Pernahkah kalian memesan makanan secara online, lalu dalam waktu singkat pesanan tiba di depan rumah? Atau pernahkah kalian melihat video di media sosial tentang traktor tanpa sopir yang membajak sawah secara otomatis? Kedua contoh sederhana ini sebenarnya adalah gambaran kecil dari perubahan besar yang terjadi pada kegiatan sosial ekonomi kita akibat Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0. Di era ini, dunia nyata dan dunia maya semakin sulit dibedakan. Data dari sensor di ladang, pasar, hingga toko dikumpulkan, dianalisis oleh kecerdasan buatan (AI), lalu hasilnya kembali membantu manusia mengambil keputusan.
Konvergensi antara Dunia Nyata dan Dunia Maya
Masyarakat 5.0 mencapai tingkat konvergensi yang tinggi (peleburan batas) antara ruang fisik (dunia nyata tempat kita tinggal) dan ruang maya (dunia virtual tempat data dan informasi beredar).
Perbedaan antara Masyarakat 4.0 dan Masyarakat 5.0:
| Aspek | Masyarakat 4.0 | Masyarakat 5.0 |
|---|---|---|
| Cara memperoleh informasi | Manusia mengakses layanan cloud (database) di dunia maya melalui internet; lalu mencari, mengambil, dan menganalisis data sendiri | Informasi diperoleh dari sensor di ruang fisik (nyata) yang kemudian terakumulasi di dunia maya |
| Peran AI | Belum maksimal | Data besar (big data) dianalisis dengan kecerdasan buatan (AI) |
| Hasil analisis | Manusia yang mengolah dan menyimpulkan | Hasil analisis AI diumpankan kembali ke manusia di ruang fisik dalam berbagai bentuk (rekomendasi, peringatan, otomatisasi) |
Ilustrasi sederhana:
- Masyarakat 4.0: Kamu mencari informasi harga sayur di internet, lalu kamu sendiri yang menganalisis mana yang murah.
- Masyarakat 5.0: Sensor di pasar mengumpulkan data harga sayur, AI menganalisis tren harga, lalu aplikasi di ponselmu memberi tahu secara otomatis kapan dan di mana waktu terbaik membeli sayur.
Skenario Sosial Ekonomi dalam Masyarakat 5.0
Skenario dalam Masyarakat 5.0 memiliki enam scene (enam skenario/bidang). Jika kita melihat lebih dalam dari segi ekonomi dan sosial, ada dua skenario yang perlu kita ketahui:
1. Drone untuk Survei Properti dan Pengiriman Barang
- Drone (pesawat tanpa awak) diterapkan untuk mensurvei properti (misalnya memotret dan memetakan lahan dari udara) dan mengirimkan barang (misalnya paket, makanan, atau obat-obatan) ke rumah pelanggan.
2. Smart Management (Manajemen Cerdas)
- Layanan cloud yang cepat dan mudah diakses akhir-akhir ini sangat menguntungkan, baik bagi pengguna (konsumen) maupun perusahaan.
- Investasi dengan modal rendah dan integrasi yang mudah (menyambungkan berbagai sistem menjadi satu) memberi keuntungan besar bagi:
- Perusahaan kecil dan menengah (UKM/UMKM)
- Bisnis individu (wirausaha online)
Aktivitas Ekonomi di Bidang Pertanian
Selain di bidang properti dan logistik, aktivitas ekonomi pada Masyarakat 5.0 juga dapat dilihat pada bidang pertanian. Pemanfaatan AI dan big data yang terdiri dari beragam informasi sangat mendukung perubahan-perubahan di bidang pertanian.
Jenis informasi yang dikumpulkan dan dianalisis:
| Jenis Informasi | Manfaat |
|---|---|
| Kondisi pasar | Mengetahui harga komoditas dan permintaan konsumen |
| Data pertumbuhan tanaman | Memantau kesehatan tanaman, kebutuhan air dan pupuk |
| Data meteorologi | Memprediksi cuaca, musim hujan/kemarau, risiko gagal panen |
| Tren dan kebutuhan pangan | Menyesuaikan jenis tanaman yang dibudidayakan dengan minat konsumen |
Contoh perubahan teknologi di pertanian era Masyarakat 5.0:
| Teknologi | Fungsinya |
|---|---|
| Robot traktor | Membajak, menanam, dan memanen secara otomatis tanpa sopir |
| Drone pertanian | Menyemprot pupuk/pestisida, memantau tanaman dari udara |
| Distribusi barang cepat | Menyalurkan hasil panen sesuai kebutuhan konsumen dengan waktu singkat |

Sumber gambar : Magnific (Freepic)
Upaya Indonesia Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0
Mengangkat topik ekonomi dan sosial, Indonesia telah berupaya memaksimalkan penggunaan AI untuk dapat menghadapi tantangan pada Revolusi Industri 4.0. Penggunaan AI ini dirancang dengan berbagai sistem untuk membantu pertumbuhan ekonomi.
Manfaat AI bagi ekonomi Indonesia:
| Manfaat AI | Penjelasan |
|---|---|
| Analisis prediksi kinerja | Memprediksi bagaimana kinerja perusahaan atau sektor ekonomi di masa depan |
| Analisis perilaku konsumen | Memahami kebiasaan belanja masyarakat agar pemasaran lebih tepat sasaran |
| Proyeksi/perkiraan anggaran | Membantu pemerintah dan perusahaan merencanakan anggaran secara akurat |
| Perancangan sistem pemasaran | Merancang strategi iklan dan promosi yang efektif |
| Mengurangi downtime | Mengurangi waktu henti mesin di pabrik atau layanan karena AI bisa mendeteksi kerusakan lebih awal |
| Meningkatkan produktivitas | Menghasilkan lebih banyak output dengan sumber daya yang sama |
Kesimpulan
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Ciri utama Masyarakat 5.0 | Konvergensi tinggi antara ruang fisik dan ruang maya |
| Perbedaan dengan Masyarakat 4.0 | 4.0: manusia mencari & menganalisis data sendiri; 5.0: sensor + AI yang menganalisis lalu memberi rekomendasi ke manusia |
| Skenario ekonomi di Masyarakat 5.0 | Drone (survei properti & kirim barang) + Smart management (manajemen cerdas berbasis cloud) |
| Manfaat smart management | Modal rendah, integrasi mudah, menguntungkan UMKM dan bisnis individu |
| Pertanian di Masyarakat 5.0 | Menggunakan AI + big data (kondisi pasar, data tanaman, cuaca, tren pangan) + robot traktor + drone |
| Upaya Indonesia | Memaksimalkan AI untuk analisis kinerja, perilaku konsumen, anggaran, pemasaran, produktivitas |

