Bintang dan Planet

Perbedaan Antara Bintang Dengan Planet

= – = – =

.

Pada malam hari dengan cuaca yang cerah tanpa awan di daerah yang masih sedikit cahaya lampu seperti di tengah laut, area sawah di daerah pedalaman hingga di puncak-puncak bukit atau gunung kta akan mendapati langit malam bertaburan dengan benda-benda angkasa yang terlihat bersinar di gelapnya malam. Benda-benda angkasa tersebut dapat berupa aneka bintang-bintang hingga planet-planet.

Lantas bagaimana cara membedakan antara bintang dengan planet yang sama-sama terlihat terang di gelap malam tersebut?
Untuk membedakan antara bintang dengan planet dapat diamati dengan membaca dan membandingkan ciri-ciri antara bintang dengan planet. Dari ciri-ciri yang ada dapat digunakan sebagai petunjuk benda angkasa tersebut apakah termasuk bintang atau bulan.

Iklan
Lanjutkan membaca “Bintang dan Planet”

Pandangan Tentang Jagat Raya

Anggapan-anggapan Mengenai Jagat Raya

= – =

Sejarah pembentukan bumi tidak bisa dilepaskan dari ruang luas yang ditempatinya yaitu jagat raya. Bumi terbentuk didahului oleh adanya pembentukan tata surya. Tata surya terbentuk didahului oleh adanya galaksi terlebih dahulu. Galaksi yang begitu luas dan besar dalam jumlah banyak menempati suatu ruang yang maha luas yaitu jagat raya.

Sejak berabad-abad lalu manusia memiliki anggapan tentang jagat raya. Anggapan atau pendapat ini terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan cara berpikir manusia. Beberapa anggapan atau pendapat tentang jagat raya yang terkenal adalah.

Iklan
Lanjutkan membaca “Pandangan Tentang Jagat Raya”

Teori Terjadinya Tata Surya

Teori Terjadinya Tata Surya

oleh : Andi Hidayat

= –  = – =

Galaksi terdiri atas berjuta-juta bintang dengan segala bentuk dan strukturnya, salah satu di antara bintang tersebut adalah matahari. Matahari dikelilingi oleh benda-benda angkasa yang lain yang membentuk suatu susunan yang disebut tata surya. Satu tata surya terdiri atas satu matahari dan benda-benda angkasa yang beredar mengelilinginya.

Tata surya matahari dikelilingi sembilan planet-planet termasuk planet bumi yang kita tempati ini.Selain planet-planet yang mengitari matahari, dalam tata surya matahari juga terdapat satelit-satelit yang mengelilingi planet, asteroid, komet, meteor, debu, kabut, dan benda-benda lainnya.

Sampai saat ini, proses terbentuknya bentukan jagat raya dan tata surya masih merupakan suatu misteri. Berbagai teori dan hipotesis banyak dikemukakan oleh para ahli untuk menjawab misteri tersebut. Beberapa teori tersebut di antaranya hipotesis nebula, planetesimal, teori pasang surut, dan teori bintang kembar dan teori awan debu.

Iklan

Berikut ini merupakan penjelasan singkat mengenai teori-teori tersebut :

Lanjutkan membaca “Teori Terjadinya Tata Surya”

Rasi Bintang Zodiak

Rangkaian Rasi Bintang Zodiak

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Rasi bintang secara umum ada empat yaitu rasi bintang utama yaitu Ursa Mayor atau orang Indonesia sering menyebutnya rasi bintang biduk, rasi bintang ini menunjukkan posisi arah utara. Rasi bintang Crux atau pari/salib/gubuk penceng menunjukkan arah selatan.  Rasi bintang Ursa Minor juga menunjukkan arah utara dan rasi bintang Orion yang menunjukkan arah barat dan posisi garis equator. Selain empat rasi/konstelasi utama tersebut dalam ilmu astrologi terdapat sejumlah rasi bintang yang berfungsi sebagai penanda posisi matahari pada bulan-bulan tertentu. Rasi-rasi bintang ini sering disebut zodiak.

Zodiak adalah sabuk khayal berbentuk lingkaran kubah besar yang terbentang di langit. Sabuk khayal tersebut memiliki lebar 18° dan berpusat pada lingkaran ekliptika, yaitu suatu pola lintasan perubahan posisi matahari di angkasa. Ekliptika yang dimaksud bukan lintasan matahari mengelilingi bumi, akan tetapi perbedaan posisi matahari di langit terhadap bumi. Posisi tersebut berubah setiap hari, dan dalam kurun waktu setahun membentuk alias satu lingkaran penuh. Semua benda-benda yang berada dalam tata surya kita, bila diamati, akan tampak seperti beredar mengelilingi lingkaran ekliptika tersebut. Di sepanjang lingkaran ekliptika tersebut, terdapat gugus bintang atau rasi bintang. Inilah pengertian zodiak yang sebenarnya dalam ilmu astrologi.

