Unsur Cuaca dan Iklim 01
Penyinaran Matahari Sebagai Unsur Utama Cuaca Dan Iklim Di Bumi
Atmosfer
= – = – =
Matahari sebagai pusat tata surya memiliki pengaruh yang besar terhadap benda-benda angkasa yang beredar mengelilinginya. Tak terkecuali pada planet bumi yang menjadi tempat tinggal bagi makhluk hidup. Radiasi matahari yang diterima oleh bumi memberi pengaruh yang bersifat terus-menerus pada perubahan kondisi cuaca dan iklim di lapisan troposfer. Unsur-unsur cuaca dan iklim mengalami perubahan secara dinamis karena faktor penyinaran matahari tersebut.
Suhu di suatu wilayah akan mengalami kenaikan saat matahari menyinari wilayah tersebut, dan akan turun karena matahari tidak lagi menyinari. Hal ini terjadi karena rotasi bumi membuat wilayah-wilayah dipermukaan bumi tidak akan selalu mendapatkan sinar matahari secara rutin. Sinar matahari juga berpengaruh pada tekanan udara yang akan menghasilkan gerakan angin. Penguapan udara yang terjadi karena penyinaran matahari menyebabkan naiknya kelembaban udara, menyebabkan terjadinya pembentukan awan dan juga menyebabkan terjadinya turun hujan.

Matahari adalah sumber panas bagi bumi. Walaupun bumi sudah memiliki panas sendiri yang berasal dari dalam, panas bumi lebih kecil artinya dibandingkan dengan panas matahari. Panas matahari mencapai 60 gram kalori/cm2, tiap jam, sedangkan panas bumi hanya mencapai 55 gram/cm2 tiap tahunnya. Besarnya sinar matahari yang mencapai bumi hanya sekitar 43% dari keseluruhan sinar yang menuju bumi dan >50% lainnya dipantulkan kembali ke angkasa. Panas bumi sangat tergantung kepada banyaknya panas yang berasal dari matahari ke bumi.
Penerimaan panas dari penyinaran matahari berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Hal in dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, antara lain :





