Oleh-oleh Workshop Manajemen Bencana di UGM

Pada hari Jumat tanggal 4 Februari 2011 saya mengikuti kegiatan Workshop sehari yang dilaksanakan di Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada. Kegiatan Workshop ini merupakan rangkaian awal kegiatan dari Olimpiade Geografi Nasional Tingkat SMA 2011 yang mengetengahkan tema ” Kontribusi Geografi Terhadap Upaya Mitigasi Bencana dan Pengelolaan Lingkungan dalam Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia”, yang dilaksanakan pada tanggal 4 – 6 Februari 2011. Kegiatan Olimpiade Geografi ini mayoritas  diikuti oleh  siswa-siswa SMA di daerah DIY dan Jawa Tengah, tetapi dari yang saya lihat kemarin diikuti beberapa sekolah dari luar Jateng dan DIY, bahkan ada teman dari Sumatera Selatan yang mendampingi siswa untuk kegiatan tersebut. Hmmm… luar biasa, sebuah semangat yang patut di tiru. Salut buat Pak Joni dari Muaraenim, semoga semakin semangat saja dan terus berkarya, dan thanks atas diskusi yang telah kita share satu sama lain.

Saya sendiri datang tidak datang bersama siswa-siswa karena madrasah kami tidak mendapat pemberitahuan mengenai acara tersebut. Saya datang atas pemberitahuan dari pihak panitia penyelanggara yang menulis di comment area pada salah satu postingan blog saya ini.

Lanjutkan membaca “Oleh-oleh Workshop Manajemen Bencana di UGM”

Konsep Dasar Geografi

Pemahaman lain dari konsep Geografi

Sumber : Geoinclass

 

1. Globalisme

Konsep ini terwujud dari hasil studi tentang bumi sebagai suatu bentuk “sphaira” atau bola, dan bumi sebagai bagian dari tata-surya. Bentuk bumi seperti itu (speroid), peredarannya, dan hubungannya dengan matahari, menghasilkan kejadian-kejadian penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup yang lain. Inklinasi sumbu-sumbu dan revolusi bumi mengelilingi matahari menghasilkan musim dan zona iklim; rotasi bumi menimbulkan gejala siang-malam, mempengaruhi gerakan air dan udara. Studi tentang globe sebagai model (miniatur) dari bumi memberikan dasar pengertian tentang grid-paralel dan meridian, yang selanjutnya memberikan pengertian tentang waktu, letak geografis, hakikat skala, distorsi peta.
Pengetahuan tentang hubungan bumi-matahari, grid, skala, distorsi peta itu sangat mendasar bagi geografi.

2. Diversitas dan Variabilitas

Gejala-gejala permukaan bumi tidak sama dan tidak tersebar merata, menimbulkan kebedaan atau diversitas dari tempat ke tempat. Ada tiga buah konsep penting yang berkaitan dengan pengertian diversitas tersebut, yaitu pola, kebedaan areal, dan regionalisasi.

Lanjutkan membaca “Konsep Dasar Geografi”

Simulasi Kelulusan 2011

Permendiknas Nomor 45/2011 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas Nomor 46/2011

tentang Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA.

Beberapa hari setelah keputusan permendiknas no 45/2011 tentang kriteria kelulusan ujian nasiona saya download dari www.ujiannasional.org, saya mendapat amanah dari kepala madrasah untuk membuat program/aplikasi simulasi kelulusan bagi para siswa. Tujuan pembuatan program/aplikasi ini agar anak-anak dapat mempersiapkan startegi yang efektif bagi mereka untuk menentukan nilai kelulusan. Salah satu tujuan simulasi tersebut adalah siswa dapat memprioritaskan mapel-mapel yang memberi nilai lebih dan menjaga agar mapel yang sulit bagi mereka tetap bisa mereka raih dengan nilai minimal. Harapan setiap orang pasti semuanya lulus dengan nilai baik, tapi simulasi ini dibuat dengan tujuan agar anak bisa menerapkan strategi dan memasang target yang realistis. Apalagi jika dikaitkan dengan input siswa di satker kami yang rata-rata menengah ke bawah (dari segi kemampuan kognitifnya), maka simulasi ini sangat perlu dibuat.

Seperti yang telah kita ketahui, kriteria penilaian kelulusan ujian nasional pada tahun 2011 sekarang ini berbeda dibanding tahun-tahun lalu. Kelulusan tahun 2011 sekarang ini tidak hanya ditentukan oleh hasil Ujian Nasional tetapi juga dengan ditentukan oleh nilai sekolah, tentu saja dengan persentase tertentu pada setiap komponen penentu kelulusannya.

Lanjutkan membaca “Simulasi Kelulusan 2011”

Lubang-lubang besar di muka bumi akibat tanah yang ambles

Fenomena tanah ambles biasanya terjadi tiba-tiba, walaupun hanya dikenal di tempat-tempat tertentu yang rawan ambles, fenomena ini telah terjadi di seluruh dunia. Awalnya ditandai dengan bocornya pipa-pipa ledeng yang berkarat, itu menandakan tanah berpijak kita sedang ambles pertahan, dan suatu hari nanti wuuusss…! Bangunan-bangunan diatasnya akan tersedot kedalamnya dan jalan-jalan akan hancur. Tapi ada juga yang amblesnya bersifat alami bukan karena campur tangan manusia dan hasilnya sangat indah dan menakjubkan. Aneh tapi nyata, inilah beberapa fenomena tanah ambles terbesar di dunia.

Lanjutkan membaca “Lubang-lubang besar di muka bumi akibat tanah yang ambles”

STUDI MERAPI 23

PETA LAHAR DINGIN MERAPI

Oleh : Budi Setiyarso

Lahar Dingin 

Lahar Dingin

Meskipun Merapi sudah menhentikan aktivitas letusannya, namun masih ada bahaya susulan yang mengancam warga di sekitar lereng Merapi yang disebut bahaya sekunder. Bahaya ikutan letusan gunung api ini sifatnya satu paket dengan bahaya aktivitas gunungapi sebelumnya (bahaya primer).

Bila suatu gunung api meletus akan terjadi penumpukan material dalam berbagai ukuran di puncak dan lereng bagian atas. Pada saat musim hujan tiba, sebagian material tersebut akan terbawa oleh air hujan dan tercipta adonan lumpur turun ke lembah sebagai banjir bebatuan, banjir tersebut disebut lahar

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 23”