Latar Belakang: Indonesia yang Luas
Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya, Indonesia terdiri atas:
| Wilayah Administrasi | Jumlah |
|---|---|
| Provinsi | 38 |
| Kabupaten | 416 |
| Kota | 98 |
| Kecamatan | 7.288 |
| Desa | 74.961 |
| Kelurahan | 8.506 |
Wilayah ini terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020 telah mencapai 273,5 juta jiwa dan akan terus bertambah di masa mendatang.
Pertambahan penduduk ini tentu membutuhkan ruang baru untuk berbagai keperluan, seperti permukiman, industri, pertanian, dan lain-lain.
Pendekatan dalam Pengembangan Wilayah
Pengembangan wilayah adalah serangkaian proses yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Secara umum, pengembangan wilayah dapat ditinjau melalui dua pendekatan, yaitu:
- Pendekatan Spasial (berbasis lokasi/ruang)
- Pendekatan Sektoral (berbasis sektor kegiatan)
1. Pendekatan Spasial
Pendekatan spasial berorientasi pada lokasi atau letak pengembangan suatu wilayah. Pendekatan ini memperhatikan tiga unsur utama wilayah:
| Unsur | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| a. Struktur keruangan | Sistem pelayanan kegiatan dan jaringan infrastruktur yang mengintegrasikan wilayah | Kota Malang memiliki layanan pendidikan (PAUD hingga PT), kesehatan (rumah sakit & puskesmas), ekonomi (pasar tradisional & modern), serta jaringan jalan penghubung |
| b. Pemanfaatan lahan | Upaya memanfaatkan lahan untuk memperoleh hasil | Alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan, pertokoan, atau perhotelan di perkotaan |
| c. Keterkaitan antarwilayah | Jalinan hubungan (jalan) yang menghubungkan suatu wilayah dengan wilayah sekitarnya | Kota Malang terintegrasi dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang melalui jalan besar & kecil, baik wilayah formal maupun nodal |
2. Pendekatan Sektoral
Pendekatan sektoral adalah cara pandang bahwa seluruh kegiatan ekonomi di wilayah perencanaan dikelompokkan atas dasar sektor-sektor yang berfokus pada aktivitas manusia.
Empat pertanyaan panduan dalam analisis sektoral:
| Pertanyaan | Tujuan |
|---|---|
| Sektor apa yang memiliki keunggulan kompetitif di pasar global? | Menentukan sektor unggulan |
| Sektor apa yang bersifat basis dan nonbasis? | Membedakan sektor untuk lokal vs ekspor |
| Sektor apa yang memiliki nilai tambah tinggi? | Memilih sektor yang menguntungkan |
| Sektor apa yang banyak menyerap tenaga kerja? | Mengatasi pengangguran |
Jenis-jenis sektor:
| Sektor | Contoh Kegiatan |
|---|---|
| Primer | Pertanian, perkebunan, perikanan |
| Sekunder | Industri pangan, pakaian, perumahan, industri berat, sedang, kecil |
| Tersier | Jasa perdagangan, pendidikan, kesehatan |
Analisis lebih mendalam:
Setiap sektor dianalisis potensi dan peluangnya, lalu ditetapkan apa yang dapat ditingkatkan dan di mana lokasi peningkatannya.
Contoh analisis sektor pertanian:
Sektor Pertanian
├── Subsektor Tanaman Pangan → Komoditas: beras, jagung
├── Subsektor Palawija → Komoditas: kacang-kacangan
└── Subsektor Buah-buahan → Komoditas: sayuran, buah
Implementasi Pendekatan Sektoral di Indonesia
Implementasi pendekatan sektoral dalam pengembangan wilayah nasional merujuk pada dua dokumen perencanaan utama:
| Dokumen | Keterangan |
|---|---|
| RPJMN | Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional |
| RPJPN | Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional |
Kedua dokumen ini memuat serangkaian kebijakan lintas sektoral yang menjadi panduan pelaksanaan pengembangan wilayah di Indonesia.

