Tenaga Endogen – Vulkanisme 8 – Material Letusan Gunung Api

Material-material Hasil Aktifitas Gunung Api

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Gunung api baik pada saat aktif, istirahat maupun mati akan mengeluarkan beberapa material. Material-material hasil aktifitas gunung api tersebut dapat berupa benda padat, cair maupun gas. Material-material tersebut dapat memberikan kerugian yang besar bagi manusia terutama pada saat letusan terjadi. Tetapi di sisi lain dapat juga memberikan keuntungan yang besar pula dalam berbagai sendi kehidupan manusia.

Bentuk-bentuk material yang dikeluarkan hasil dari aktifitas gunung api antara lain :

a. Material Padat (Eflata)

Berupa material letusan gunung api berwujud padat. Ada dua macam yaitu eflata autogen dan eflata alogen. Eflata autogen berupa material padat yang berasal dari dapur magma yang terbawa bersama lava yang keluar saat letusan terjadi, sedangkan eflata alogen berupa material padat yang berasal dari material di sekitar kawah yang ikut terlontar saat letusan. Material padat hasil letusan meliputi:

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 8 – Material Letusan Gunung Api”

Tenaga Endogen – Vulkanisme 7 – Penampang Gunung Api

Penampang Gunung Api

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Gunung api merupakan bentuk permukaan bumi yang terjadi karena adanya  penerobosan magma (intrusi) dari dalam bumi menuju ke celah-celah yang terdapat di bawah permukaan bumi.
Pada prosesnya, intrusi magma yang terjadi tidak semuanya mencapai ke permukaan bumi dan membentuk gunung api, tetapi ada juga magma yang menerobos celah-celah di bawah permukaan bumi dan hanya mencapai lapisan-lapisan tertentu saja dan terjebak di dalamnya.

Jika dilihat secara vertikal, penampang gunung api memiliki bagian-bagian seperti pada gambar di atas. Adapun penjelasan bagian-bagian gunung api adalah sebagai berikut :

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 7 – Penampang Gunung Api”

Tenaga Endogen – Vulkanisme 6 – Level Status Gunung Api

Level Status Keaktifan Gunung Api di Indonesia

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Bencana alam gunung api adalah salah satu bencana alam yang dapat diperkirakan letusannya. Meskipun tidak bisa diprediksi secara persis kapan akan meletus tetapi dengan mengamati tanda-tanda pra vulkanik maka penduduk sekitar gunung api tersebut dapat mempersiapkan diri melakukan tindakan mitigasi bencana untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.

Pengamatan yang dilakukan terhadap tanda-tanda alam gunung api akan meletus ini bisa dilakukan oleh siapapu, tetapi dalam pengambilan keputusan tentu saja membutuhkan keterlibatan pemerintah melalui pihak-pihak terkait yang menangani tentang kegunungapian misalnya PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi)

Pengambilan keputusan tentang gejala vulkanologi yang dapat menyebabkan bencana letusan gunung api dilakukan setelah pihak PVMBG melakukan pengamatan terhadap gunung yang akan meletus baik melalui pengamatan visual secara tidak langsung dari pos pengamatan maupun secara langsung dengan menerjunkan tim peneliti ke puncak gunung api. Setelah dilakukan pengamatan maka kemudia diputuskan aktifitas gunung api tersebut termasuk dalam level mana.

Ada empat tingkatan status gunung api di Indonesia. Berikut adalah keempat status tingkatan tersebut sebagaimana dikutip dari dokumen Pengenalan Gunungapi yang diunggah di laman Kementerian ESDM.

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 6 – Level Status Gunung Api”

Tenaga Endogen – Vulkanisme 5 – Gejala Pasca Vulkanik

Tanda-tanda Gunung Api Beristirahat/Mati (Gejala Pasca Vulkanik)

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Gunung berapi di Indonesia berdasarkan frekuensi aktifitas dan sejarah letusannya oleh ahli vulkanologi dikelompokkan dalam 3 tipe, yaitu :

  1. Gunung Tipe A yang mengalami letusan magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600. Contohnya adalah gunung Merapi, Galunggung, Sinabung, Bromo, Gamalama, Soputan, Kelud dll.
  2. Gunung Tipe B yang sesudah tahun 1600 menurut catatan belum pernah lagi mengalami erupsi magmatik tetapi masih memperlihatkan gejala-gejala vulkanisme seperti solfatara dan fumarola. Contohnya adalah gunung Ciremai.
  3. Gunung Tipe C yang tidak diketahui catatan letusannya dalam sejarah manusia tetapi memperlihatkan adanya gejala vulkanisme seperti solfatara dan fumarola dalam tingkat yang lemah. Contohnya adalah gunung Salak.

Setelah gunung api beristirahat atau bahkan mati, kadang-kadang masih terdapat gejala yang menunjukkan sisa aktivitas vulkanisme. Gejala ini dinamakan gejala pascavulkanik (Post Vulkanik). Gejala-gejala ini antara lain sebagai berikut:

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 5 – Gejala Pasca Vulkanik”

Tenaga Endogen – Vulkanisme 4 – Gejala Pra Vulkanik

Tanda-tanda Gunung Api Akan Meletus  (Gejala Pra Vulkanik)

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Suatu gunung api akan meletus tentunya tidak akan diketahui secara persis kapan akan terjadi, tetapi tentunya gunung tersebut memberikan tanda-tanda yang dapat membuat manusia lebih waspada.  Gunung api tidak akan serta meletus tanpa ada tanda terlebih dahulu, sehingga ada upaya mitigasi  yang bisa dilaksanakan oleh manusia seperti  mengevakuasi diri, keluarga, hewan peliharaan dan barang-barang berharga lainnya. Setidaknya pemerintah daerah setempat akan konsen mengenai penanggulangan bencana tersebut. Namun demikian pantauan dan imbauan tentunya tetap berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan memberikan informasi yang lebih akurat karena memiliki peralatan deteksi yang lebih lengkap.

Warga yang tinggal di dekat atau sekitar gunung api tentunya diharapkan mengenal tanda-tanda atau ciri-ciri dari gunung yang akan meletus tersebut, sehingga tidak terjadi kepanikan warga, apalagi sekarang ini tersedianya koneksi internet dan warga sangat mudah untuk mendapatkan informasi.

Beberapa tanda-tanda gunung api akan meletus bisa diamati pada perubahan lingkungan berikut ini :

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 4 – Gejala Pra Vulkanik”

Tenaga Endogen – Vulkanisme 3 – Dampak Gunung Api Bagi Kehidupan

Dampak Aktifitas Gunung Api Bagi Kehidupan

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Erupsi gunung api merupakan salah satu tanda bumi sedang melakukan aktifitas membentuk permukaannya. Letusan gunung api baik letusan yang bersifat lemah maupun kuat akan memberikan dampak terhadap kehidupan manusia, terutama bagi penduduk yang tinggal di sekitar lerek gunung api tersebut.
Aktifitas gunung api dapat memberikan dampak yang merugikan bagi penduduk sekitarnya, tetapi juga dapat memberikan dampak yang menguntungkan.

Dampak positif aktifitas gunung api kehidupan antara lain :

  • Tanah yang dilalui oleh abu vulkanik dari gunung berapi akan menjadi lebih subur dan sangat baik untuk pertanian, tentunya tanah tersebut akan meningkatkan hasil panen. Hal ini sangat menguntungkan bagi mereka yang bermata pencaharian sebagai petani.
Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 3 – Dampak Gunung Api Bagi Kehidupan”