Secara etimologi zodiak berasal dari bahasa Yunani yaitu Zoodiacos Cyclos yang secara harfiah dapat diartikan sebagai lingkaran hewan. Diterjemahkan sebagai lingkaran hewan, mungkin karena kebanyakan dari rasi bintang ini adalah binatang, seperti: kepiting, domba, singa, kalajengking, ikan dan beberapa lainnya adalah disimbolkan dengan manusia, seperti si kembar gemini, dan virgo sang perawan.

Iklan
Lanjutkan membaca “Rasi Bintang Zodiak”

Rasi Bintang

Konstellasi Bintang Yang Terlihat Di Langit Malam 

oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Pada waktu malam hari di cuaca yang cerah kita akan sering mendapati banyak sekali bintang bertebaran di langit. Pada arah-arah tertentu dan bulan tertentu akan sering pula kita temukan gugusan bintang besar yang berdekatan dan membentuk pola-pola tertentu. Ada beberapa gugusan bintang itu yang berbentuk seperti rumah, orang memanah, layang-layang, kalajengking dan bentuk-bentuk lainnya.

Bentuk-bentuk gugusan bintang itu tidak selalu dapat kita lihat dengan jelas. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain kondisi cuaca, banyaknya lampu yang menyala pada malam hari yang menyebar ke angkasa menyebabkan langit malam menjadi terang. Gugusan bintang akan mudah kita lihat pada cuaca yang cerah dan langit gelap. Jika mengacu tempat maka di daerah gunung yang jauh dari permukiman dengan kondisi lingkungan yang gelap akan memudahkan kita melihat gugusan bintang tersebut. Tetapi meskipun cuaca cerah dan lingkungan gelap kita juga belum tentu dapat melihat gugusan bintang yang kita cari. Faktor musim dan kemampuan keilmuan kita juga turut berpengaruh.

Gugusan bintang yang terlihat di langit malam hari itu sering disebut dengan rasi bintang atau konstelasi bintang. Jadi Rasi Bintang merupakan kelompok bintang-bintang yang membentuk pola tertentu dan letaknya berdekatan. Suatu rasi bintang tersusun atas bintang-bintang besar yang membentuk pola-pola tertentu. Bintang-bintang besar ini berada di antara bintang lain yang lebih kecil sehingga cukup sulit untuk menghubungkan bintang-bintang tersebut dalam pola yang sesuai dengan bentuk rasi bintang yang dimaksud.

Ada beberapa rasi bintang yang terkenal dan sering kita dengar antara lain di belahan bumi selatan ada Rasi Pari/Gubug Penceng/Crux, Centaurus/Lanjar Ngirim, Argo, Rasi Canis Mayor, Rasi Virgo, Rasi Leo, dan Rasi Scorpio/Kalajengking. Di belahan bumi utara rasi yang terkenal, yaitu Rasi Lyra, Rasi Biduk/Ursa Mayor, Rasi Orion, Rasi Taurus, dan Rasi Pleyedes/Lintang Wuluh/Bintang Tujuh.

Iklan
Lanjutkan membaca “Rasi Bintang”

Galaksi

Kumpulan Galaksi Pembentuk Jagat Raya

oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Materi-materi yang terdapat dalam jagat araya atau alam semesta berjumlah sangat banyak dan tak terhitung. Kumpulan-kumpulan materi ini menempati ruang yang luas di alam semesta. Materi-materi pembentuk Jagat raya ini antara lain galaksi yang di dalamnya terdapat jutaan benda-benda angkasa yang meliputi tata surya, bintang, planet, satelit, asteroid, meteor, komet dan masih banyak lagi materi benda angkasa yang lain. Materi pembentuk jagat raya berdasarkan hirarki teratas adalah galaksi.

Galaksi adalah kumpulan bintang yang membentuk suatu sistem yang terdiri atas satu atau lebih benda angkasa yang berukuran besar dan dikelilingi oleh benda-benda angkasa lainnya sebagai anggotanya yang bergerak mengelilinginya secara teratur.

Berdasarkan ilmu astronomi, galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri atas bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas, yang anggotanya mempunyai gaya tarik menarik (gravitasi). Suatu galaksi terdiri atas milyaran bintang-bintang yang mempunyai ukuran, warna, dan karakteristik yang sangat beraneka ragam.

Iklan

Galaksi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Sumber cahaya berasal dari galaksi itu sendiri dan bukan merupakan cahaya pantulan
  2. Antara galaksi satu dengan yang lain mempunyai jarak jutaan tahun cahaya
  3. Galaksi-galaksi lainnya dapat terlihat berada di luar Galaksi Bimasakti
  4. Galaksi punya bentukan tertentu, misalnya: bentuk spiral, bentuk spiral berpalang, bentuk elips, dan bentuk tidak beraturan.

Berdasarkan bentuknya galaksi menjadi tiga, yaitu galaksi spiral, galaksi elips, dan galaksi tak beraturan. Pembagian tipe ini berdasarkan bentuk atau penampakan galaksi-galaksi tersebut, tetapi juga ada galaksi yang memiliki ciri khas dalam bentuk lain.

Lanjutkan membaca “Galaksi”