Rekor Dunia

GUNUNG EVEREST TERNYATA BUKAN GUNUNG TERTINGGI DI DUNIA

Oleh : Budi Setiyarso

Gunung Everest

Gunung Everest

Hampir semua orang tahu bahwa Mount/Gunung Everest adalah gunung tertinggi di dunia. Bukan hanya di kalangan ilmuan /geologis tetapi informasi ini lebih trend di kalangan pecinta alam dan para pendaki. Banyak pendaki berduyun-duyun dari seluruh dunia demi perjalanan penaklukan Gunung Everest dengan rekor-rekor tertentu yang mereka ciptakan misalnya pendakian pertama dari negaranya, pendakian tercepat, pendakian dengan jalur baru, pendakian dengan setting yang berbeda dsb. Kebanggan para pendaki ini ketika mampu menancapkan bendera negara dan organisasinya di puncak Gunung Everest.

Puncak Gunung Everest adalah 8.848 meter (29.028 kaki) di atas permukaan laut. Elevasi ketinggian ini menempatkan Gunung Everest sebagai gunung dengan elevasi tertinggi. Namun ternyata dalam hitungan morfologis, Gunung Everest bukan gunung tertinggi. Atau dengan kata lain, Puncak Everest merupakan puncak tertinggi di dunia namun Everest bukan gunung tertinggi dalam ukurannya sebagai gunung.

Lanjutkan membaca “Rekor Dunia”

Perkembangan Lubang Ozon

MEMAHAMI PERKEMBANGAN LUBANG OZON

Oleh : Budi Setiyarso

Lubang Ozon

Lubang Ozon

Ozon adalah tabir surya alami bumi yang berfungsi melindungi kehidupan dari radiasi ultraviolet yang berlebihan. Menurut hasil penelitian, lapisan ozon bumi telah rusak oleh chlorofluorocarbon /CFC (bahan kimia yang digunakan untuk pendingin) dan aerosol dari spray kaleng yang berdampak menghancurkan molekul ozon.

Pada akhir 1980-an, pemerintah di seluruh dunia mulai memberi perhatian pada kehancuran lapisan ozon dengan menegosiasikan dalam Protokol Montreal, suatu perjanjian internasional untuk mengatur penggunaan bahan kimia perusak ozon. Perjanjian yang Indonesia juga turut mengesahkan itu menjadi dasar pelaksanaan tugas bagi para ilmuwan untuk menilai dan melaporkan secara teratur terhadap lapisan ozon, khususnya laporan tahunan lubang ozon di Antartika.

Pada bulan Januari 2011, Sekretariat Ozon dari United Nations Environment Programme (Lembaga Lingkungan Hidup PBB) merilis laporan terakhir dan mencatat bahwa protokol telah mampu melindungi lapisan ozon stratosfer dari peningkatan yang signifikan dan memberi manfaat bersama dengan mengurangi perubahan iklim.

Lanjutkan membaca “Perkembangan Lubang Ozon”

Badai Yasi

BADAI YASI DI AUSTRALIA MENYENTUH INDONESIA?

Oleh : Budi Setiyarso

Ilustrasi Yasi

Ilustrasi Yasi

Musim penghujan tahun ini merupakan musim penghujan dengan derajat kelembaban yang sangat basah. Seperti di ulas sebelumnya, Bill Patzert mengungkapkan bahwa tahun ini akan ada peristiwa La Nina terkuat sepanjang 50 tahun terakhir. La Nina sendiri adalah pendinginan udara di equator pasifik. Bukti peristiwa La Nina dapat dilihat dari kejadian Siklon Yasi berdasarkan laporan NASA berikut ini :

Siklon Yasi terus berjalan ke arah Queensland, Australia. Citra warna alami beresolusi sedang produk sensor MODIS (The Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) di satelit Terra NASA menangkap fenomena badai Siklon Yasi. Pemotretan dilakukan pukul 10:00 waktu Queensland (07:00 WIB) pada tanggal 1 Februari 2011. Badai membentang di atas Kepulauan Solomon dan Papua New Guinea. Bagian pantai Queensland (Australia) terlihat di sudut kiri bawah.

