Jenis Penelitian Geografi Berdasarkan Metodenya

Setelah melihat penelitian geografi dari tujuan dan bentuknya, sekarang kita lihat dari sisi metode yang dipakai. Ini penting karena metode menentukan cara kita mengumpulkan dan mengolah data. Ada penelitian yang lebih banyak menggali cerita, pengalaman, dan makna di balik fenomena; ada juga yang fokus pada angka, pengukuran, dan perhitungan.

Sederhananya, metode itu seperti “alat kerja” peneliti. Kalau fenomena yang diteliti butuh pemahaman mendalam tentang pengalaman dan kualitas suatu kondisi, penelitian kualitatif lebih cocok. Tapi kalau yang mau dilihat adalah besaran, pola angka, atau hubungan yang bisa diukur, penelitian kuantitatif lebih pas.

A. Penelitian kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dipakai untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keunggulan suatu fenomena yang nggak bisa diukur atau dihitung jumlahnya.
Jadi, penelitian kualitatif itu lebih fokus pada “bagaimana” dan “mengapa” suatu fenomena terjadi, bukan pada angka. Datanya bisa berupa hasil wawancara, observasi, catatan lapangan, atau dokumen. Tujuannya memahami makna, pengalaman, dan kualitas suatu kondisi secara mendalam.

Contoh topik/fenomena geografi:

  • Menggali pengalaman warga bantaran sungai dalam menghadapi banjir tahunan.
  • Memahami alasan masyarakat pesisir tetap tinggal di kawasan rawan abrasi.
  • Menjelaskan makna dan pola adaptasi petani terhadap perubahan iklim di suatu daerah.

B. Penelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang dipakai untuk memperoleh informasi atau data berupa angka, yang kemudian dipakai sebagai alat untuk menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui.
Kalau kuantitatif, datanya berupa angka dan diolah dengan hitungan atau statistik. Penelitian ini cocok untuk mengukur besaran, membandingkan kondisi, atau melihat hubungan antarvariabel. Misalnya mengukur berapa persen perubahan luas lahan, berapa rata-rata curah hujan, atau apakah ada hubungan antara jarak ke sungai dan risiko banjir.

Contoh topik/fenomena geografi:

  • Mengukur hubungan jarak permukiman ke sungai dengan tingkat risiko banjir.
  • Menghitung perubahan luas tutupan lahan di sekitar kawasan industri selama 10 tahun.
  • Mengukur pengaruh kemiringan lereng terhadap besarnya erosi tanah.

Inti dari penelitian berdasarkan metode yang digunakan adalah sebagai berikut:

  • Kualitatif = menggali kualitas, makna, dan pengalaman fenomena; datanya bukan angka utama.
  • Kuantitatif = mengumpulkan dan mengolah data angka untuk mengukur atau menganalisis hubungan antarvariabel.