam, emas, bijih besi, batu bara. Pertanian: penghasil gandum terbesar. Peternakan: ayam, sapi, domba.
Permasalahan
Krisis air dan perubahan iklim. Australia adalah benua berpenduduk paling kering di bumi, dengan aliran sungai paling sedikit dan paling bervariasi. Kepadatan penduduk sangat rendah: kurang dari 3 jiwa/km².
Kerja Sama Indonesia–Australia
Hubungan bilateral Indonesia dan Australia sudah berlangsung lama. Berikut beberapa bentuk kerja samanya:
1. Bidang Keamanan Maritim
Keduanya memiliki kepentingan menjaga kedaulatan dan hasil laut. Kerja sama dilakukan melalui patroli bersama antara Australian Border Force, Australian Fisheries Management Authority, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia untuk mengawasi dan mencegah illegal fishing di perbatasan.
Hubungan semakin erat pada 2010, ditandai kunjungan bilateral pertama Perdana Menteri Australia Julia Gillard ke Indonesia.
2. Bidang Ekonomi (IA-CEPA)
Melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), kedua negara sepakat membentuk perjanjian perdagangan bebas yang mencakup:
- Perdagangan
- Investasi
- Capacity building (pengembangan kemampuan)
Sektor yang disepakati: agraria, pertambangan, jasa, dan ekonomi hijau.
Keuntungan bagi Indonesia:
- Kemudahan ekspor ke Australia, contoh: buah manggis berhasil menembus pasar Australia.
- Pemasukan investasi dari Australia, sehingga menambah modal perdagangan.
- Alih teknologi seperti Benchmark (teknologi pertanian dan pangan) serta Bluescope (teknologi pelapisan logam) untuk membantu pembangunan infrastruktur.

