Kalau sebelumnya kita membedakan penelitian geografi berdasarkan tujuannya, sekarang kita lihat dari sisi “bentuk” atau cara penelitian itu dijalankan. Ada penelitian yang menyelami satu kasus secara mendalam, ada yang menyebar ke banyak objek untuk melihat pola umum, dan ada juga yang sengaja membuat kondisi terkontrol untuk menguji pengaruh sesuatu. Ketiganya sama-sama ilmiah, tapi cara kerjanya berbeda.
Bedanya bisa dibilang seperti ini: studi kasus itu fokus dan mendalam pada satu kasus; survei itu menjangkau banyak objek dalam waktu tertentu; sedangkan eksperimen itu mencari tahu pengaruh suatu perlakuan dalam kondisi yang dikontrol. Berikut pembahasannya:
A. Studi kasus
Studi kasus adalah penelitian yang mengupas secara mendalam satu aspek lingkungan sosial, termasuk manusia, sehingga hasilnya berupa gambaran yang lengkap. Penelitian ini biasanya dilakukan lewat studi lapangan dan wawancara.
Studi kasus itu nggak mencari banyak responden, tapi menggali satu kasus sedalam mungkin. Kita bisa observasi langsung ke lapangan, ngobrol dengan warga atau pihak terkait, lalu menyusun gambaran utuh tentang kasus tersebut. Cocok kalau fenomena yang diteliti unik, khas, atau butuh penjelasan kontekstual.
Contoh topik/fenomena geografi:
- Studi kasus adaptasi masyarakat di satu kampung pesisir yang terdampak abrasi.
- Studi kasus pola permukiman di bantaran sungai tertentu dan alasan warga tetap tinggal di sana.
- Studi kasus pengelolaan sampah di satu kelurahan yang dianggap berhasil.
B. Survei
Survei adalah penelitian yang dilakukan terhadap sekumpulan objek dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu tertentu. Survei dipakai untuk menguji kebenaran hipotesis dan mendeskripsikan hubungan antarvariabel.
Kalau studi kasus mendalam pada satu kasus, survei justru mengambil banyak objek supaya bisa melihat pola yang lebih luas. Biasanya pakai kuesioner atau wawancara terstruktur. Dari data banyak responden itu, kita bisa menguji dugaan awal dan melihat hubungan antara variabel, misalnya hubungan jarak rumah ke sungai dengan risiko banjir.
Contoh topik/fenomena geografi:
- Survei hubungan jarak permukiman ke sungai dengan tingkat risiko banjir di beberapa kecamatan.
- Survei persepsi warga terhadap kualitas lingkungan di kawasan industri.
- Survei pola mobilitas penduduk dan penggunaan transportasi di kawasan peri-urban.
C. Eksperimen
Eksperimen adalah penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain dalam kondisi terkontrol. Dengan kata lain, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian.
Eksperimen itu sengaja mengatur kondisi supaya pengaruh suatu perlakuan bisa dilihat dengan jelas. Ada kelompok yang diberi perlakuan dan ada pembandingnya, lalu hasilnya dibandingkan. Dalam geografi, eksperimen bisa dilakukan di laboratorium atau di lapangan dengan skala kecil, misalnya menguji pengaruh jenis tutupan lahan terhadap limpasan air.
Contoh topik/fenomena geografi:
- Eksperimen pengaruh jenis tutupan lahan terhadap besarnya limpasan air hujan.
- Eksperimen pengaruh kemiringan lereng terhadap kecepatan erosi tanah.
- Eksperimen pengaruh kerapatan vegetasi terhadap penurunan suhu permukaan.
Secara ringkas, penelitian Geografi berdasarkan bentuknya adalah sebagai berikut:
- Studi kasus = fokus mendalam pada satu kasus, lewat lapangan dan wawancara.
- Survei = banyak objek dalam waktu tertentu, untuk uji hipotesis dan hubungan antarvariabel.
- Eksperimen = menguji pengaruh suatu perlakuan dalam kondisi terkontrol.


