Pengertian Kota

Definisi Kota Menurut Para Ahli

Pola Keruangan Kota

= – = – =

Membahas ilmu Geografi yang berkaitan dengan konsep interaksi interdependensi pasti akan kita akan selalu mengambil contoh termudah dari fenomena interaksi antara desa dengan kota. Pada saat membahas ilmu Geografi yang berkaitan dengan aspek non fisik pun kita juga akan sering mengkaitkan desa dengan kota. Pada prinsip geografi yaitu interelasi kita juga akan sering menggunakan fenomena interaksi desa dan kota untuk mencontohkan prinsip keterkaitan antara aktifitas manusia dengan manusia. Begitu pula dengan objek material Geografi tentang antroposfer dengan berbagai aktifitas manusia di dalamnya.

Desa dan kota merupakan perwujudan geografis bentukan manusia yang saling berkaitan dan memiliki hubungan ketergantungan di antara keduanya. Fungsi hinterland desa yang memasok bahan kebutuhan pokok kota dillengkapi dengan fungsi kota sebagai pemasok kebutuhan sekunder bagi masyarakat desa. Lalu apakah cuma hal itu saja yang membedakan antara desa dengan kota? Tentu saja tidak.
Nah pada posting ini kita akan membahas tentang pengertian desa dalam kajian ilmu Geografi.

Suatu kota terbentuk pada hakikatnya lahir dan berkembang dari suatu wilayah pedesaan. Perkembangan desa ini terjadi akibat tingginya pertumbuhan penduduk. Angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah menyebabkan wilayah tersebut menjadi padat penduduk. Hal ini kemudian diikuti oleh meningkatnya kebutuhan (pangan, sandang, dan perumahan) sehingga wilayahnya menjadi bertambah luas dan menjadi bersatu dengan desa-desa lain di sekitarnya. Selain itu dengan semakin pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) ciptaan manusia, maka kemudian bermunculan pemukiman-pemukiman baru. Hal berikutnya adalah, diikuti dengan bermunculannya fasilitas-fasilitas sosial seperti pasar, pertokoan, rumah sakit, perkantoran, sekolah, tempat hiburan, jalan-jalan raya, terminal, industri, dan sebagainya, hingga terbentuklah suatu wilayah kota. Mengingat lengkapnya fasilitas-fasilitas sosial yang dimiliki, maka kota merupakan daya tarik bagi penduduk yang tinggal di desa untuk berdatangan, bahkan sebagian di antaranya kemudian memilih tinggal di wilayah kota.

Kota merupakan suatu wilayah di permukaan bumi yang sebagian besar arealnya terdiri atas benda-benda hasil rekayasa dan budaya manusia, serta tempat pemusatan penduduk yang tinggi dengan sumber mata pencaharian di luar sektor pertanian. Pengertian tersebut juga berarti suatu kota dicirikan oleh adanya prasarana perkotaan, seperti bangunan yang besarbesar bagi pemerintahan, rumah sakit, sekolah, pasar, taman dan alun-alun yang luas serta jalan aspal yang lebar-lebar.

Berikut ini adalah pengertian/definisi kota :

Lanjutkan membaca “Pengertian Kota”

Struktur Ruang Desa 04

Pola Persebaran dan Permukiman Desa Menurut Paul H. Landis

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Permukaan bumi memiliki bentuk yang tidak sama. Ada beberapa tempat yang memiliki ketinggian rendah hampir sama dengan ketinggian muka air laut. Pada beberapa tempat yang lain ada yang sangat tinggi dan berada pada ketinggian tertentu. Relief permukaan bumi merupakan permukaan yang tidak rata. Jurang, gunung, bukit, lembah, dataran tinggi dan dataran rendah merupakan contoh-contoh bentuk permukaan bumi tersebut.

Bentuk permukaan bumi yang tidak rata tersebut berpengaruh pada pola permukiman penduduk. Pada permukaan bumi tertentu ada permukiman penduduk yang dibangun mengumpul, menyebar atau sejajar membentuk garis. Hal ini sangat dipengaruhi oleh bentang alam yang terdapat di sekitarnya.

Pola persebaran desa menurut Paul H. Landis mengelompokkan pola persebaran desa dalam 4 kelompok, antara lain sebagai berikut :


1. The Farm Village Type

Tipe desa yang penduduknya tinggal bersama di suatu tempat dengan lahan pertanian di sekitarnya.

Lanjutkan membaca “Struktur Ruang Desa 04”

Struktur Ruang Desa 03

Pola Persebaran dan Permukiman Desa Menurut N. Daldjuni

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Permukaan bumi memiliki bentuk yang tidak sama. Ada beberapa tempat yang memiliki ketinggian rendah hampir sama dengan ketinggian muka air laut. Pada beberapa tempat yang lain ada yang sangat tinggi dan berada pada ketinggian tertentu. Relief permukaan bumi merupakan permukaan yang tidak rata. Jurang, gunung, bukit, lembah, dataran tinggi dan dataran rendah merupakan contoh-contoh bentuk permukaan bumi tersebut.

Bentuk permukaan bumi yang tidak rata tersebut berpengaruh pada pola permukiman penduduk. Pada permukaan bumi tertentu ada permukiman penduduk yang dibangun mengumpul, menyebar atau sejajar membentuk garis. Hal ini sangat dipengaruhi oleh bentang alam yang terdapat di sekitarnya.

