STUDI MERAPI 11

MELIHAT DAMPAK LETUSAN MERAPI DENGAN CITRA RADAR

Budi Setiyarso

18 Nopember 2010

Letusan Merapi 

Letusan Merapi

Setelah melihat dampak letusan Merapi dari citra ASTER, SPOT dan geoeye, kita masih dapat melihat tampilan dampak Merapi dengan citra radar dari LAPAN produksi Badan luar angkasa Jepang menggunakan satelit ALOS dengan sensor PALSAR. Sensor Phased Array type L-band Synthetic Aperture Radar (PALSAR) mempunyai keistimewaan dapat menembus awan, sehingga informasi permukaan bumi dapat diperoleh setiap saat, baik malam maupun siang hari. Resolusi untuk high resolusion mode dan ScanSAR masing-masing 10 meter dan 100 meter. Data PALSAR dapat digunakan untuk pembuatan DEM, Interferometry untuk mendapatkan informasi pergeseran tanah, kandungan biomass, monitoring kehutanan, pertanian, tumpahan minyak (oil spill), soil moisture, mineral, pencarian pesawat dan kapal yang hilang dll.

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 11”

STUDI MERAPI X

Koleksi Foto Merapi BNPB

Budi Setiyarso

17 Nopember 2010

Foto-foto letusan Merapi dari BNPB update tanggal 16 Nopember 2010 adalah sebagai berikut :

Citra SPOT

SPOT (Systeme Probatoire de I’Observation de la Terre) adalah proyek kerjasama Perancis, Swedia dan Belgia dibawah koordinasi CNES (Center National d’Etudes Spatiales) badan ruang angkas Perancis. SPOT pertama diluncurkan pada tanggal 23 Februari 1986 dari stasiun peluncuran Kourou, Guyana Prancis dengan membawa dua sensor identik disebut HRV (Haute Resolution Visibel/resolusi tinggi pada cahaya tampak).

tentang SPOT selengkapnya

Citra SPOT

Citra SPOT

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI X”

STUDI MERAPI IX

KALAU KRB DIREVISI

Budi Setiyarso

16 Nopember 2010

Peta Kawasan Merapi 

Peta Kawasan Merapi

Seperti diulas pada tulisan sebelumnya bahwa beberapa daerah di KRB II dan III tidak tersentuh dampak letusan Merapi, namun beberapa daerah yang tidak termasuk dalam KRB II dan III tersentuh dampak letusan. Yang menjadi pertanyaan adalah “Perlukah Peta KRB direvisi?”. Mengingat setting morfologi puncak Merapi telah terjadi dinamika.

Kawasan rawan bencana sebaiknya ditentukan oleh pertemuan dua sistem yaitu probabilitas dan events (peristiwa). Probabilitas merupakan mapping hazard berdasarkan kajian ilmiah dengan mempertimbangkan karakterisik medan melalui studi geologi, morfologi, vulkanologi dsb. Events merupakan mapping hazard berdasarkan rekaman peristiwa ilmiah maupun pengetahuan lokal masyarakat yang telah “niteni” kejadian letusan selama bertahun-tahun bahkan turun temurun melalui cerita lisan maupun tertulis.

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI IX”

STUDI MERAPI VIII

DAERAH YANG TERKENA DAMPAK LETUSAN DI KRB II DAN III

Budi Setiyarso

16 Nopember 2010

Kawasan Rawan Bencana

Kawasan Rawan Bencana

Berdasarkan citra ASTER NASA yang telah ditampilkan sebelumnya. Saya ingin menghitung daerah yang terkena dampak letusan Merapi di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II dan III. Model perhitungannya adalah membuat wilayah dampak letusan yang diekspresikan dalam warna kelabu hingga hitam di citra tersebut. Tampilan citra yang sudah saya susun dengan KRB II dan III di Google Earth adalah sebagai berikut :

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI VIII”

STUDI MERAPI VII

REKAMAN DAMPAK MERAPI YANG DIRILIS NASA

15 NOPEMBER 2010

Budi Setiyarso

Laporan NASA tentang perekaman dampak letusan Merapi adalah sebagai berikut :

NASA 

NASA

Bahaya primer selama letusan Gunungapi Merapi terbesar adalah aliran piroklastik. Aliran ini terdiri dari gas vulkanis panas, abu dan batu yang turun dengan cepat dan menerjang dengan kasar. Kecepatan rata-rata jatuhan adalah 150 Km (90 Mill) per jam. Aliran Piroklastik ini biasanya diatur oleh sistem medan yaitu menjadi aliran yang kuat jika terfokus pada lembah sungai (terpengaruh gaya gravitasi) dan melebar pada daerah yang lapang.

Satelit Terra NASA memproduksi citra ASTER warna semu hasil perekaman vulkanisme Merapi yang memperlihatkan aliran piroklastik yang telah meratakan puncak Merapi dan mengalir sepanjang Sungai Gendol di bagian selatan Merapi. Warna kelabu merupakan rekaman material deposit vulkanik (dampak aliran piroklastik dan lahar) dan warna merah merupakan sebaran vegetasi (merah melambangkan kandungan air).

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI VII”