Siklon Yasi adalah sebuah siklon tropis yang mendarat di bagian utara Queensland, Australia. Pada mulanya siklon ini merupakan siklon berkategori 3 pada 31 Januari 2011. Pada 1 Februari siklon ini menguat menjadi siklon kategori 4 dan akhirnya pada 2 Februari, siklon ini menguat menjadi sebuah siklon kategori 5.

Lanjutkan membaca “Badai Yasi”

Konsep Dasar Geografi

Pemahaman lain dari konsep Geografi

Sumber : Geoinclass

 

1. Globalisme

Konsep ini terwujud dari hasil studi tentang bumi sebagai suatu bentuk “sphaira” atau bola, dan bumi sebagai bagian dari tata-surya. Bentuk bumi seperti itu (speroid), peredarannya, dan hubungannya dengan matahari, menghasilkan kejadian-kejadian penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup yang lain. Inklinasi sumbu-sumbu dan revolusi bumi mengelilingi matahari menghasilkan musim dan zona iklim; rotasi bumi menimbulkan gejala siang-malam, mempengaruhi gerakan air dan udara. Studi tentang globe sebagai model (miniatur) dari bumi memberikan dasar pengertian tentang grid-paralel dan meridian, yang selanjutnya memberikan pengertian tentang waktu, letak geografis, hakikat skala, distorsi peta.
Pengetahuan tentang hubungan bumi-matahari, grid, skala, distorsi peta itu sangat mendasar bagi geografi.

2. Diversitas dan Variabilitas

Gejala-gejala permukaan bumi tidak sama dan tidak tersebar merata, menimbulkan kebedaan atau diversitas dari tempat ke tempat. Ada tiga buah konsep penting yang berkaitan dengan pengertian diversitas tersebut, yaitu pola, kebedaan areal, dan regionalisasi.

Lanjutkan membaca “Konsep Dasar Geografi”

Lubang-lubang besar di muka bumi akibat tanah yang ambles

Fenomena tanah ambles biasanya terjadi tiba-tiba, walaupun hanya dikenal di tempat-tempat tertentu yang rawan ambles, fenomena ini telah terjadi di seluruh dunia. Awalnya ditandai dengan bocornya pipa-pipa ledeng yang berkarat, itu menandakan tanah berpijak kita sedang ambles pertahan, dan suatu hari nanti wuuusss…! Bangunan-bangunan diatasnya akan tersedot kedalamnya dan jalan-jalan akan hancur. Tapi ada juga yang amblesnya bersifat alami bukan karena campur tangan manusia dan hasilnya sangat indah dan menakjubkan. Aneh tapi nyata, inilah beberapa fenomena tanah ambles terbesar di dunia.

Lanjutkan membaca “Lubang-lubang besar di muka bumi akibat tanah yang ambles”

STUDI MERAPI 23

PETA LAHAR DINGIN MERAPI

Oleh : Budi Setiyarso

Lahar Dingin 

Lahar Dingin

Meskipun Merapi sudah menhentikan aktivitas letusannya, namun masih ada bahaya susulan yang mengancam warga di sekitar lereng Merapi yang disebut bahaya sekunder. Bahaya ikutan letusan gunung api ini sifatnya satu paket dengan bahaya aktivitas gunungapi sebelumnya (bahaya primer).

Bila suatu gunung api meletus akan terjadi penumpukan material dalam berbagai ukuran di puncak dan lereng bagian atas. Pada saat musim hujan tiba, sebagian material tersebut akan terbawa oleh air hujan dan tercipta adonan lumpur turun ke lembah sebagai banjir bebatuan, banjir tersebut disebut lahar

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 23”