Menurut N. Daljuni,pola persebaran desa dapat dibedakan menjadi empat sebagai berikut :

1. Pola desa linier atau memanjang mengikuti jalur jalan raya atau alur sungai.

Pola persebaran desa linier terletak di dataran rendah dan umumnya sejajar dengan jalan raya yang memotong sungai. Jika penduduk bertambah, maka dibuat jalan baru mengelilingi desa untuk memudahkan pergerakan barang dan jasa

Pola semacam ini dapat dijumpai di daerah dataran, terutama dataran rendah. Tujuan utama bentuk desa yang linear atau memanjang adalah mendekati prasarana transportasi (jalan atau alur sungai) sehingga memudahkan mobilitas manusia, barang, dan jasa.

Lanjutkan membaca “Struktur Ruang Desa 03”

Struktur Ruang Desa 02

Pola Persebaran dan Permukiman Desa Menurut Bintarto

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Permukaan bumi memiliki bentuk yang tidak sama. Ada beberapa tempat yang memiliki ketinggian rendah hampir sama dengan ketinggian muka air laut. Pada beberapa tempat yang lain ada yang sangat tinggi dan berada pada ketinggian tertentu. Relief permukaan bumi merupakan permukaan yang tidak rata. Jurang, gunung, bukit, lembah, dataran tinggi dan dataran rendah merupakan contoh-contoh bentuk permukaan bumi tersebut.

Bentuk permukaan bumi yang tidak rata tersebut berpengaruh pada pola permukiman penduduk. Pada permukaan bumi tertentu ada permukiman penduduk yang dibangun mengumpul, menyebar atau sejajar membentuk garis. Hal ini sangat dipengaruhi oleh bentang alam yang terdapat di sekitarnya.

Dilihat dari pola desanya, Bintarto menggolongkan desa dalam beberapa macam, antara  lain sebagai berikut :

1. Pola memanjang jalan

Pola persebaran desa memanjang jalan terdapat di daerah yang arealnya datar  dan menghubungkan dua kota. Pola desa yang memanjang bertujuan untuk mendekati prasarana transportasi sehingga memudahkan untuk bepergian ke tempat lain apabila ada keperluan. Selain itu juga memudahkan pergerakan barang dan jasa.

Lanjutkan membaca “Struktur Ruang Desa 02”

Struktur Ruang Desa 01

Pola Persebaran dan Permukiman Desa Dalam Kaitannya Dengan Bentang Alam Pola Keruangan Desa = – = – = Bentuk persebaran desa yang terdapat di permukaan bumi berbeda satu sama lain. Halini sangat bergantung pada keadaan alamiah wilayahnya. Sebagai contoh, bentuk desa yang terletak di wilayah pegunungan tentunya sangat berbeda dibandingkan dengan di kawasan pantai. Pola persebaran ini berkaitan erat dengan kondisi tata ruang di desa … Lanjutkan membaca Struktur Ruang Desa 01

Pembangunan Desa 03

Hambatan dan Penanganan Permasalahan Pembangunan Desa

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah seyogyanya menyasar ke seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya masyarakat di perkotaan tetapi juga pada masyarakat di perdesaan. Jika pelaksanaan pembangunan negara dapat menyasar secara menyeluruh baik pada wilayah perkotaan maupun perdesaan maka semua lapisan masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang memadai di berbagai bidang kehidupan. Tingkat kesejahteraan penduduk dapat naik pula sesuai harapan pemerintah yang tercantum dalam rencana program pembangunannya.

Pembangunan yang dilaksanakan di wilayah perkotaan secara umum berjalan dengan lancar karena faktor aksesibilitas yang tinggi baik dari sisi transportasi maupun komunikasi. Tetapi tidak dengan pembangunan yang dilaksanakan di wilayah perdesaan. Pembangunan di wilayah perdesaan di Indonesia memiliki banyak hambatan yang harus ditangani oleh pemerintah.

Baca juga : Pembangunan Desa Dalam Pembangunan Nasional, Permasalahan Dalam Pembangunan Perdesaan.

Faktor-faktor yang menghambat pembangunan desa antara lain sebagai berikut :

  1. Penyebaran penduduk di Indonesia belum merata (65% bermukim di Pulau Jawa yang luasnya ± 7% dari luas seluruh Indonesia). Hal ini mengakibatkan daerah yang padat penduduknya kurang memiliki tanah garapan.
  2. Perbedaan adat kebiasaan dan perbedaan tingkat sosial ekonomi di setiap desa.
  3. Mayoritas penduduk desa bermata pencarian petani dan buruh tani. Apabila laju perkembangan penduduknya tinggi dan lapangan kerja di desa semakin sempit akan mengakibatkan terjadinya urbanisasi.
  4. Struktur desa bersifat dualistis, yaitu sebagian sudah mengalami pengaruh kehidupan kota dan sebagian lagi masih tradisional.
  5. Tingkat kehidupan masyarakat desa masih sangat rendah

Beberapa faktor yang menghambat di atas tentu segera ditangani oleh pemerintah agar tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan baru dalam pemerataan pembangunan.

Lanjutkan membaca “Pembangunan Desa 03”