Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Budaya Nasional dan Upaya Mengantisipasi

Globalisasi merupakan proses pembentukan sistem organisasi masyarakat dan dan komunikasi masyarakat di seluruh dunia (Selo Soemardjan). Proses globalisasi telah berlangsung sejak dahulu kala, ditandai dengan adanya ekspedisi penjelajahan bumi oleh tokoh-tokoh penjelajah dunia seperti Amerigo Vespucci, Marco Polo dan penjelajah besar lainnya. Usaha-usaha mereka menemukan dan membangun peradaban di tanah baru membawa budaya yang berbeda dengan budaya yang ada di daerah baru mereka.

Proses globalisasi pada era sebelum abad 90 relatif berjalan lambat. Namun berbeda halnya dengan proses globalisasi yang terjadi pada akhir abad 20. Pada masa kini teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat. Hal ini memberi dampak langsung terhadap cepatnya proses globalisasi yang terjadi di dunia. Di bidang transportasi dengan semakin banyaknya pilihan sarana transportasi maka semakin memudahkan mobilitas penduduk dari tempat satu ke tempat lain. Begitu pula perkembangan yang luar biasa pesat pada bidang informasi dan komunikasi, banyaknya produk-produk alat komunikasi membuat hubungan manusia satu dengan lainnya begitu cepat meskipun terpisahkan oleh jarak.

Proses globalisasi yang terjadi dan terus berlangsung ini memberikan dampak bagi kehidupan manusia beserta budayanya. Kemudahan mendapatkan informasi membuat manusia dengan cepat mengetahui berita apapun yang terjadi di belahan dunia yang lain. Peralatan komunikasi yang makin canggih membuat manusia mudah berhubungan dengan orang lain, dengan siapapun baik orang yang sama maupun yang berbeda latar belakang budayanya. Begitu pula dengan kegiatan transportasi dunia yang intens membuat orang mudah bepergian dari negara satu ke negara lain.

Lanjutkan membaca “Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Budaya Nasional dan Upaya Mengantisipasi”

Pengertian, Ciri-ciri dan Dampak Globalisasi

Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari tahun-tahun memberi pengaruh besar pada berbagai sendi kehidupan manusia. Berbagai produk teknologi mempermudah manusia dalam melakukan aktivitasnya. Bidang transportasi dan komunikasi merupakan salah satu contoh yang menunjukkan besarnya pengaruh kemajuan teknologi dalam mempermudah kehidupan manusia. Mobiltas penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah dilakukan menggunakan banyak pilihan sarana transportasi baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Angkutan darat seperti bus dan kereta api, angkutan laut maupun angkutan udara mudah diperoleh. Pelayanan terhadap penggunapun makin ditingkatkan baik dari segi keamanan dan kenyamanan.

Begitu pula kemajuan di teknolgi bidang informasi dan komunikasi semakin mempercepat manusia memperoleh berita yang diinginkan. Berbagai macam berita apapun dari belahan negara lain dengan mudah dapat diakses dengan cepat. Perkembangan politik, perekonomian, hiburan hingga gaya hidup dari negara lain cukup diakses menggunakan perangkat digital era modern seperti smartphone, tablet hingga laptop. Tidak salah jika kini sering kita dengar istilah dunia dalam genggaman.

Berbagai kemajuan di bidang transportasi, informasi dan komunikasi tersebut membuat proses interaksi secara global menjadi berjalan dengan pesat. Interaksi secara global ini sering juga disebut dengan istilah Globalisasi.
Pengertian Globalisasi lebih jelas menurut Selo Soemardjan, adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia.

Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia, juga mengalami dan terkena dampak dari proses globalisasi yang terus berlangsung. Globalisasi secara fisik di Indonesia bisa diamati dari pesatnya pembangunan nasional, menjamurnya hotel-hotel, pusat-pusat perbelanjaan dan sarana transportasi yang makin banyak baik jumlah maupun pilihannya.

Lanjutkan membaca “Pengertian, Ciri-ciri dan Dampak Globalisasi”

Kearifan Lokal Dalam Budaya Nasional

Budaya Nasional terbentuk dari gabungan budaya-budaya daerah dan menjadi identitas kebudayaan pada suatu negara. Kebudayaan terbentuk dari cipta, rasa dan karsa manusia yang menjadi kebiasaan-kebiasaan di suatu daerah. Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat berupa tindakan manusia dalam berhubungan dengan alam. Alam memberikan banyak hal yang dibutuhkan oleh manusia dan manusia memberikan timbal balik pada alam dalam bentuk gagasan dan tindakan yang tidak merugikan atau merusak alam.

Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh penduduk di suatu wilayah dan bersifat positif dan dapat menjamin kelangsungan hidup manusia dan alam ini termasuk sebagai wujud atau bentuk budaya. Bentuk hubungan antara manusia dengan alam ini  merupakan wujud dari budaya dan merupakan wujud budaya yang berkaitan dengan kearifan lokal.

Kearifan lokal berhubungan secara spesifik dengan budaya tertentu dan mencerminkan cara hidup suatu masyarakat tertentu.  Kearifan lokal adalah cara dan praktik yang dikembangkan oleh sekelompok masyarakat yang berasal dari pemahaman mendalam mereka akan lingkungan setempat yang terbentuk dari tinggal di tempat tersebut secara turun-menurun. Kearifan lokal muncul dari dalam masyarakat sendiri, disebarluaskan secara non-formal, dan dimiliki secara kolektif oleh masyarakat yang bersangkutan. Selain itu, kearifan lokal juga dikembangkan selama beberapa generasi dan tertanam di dalam cara hidup masyarakat yang bersangkutan sebagai sarana untuk mempertahankan hidup.

