Ledakan Penduduk dan Dampaknya

Secara kuantitas penduduk di bumi tempat tinggal kita ini pasti akan terus bertambah, hingga pada masanya nanti bumi akan penuh sesak oleh manusia yang semakin banyak dan heterogen. Hal ini adalah fenomena kependudukan yang bersifat normal. Manusia dengan kodratnya untuk hidup berpasangan tentu akan memunculkan generasi-generasi berikutnya dalam jumlah yang lebih banyak dari pada generasi sebelumnya.
Bertambahnya penduduk di dunia ini adalah hal yang wajar, sehingga manusia melalui berbagai sendi kehidupan di bidang pemerintahan, ekonomi, sosial dan yang lain tentu akan mempersiapkan segala sesuatunya agar generasi mendatang bisa survive untuk keberlangsungan hidupnya. Pertambahan penduduk yang stabil dan lambat tentu menjadi dambaan semua negara, tetapi bagaimana jika pertambahan penduduk yang terjadi adalah sebuah fenomena geografi yang sering dinamakan dengan Ledakan Penduduk?

Ledakan penduduk adalah suatu keadaan yang memperlihatkan pertumbuhan jumlah penduduk yang melonjak dengan cepat dan tidak terkendali dalam waktu yang relatif pendek. Ledakan penduduk di suatu negara terjadi karena semakin tingginya angka kelahiran yang disertai dengan semakin rendahnya angka kematian karena beberapa indikator yang mempengaruhi, misalnya mambaiknya kondisi kesehatan masyarakat dan kondisi gizi masyarakat yang juga semakin membaik.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia juga mengalami masalah yang berkaitan dengan pertumbuhan penduduknya. Pertumbuhan penduduk di Indonesia dalam kurun waktu setiap 10 tahun terhitung sejak tahun 1971 – 2010 mengalami pertambahan yang besar, sebagaimana dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Lanjutkan membaca “Ledakan Penduduk dan Dampaknya”

Pengertian Antroposfer

Bumi sebagai kajian utama dalam ilmu geografi memiliki objek material yang dikaji meliputi lithosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer dan antroposfer. Dari objek material tersebut ada dua garis besar yang dapat diambil yaitu objek material yang berkaitan dengan kondisi fisik alam (atmosfer, lithosfer dan hidrosfer) dan objek material yang berkaitan dengan aktifitas makhluk hidup yang ada di planet ini (biosfer/flora-fauna dan antroposfer/manusia). Dalam kaitannya dengan aktifitas makhluk hidup, dadang muncul pertanyaan yang berkaitan dengan biosfer dan antroposfer. Flora-fauna dan manusia sama-sama makhluk hidup, tetapi mengapa dalam objek material ilmu geografi terjadi pemisahan kajian antara flora-fauna (biosfer) dengan manusia (antroposfer)? Mengapa manusia tidak masuk dalam objek biosfer? Bukankan manusia itu makhluk hidup? Ada siswa yang mengajukan pertanyaan seperti itu dan saat pertanyaan itu saya kembalikan kepada siswa-siswa lain di kelas maka kemudian mulailah terjadi diskusi yang menarik. Mereka mengajukan argumen-argumennya, menjawab dengan menggunakan berbagai sudut pandang dari disiplin ilmu yang berbeda-beda. Kemudian pada saat mereka saya minta menganalisis dari sisi pengaruhnya terhadap alam, hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan alam barulah mereka mulai menemukan garis besar mengapa objek material biosfer dan antroposfer tidak dijadikan satu.

Jika kita membahas bagaimana pengaruh aktifitas mahkluk hidup terhadap alam, maka keberlangsungan kehidupan flora dan fauna sangat dipengaruhi oleh alam dan tidak mempengaruhi alam secara langsung. Sedangkan keberlangsungan hidup manusia tidak hanya dipengaruhi oleh alam tetapi juga bagaimana manusia itu sendiri bisa mempengaruhi alam sekitarnya.

Sebagai contoh dari pengaruh manusia terhadap alam misalnya sebuah lereng gunung yang pada awalnya tidak begitu produktif bisa diubah oleh manusia menjadi produktif dengan memanfaatkan kemampuan menusia untuk “merubah” wajah alam

Lanjutkan membaca “Pengertian Antroposfer”