Apa Itu Teori Agropolitan?
Teori agropolitan adalah pendekatan dalam pengembangan wilayah yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan dan pemerataan pembangunan.
Secara etimologis (asal-usul kata):
- Agro → pertanian
- Polis → kota
Jadi, agropolitan dapat diartikan sebagai pengembangan wilayah yang memadukan pembangunan pertanian (sebagai aktivitas ekonomi pedesaan) dengan sektor industri.
Sejarah dan Pemikiran di Balik Teori Agropolitan
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Tokoh & tahun | Friedman dan Douglass (1978) |
| Akar pemikiran | Berawal dari gagasan Myrdal tentang perlunya penyebaran fasilitas secara merata untuk mengurangi ketimpangan regional antara desa dan kota |
Inti pemikiran Myrdal:
Ketimpangan antara desa dan kota dapat dikurangi jika fasilitas dan pelayanan disebarkan secara merata, tidak hanya terkonsentrasi di perkotaan.
Konsep Dasar Teori Agropolitan
Teori agropolitan menitikberatkan pada penyediaan fasilitas yang setara dengan kota untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Jenis pelayanan yang dimaksud:
- Pelayanan kegiatan ekonomi
- Pelayanan kegiatan sosial budaya
- Pelayanan kehidupan sehari-hari (kebutuhan dasar masyarakat)
Manfaat bagi Petani
Dengan adanya pusat pelayanan agropolitan, petani mendapatkan keuntungan, antara lain:
- Meminimalkan biaya produksi (karena sarana produksi lebih mudah diakses)
- Meminimalkan biaya pemasaran (karena pusat distribusi lebih dekat)