Kearifan lokal (local wisdom) menurut I Ketut Gobyah adalah produk budaya masa lalu yang berupa kebenaran yang telah mentradisi atau ajeg dalam suatu daerah yang bersifat universal. Kearifan lokal merupakan perpaduan antara nilai-nilai suci Tuhan. Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat setempat yang dilakukan secara terus-menerus.

Lanjutkan membaca “Kearifan Lokal Dalam Budaya Nasional”

Budaya Daerah Pembentuk Budaya Nasional

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan keragaman budaya. Keragaman budaya yang membentang dari daerah paling timur hingga barat dan daerah paling utara hingga paling selatan telah membentuk identitas negara Indonesia. Dengan kata lain, kebudayaan nasional Indonesia terbentuk dari gabungan budaya-budaya daerah di seluruh Indonesia. Budaya daerah mengalami asimilasi dan akulturasi dengan daerah lain kemudian mulai tumbuh dan terus berkembang menjadi kebiasaan-kebiasaan masyarakat Indonesia.

Indonesia sebagai negara dengan keragaman aneka macam budaya, maka daerah satu dengan yang lain memang berbeda. Perbedaan ini banyak ditemukan di berbagai unsur-unsur budaya yang ada, tetapi dengan menyatukan perbedaan tersebut maka akan dapat terbentuk budaya nasional yang kuat yang bisa berlaku di semua daerah di Indonesa. Walaupun tidak semuanya dan juga tidak mengesampingkan budaya daerah yang ada.

Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” adalah salah satu bentuk perwujudan dari perpaduan budaya-budaya daerah yang membentuk budaya nasional Indonesia. Pemuda-pemuda dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dengan latar belakang budaya yang berbeda dalam pertemuan pemuda bertajuk Sumpah Pemuda bersatu padu membulatkan tekat menyatukan Indonesia dengan menyamakan pola pikir tentang kesatuan tanah air, bangsa dan bahasa yaitu Indonesia.

Kebudayaan daerah dan nasional dibentuk oleh tujuh unsur budaya yang sama yaitu meliputi sistem bahasa, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem organisasi sosial/masyarakat, sistem pengetahuan, sistem mata pencaharian, sistem religi (kepercayaan keagamaan) dan sistem kesenian. Sistem-sistem ini membentuk kebudayaan daerah atau kebudayaan nasional yang memiliki ciri khas yang membedakan dengan kebudayaan nasional dari negara lain.

Lanjutkan membaca “Budaya Daerah Pembentuk Budaya Nasional”

Ragam Kebudayaan Daerah Maluku dan Papua

Papua merupakan salah satu dari lima pulau besar di Indonesia selain Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Jawa. Dari kelima pulau tersebut Papua adalah pulau terbesar. Meskipun merupakan pulau terbesar namun Papua merupakan pulau dengan jumlah penduduk yang sedikit. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kepadatan penduduk di Papua tahun 2014-2019 merupakan yang terendah di indonesia. Kepadatan penduduk di Papua Barat sebesar 9 jiwa/km² sedangkan Papua sebesar 11 jiwa/km².

Sedikitnya jumlah penduduk di Pulau Papua dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain angka kelahiran yang rendah, perbandingan luas lahan dengan jumlah penduduk yang rendah. Namun demikian meskipun memiliki jumlah penduduk sedikit Papua memiliki ciri khas budaya Indonesia Timur yang khas jika diamati berdasarkan tujuh sistem unsur pembentuk budaya.

Begitu pula dengan Kepulauan Maluku yang wilayahnya dimekarkan menjadi dua wilayah propinsi yaitu Maluku dan Maluku Utara. Wilayah ini banyak memiliki pulau-pulau kecil (kepulauan) yang memiliki kekayaan alam maupun budaya yang memikat pada setiap wisatawan yang mengunjunginya. Beberapa contoh hasil budaya di propinsi Maluku, Maluku Utara, Papu Barat dan Papua adalah sebagai berikut :

Lanjutkan membaca “Ragam Kebudayaan Daerah Maluku dan Papua”

Ragam Kebudayaan Daerah di Sulawesi

Pulau Sulawesi merupakan salah satu dari lima pulau besar di Indonesia setelah Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Papua. Sulawesi terletak di antara Papua dan Kalimantan dan termasuk region Indonesia Tengah. Dengan populasi lebih dari 19 juta penduduk atau sekitar 7% – 8% dari jumlah penduduk Indonesia, menjadikan Sulawesi sebagai pulau dengan penduduk terbanyak di Indonesia setelah pulau Jawa dan Sumatra.

Cukup banyaknya jumlah penduduk di pulau Sulawesi dengan berbagai latar belakangnya membuat pulau ini menjadi pulau yang memiliki berbagai macam budaya yang cukup beragam. Berbagai hasil karya seni, bangunan rumah, senjata tradisional, pakaian adat, tarian dan upacara adat hingga bahasa daerah yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari menjadi warna-warna budaya yang membentuk ciri khas pulau yang juga dikenal dengan sebutan Celebes ini.

Ragam budaya yang begitu banyak di Sulawesi membuat pemerintah pada masing-masing propinsi kemudian menggiatkan pelestarian budaya dan program wisata untuk memperkenalkan daerah mereka melalui budaya. Hasil-hasil karya budaya dapat digunakan sebagai sarana untuk menarik minat wisatawan asing maupun domestik agar tertarik mengunjungi Sulawesi.

Secara administratif Sulawesi dibagi menjadi 6 wilayah daerah tingkat I atau wilayah propinsi yaitu propinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Setiap propinsi tersebut memiliki banyak kesamaan budaya antar propinsi tetapi juga memiliki beberapa ciri khas yang membedakan wilayah satu dengan lainnya.

Lanjutkan membaca “Ragam Kebudayaan Daerah di Sulawesi”