Kearifan Lokal Dalam Budaya Nasional

Budaya Nasional terbentuk dari gabungan budaya-budaya daerah dan menjadi identitas kebudayaan pada suatu negara. Kebudayaan terbentuk dari cipta, rasa dan karsa manusia yang menjadi kebiasaan-kebiasaan di suatu daerah. Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat berupa tindakan manusia dalam berhubungan dengan alam. Alam memberikan banyak hal yang dibutuhkan oleh manusia dan manusia memberikan timbal balik pada alam dalam bentuk gagasan dan tindakan yang tidak merugikan atau merusak alam.

Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh penduduk di suatu wilayah dan bersifat positif dan dapat menjamin kelangsungan hidup manusia dan alam ini termasuk sebagai wujud atau bentuk budaya. Bentuk hubungan antara manusia dengan alam ini  merupakan wujud dari budaya dan merupakan wujud budaya yang berkaitan dengan kearifan lokal.

Kearifan lokal berhubungan secara spesifik dengan budaya tertentu dan mencerminkan cara hidup suatu masyarakat tertentu.  Kearifan lokal adalah cara dan praktik yang dikembangkan oleh sekelompok masyarakat yang berasal dari pemahaman mendalam mereka akan lingkungan setempat yang terbentuk dari tinggal di tempat tersebut secara turun-menurun. Kearifan lokal muncul dari dalam masyarakat sendiri, disebarluaskan secara non-formal, dan dimiliki secara kolektif oleh masyarakat yang bersangkutan. Selain itu, kearifan lokal juga dikembangkan selama beberapa generasi dan tertanam di dalam cara hidup masyarakat yang bersangkutan sebagai sarana untuk mempertahankan hidup.

Kearifan lokal (local wisdom) menurut I Ketut Gobyah adalah produk budaya masa lalu yang berupa kebenaran yang telah mentradisi atau ajeg dalam suatu daerah yang bersifat universal. Kearifan lokal merupakan perpaduan antara nilai-nilai suci Tuhan. Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat setempat yang dilakukan secara terus-menerus.

Lanjutkan membaca “Kearifan Lokal Dalam Budaya Nasional”

Budaya Daerah Pembentuk Budaya Nasional

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan keragaman budaya. Keragaman budaya yang membentang dari daerah paling timur hingga barat dan daerah paling utara hingga paling selatan telah membentuk identitas negara Indonesia. Dengan kata lain, kebudayaan nasional Indonesia terbentuk dari gabungan budaya-budaya daerah di seluruh Indonesia. Budaya daerah mengalami asimilasi dan akulturasi dengan daerah lain kemudian mulai tumbuh dan terus berkembang menjadi kebiasaan-kebiasaan masyarakat Indonesia.

Indonesia sebagai negara dengan keragaman aneka macam budaya, maka daerah satu dengan yang lain memang berbeda. Perbedaan ini banyak ditemukan di berbagai unsur-unsur budaya yang ada, tetapi dengan menyatukan perbedaan tersebut maka akan dapat terbentuk budaya nasional yang kuat yang bisa berlaku di semua daerah di Indonesa. Walaupun tidak semuanya dan juga tidak mengesampingkan budaya daerah yang ada.

Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” adalah salah satu bentuk perwujudan dari perpaduan budaya-budaya daerah yang membentuk budaya nasional Indonesia. Pemuda-pemuda dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dengan latar belakang budaya yang berbeda dalam pertemuan pemuda bertajuk Sumpah Pemuda bersatu padu membulatkan tekat menyatukan Indonesia dengan menyamakan pola pikir tentang kesatuan tanah air, bangsa dan bahasa yaitu Indonesia.

Kebudayaan daerah dan nasional dibentuk oleh tujuh unsur budaya yang sama yaitu meliputi sistem bahasa, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem organisasi sosial/masyarakat, sistem pengetahuan, sistem mata pencaharian, sistem religi (kepercayaan keagamaan) dan sistem kesenian. Sistem-sistem ini membentuk kebudayaan daerah atau kebudayaan nasional yang memiliki ciri khas yang membedakan dengan kebudayaan nasional dari negara lain.

Lanjutkan membaca “Budaya Daerah Pembentuk Budaya Nasional”

Ragam Kebudayaan Daerah Maluku dan Papua

Papua merupakan salah satu dari lima pulau besar di Indonesia selain Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Jawa. Dari kelima pulau tersebut Papua adalah pulau terbesar. Meskipun merupakan pulau terbesar namun Papua merupakan pulau dengan jumlah penduduk yang sedikit. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kepadatan penduduk di Papua tahun 2014-2019 merupakan yang terendah di indonesia. Kepadatan penduduk di Papua Barat sebesar 9 jiwa/km² sedangkan Papua sebesar 11 jiwa/km².

Sedikitnya jumlah penduduk di Pulau Papua dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain angka kelahiran yang rendah, perbandingan luas lahan dengan jumlah penduduk yang rendah. Namun demikian meskipun memiliki jumlah penduduk sedikit Papua memiliki ciri khas budaya Indonesia Timur yang khas jika diamati berdasarkan tujuh sistem unsur pembentuk budaya.

