STUDI MERAPI IX
KALAU KRB DIREVISI
Budi Setiyarso
16 Nopember 2010
Seperti diulas pada tulisan sebelumnya bahwa beberapa daerah di KRB II dan III tidak tersentuh dampak letusan Merapi, namun beberapa daerah yang tidak termasuk dalam KRB II dan III tersentuh dampak letusan. Yang menjadi pertanyaan adalah “Perlukah Peta KRB direvisi?”. Mengingat setting morfologi puncak Merapi telah terjadi dinamika.
Kawasan rawan bencana sebaiknya ditentukan oleh pertemuan dua sistem yaitu probabilitas dan events (peristiwa). Probabilitas merupakan mapping hazard berdasarkan kajian ilmiah dengan mempertimbangkan karakterisik medan melalui studi geologi, morfologi, vulkanologi dsb. Events merupakan mapping hazard berdasarkan rekaman peristiwa ilmiah maupun pengetahuan lokal masyarakat yang telah “niteni” kejadian letusan selama bertahun-tahun bahkan turun temurun melalui cerita lisan maupun tertulis.