Begitu pula dengan Kepulauan Maluku yang wilayahnya dimekarkan menjadi dua wilayah propinsi yaitu Maluku dan Maluku Utara. Wilayah ini banyak memiliki pulau-pulau kecil (kepulauan) yang memiliki kekayaan alam maupun budaya yang memikat pada setiap wisatawan yang mengunjunginya. Beberapa contoh hasil budaya di propinsi Maluku, Maluku Utara, Papu Barat dan Papua adalah sebagai berikut :

Lanjutkan membaca “Ragam Kebudayaan Daerah Maluku dan Papua”

Ragam Kebudayaan Daerah di Sulawesi

Pulau Sulawesi merupakan salah satu dari lima pulau besar di Indonesia setelah Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Papua. Sulawesi terletak di antara Papua dan Kalimantan dan termasuk region Indonesia Tengah. Dengan populasi lebih dari 19 juta penduduk atau sekitar 7% – 8% dari jumlah penduduk Indonesia, menjadikan Sulawesi sebagai pulau dengan penduduk terbanyak di Indonesia setelah pulau Jawa dan Sumatra.

Cukup banyaknya jumlah penduduk di pulau Sulawesi dengan berbagai latar belakangnya membuat pulau ini menjadi pulau yang memiliki berbagai macam budaya yang cukup beragam. Berbagai hasil karya seni, bangunan rumah, senjata tradisional, pakaian adat, tarian dan upacara adat hingga bahasa daerah yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari menjadi warna-warna budaya yang membentuk ciri khas pulau yang juga dikenal dengan sebutan Celebes ini.

Ragam budaya yang begitu banyak di Sulawesi membuat pemerintah pada masing-masing propinsi kemudian menggiatkan pelestarian budaya dan program wisata untuk memperkenalkan daerah mereka melalui budaya. Hasil-hasil karya budaya dapat digunakan sebagai sarana untuk menarik minat wisatawan asing maupun domestik agar tertarik mengunjungi Sulawesi.

Secara administratif Sulawesi dibagi menjadi 6 wilayah daerah tingkat I atau wilayah propinsi yaitu propinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Setiap propinsi tersebut memiliki banyak kesamaan budaya antar propinsi tetapi juga memiliki beberapa ciri khas yang membedakan wilayah satu dengan lainnya.

Lanjutkan membaca “Ragam Kebudayaan Daerah di Sulawesi”

Ragam Kebudayaan Kalimantan

Kalimantan merupakan salah satu dari lima pulau terbesar di Indonesia selain Papua, Sulawesi, Sumatra dan Jawa. Kelima pulau besar ini bersama denga pulau-pulau kecil lainnya memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah, baik kekayaan hayati maupun non hayati yang telah memberi sumbangsih untuk kemakmuran negara. Salah satu sumbangsih yang diberikan adalah pemanfaatan alam untuk bidang wisata. Banyak wisatawan dari mancanegara yang berduyun-duyun mengunjungi Indonesia untuk menikmati keindahan alam Indonesia.

Namun suguhan wisata yang diberikan oleh pemerintah tidak hanya keindahan alam saja. Kebudayaan Indonesia yang dibentuk oleh budaya daerah yang beraneka ragam juga dikembangkan oleh pemerintah agar dapat menjadi ladang pendapatan yang akan mengisi pundi-pundi pemasukan negara.
Begitu pula dengan pulau Kalimantan yang memiliki kekayaan budaya yang begitu indah, eksotik dan menawan. Berbagai suguhan hasil-hasil budaya masyarakat dikembangkan untuk memuaskan para wisatawan yang datang.

Lanjutkan membaca “Ragam Kebudayaan Kalimantan”

Ragam Kebudayaan Bali, NTB dan NTT

Pulau Bali dan kepulauan Nusa Tenggara yang terbagi menjadi wilayah propinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur adalah gugusan kepulauan yang berada di bagian selatan Indonesia. Letaknya sejajar dengan pulau Jawa, melintang dari barat ke timur. Secara geologis pulau-pulau tersebut berada di atas jalur pegunungan muda sirkum Mediterania. Jalur ini bersifat aktif sehingga banyak terdapat gunung-gunung berapi aktif seperti Gunung Agung, Merbuk dan Batur di Bali. Gunung Rinjani, Tambora dan Sangeang di NTB. Gunung Lewotolo, Lewotobi, Rokatenda, Egon, Ebulobo, Kelimutu, Lika, Sirung, Liboleng dan Leroboleng di NTT.

Banyaknya gunung berapi di wilayah Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara menyebabkan wilayah tersebut memiliki tanah yang subur dan cocok untuk kegiatan pertanian, terutama pulau Bali. Bali diketahui merupakan propinsi dengan produktivitas panen padi tertinggi permeter persegi di Indonesia. Selain itu aktivitas vulkanik di Bali dan kepulauan Nusa Tenggara membuat wilayah tersebut memiliki panorama alam yang indah dan elok. Kondisi yang menjadikan wilayah ini memiliki potensi tinggi untuk pariwisata alam.

Namun keunggulan potensi wisata yang ditawarkan oleh Bali dan Nusa Tenggara tidak hanya wisata alam saja. Potensi budaya yang dimiliki oleh wilayah tersebut juga begitu tinggi dan dapat dikembangkan dan dimaksimalkan untuk  pariwisata. Begitu banyak unsur-unsur budaya yang dapat ditawarkan kepada turis baik asing maupun domestik untuk mengunjungi tempat ini.

Bali bahkan merupakan salah wilayah di Indonesia yang mengandalkan potensi budaya lokalnya untuk menarik wisatawan datang. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam pantai dan pegunungan namun juga keindahan dan kekayaan budayanya. Berbagai suguhan budaya seperti tarian daerah, upacara adat hingga bangunan-bangunan hasil budaya disajikan setiap waktu untuk menghibur dan memberikan kesan yang memuaskan bagi para wisatawan. Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur juga mau ketinggalan. Dua propinsi tersebut juga memanfaatkan potensi budaya mereka yang elok untuk menarik minat wisatawan.

Lanjutkan membaca “Ragam Kebudayaan Bali, NTB dan NTT”