Tenaga Endogen – Vulkanisme 5 – Gejala Pasca Vulkanik

Tanda-tanda Gunung Api Beristirahat/Mati (Gejala Pasca Vulkanik)

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Gunung berapi di Indonesia berdasarkan frekuensi aktifitas dan sejarah letusannya oleh ahli vulkanologi dikelompokkan dalam 3 tipe, yaitu :

  1. Gunung Tipe A yang mengalami letusan magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600. Contohnya adalah gunung Merapi, Galunggung, Sinabung, Bromo, Gamalama, Soputan, Kelud dll.
  2. Gunung Tipe B yang sesudah tahun 1600 menurut catatan belum pernah lagi mengalami erupsi magmatik tetapi masih memperlihatkan gejala-gejala vulkanisme seperti solfatara dan fumarola. Contohnya adalah gunung Ciremai.
  3. Gunung Tipe C yang tidak diketahui catatan letusannya dalam sejarah manusia tetapi memperlihatkan adanya gejala vulkanisme seperti solfatara dan fumarola dalam tingkat yang lemah. Contohnya adalah gunung Salak.

Setelah gunung api beristirahat atau bahkan mati, kadang-kadang masih terdapat gejala yang menunjukkan sisa aktivitas vulkanisme. Gejala ini dinamakan gejala pascavulkanik (Post Vulkanik). Gejala-gejala ini antara lain sebagai berikut:

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 5 – Gejala Pasca Vulkanik”

Tenaga Endogen – Vulkanisme 4 – Gejala Pra Vulkanik

Tanda-tanda Gunung Api Akan Meletus  (Gejala Pra Vulkanik)

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Suatu gunung api akan meletus tentunya tidak akan diketahui secara persis kapan akan terjadi, tetapi tentunya gunung tersebut memberikan tanda-tanda yang dapat membuat manusia lebih waspada.  Gunung api tidak akan serta meletus tanpa ada tanda terlebih dahulu, sehingga ada upaya mitigasi  yang bisa dilaksanakan oleh manusia seperti  mengevakuasi diri, keluarga, hewan peliharaan dan barang-barang berharga lainnya. Setidaknya pemerintah daerah setempat akan konsen mengenai penanggulangan bencana tersebut. Namun demikian pantauan dan imbauan tentunya tetap berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan memberikan informasi yang lebih akurat karena memiliki peralatan deteksi yang lebih lengkap.

Warga yang tinggal di dekat atau sekitar gunung api tentunya diharapkan mengenal tanda-tanda atau ciri-ciri dari gunung yang akan meletus tersebut, sehingga tidak terjadi kepanikan warga, apalagi sekarang ini tersedianya koneksi internet dan warga sangat mudah untuk mendapatkan informasi.

Beberapa tanda-tanda gunung api akan meletus bisa diamati pada perubahan lingkungan berikut ini :

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 4 – Gejala Pra Vulkanik”

Tenaga Endogen – Vulkanisme 3 – Dampak Gunung Api Bagi Kehidupan

Dampak Aktifitas Gunung Api Bagi Kehidupan

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Erupsi gunung api merupakan salah satu tanda bumi sedang melakukan aktifitas membentuk permukaannya. Letusan gunung api baik letusan yang bersifat lemah maupun kuat akan memberikan dampak terhadap kehidupan manusia, terutama bagi penduduk yang tinggal di sekitar lerek gunung api tersebut.
Aktifitas gunung api dapat memberikan dampak yang merugikan bagi penduduk sekitarnya, tetapi juga dapat memberikan dampak yang menguntungkan.

Dampak positif aktifitas gunung api kehidupan antara lain :

  • Tanah yang dilalui oleh abu vulkanik dari gunung berapi akan menjadi lebih subur dan sangat baik untuk pertanian, tentunya tanah tersebut akan meningkatkan hasil panen. Hal ini sangat menguntungkan bagi mereka yang bermata pencaharian sebagai petani.
Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 3 – Dampak Gunung Api Bagi Kehidupan”

Tenaga Endogen – Vulkanisme 2 – Karakteristik Letusan Gunung Api

Karakteristik Letusan/Erupsi Gunung Api

= – = – =

Gunung api yang terdapat di seluruh permukaan bumi memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan cenderung khas jika dilihat dari tipe letusannya. Pada suatu tempat ada gunung api pada saat meletus tidak berpotensi membahayakan penduduk yang hidup disekitarnya, tetapi di tempat lain terdapat gunung api yang pada saat meletus maka penduduk yang tinggal di sekitarnya harus mengungsi dan menyelamatkan diri dari bahaya letusan.

Berdasarkan jenis letusannya gunung api digolongkan menjadi 2 tipe, yaitu :

  1. Gunung api dengan letusan efusif, yaitu gunung api dengan kekuatan letusan lemah. Letusan yang terjadi berupa leleran lava yang bergerak lambat menuju lereng. Contohnya adalah gunung Killauea di kepulauan Hawaii
  2. Gunung api dengan letusan eksplosif, yaitu gunung dengan kekuatan letusan yang besar. Kekuatan letusan gunung ini dapat melontarkan partikel-partikel gunung api ke atmosfer. Contohnya adalah gunung Kelud di propinsi Jawa Timur Indonesia.
Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 2 – Karakteristik Letusan Gunung Api”

Tenaga Endogen – Vulkanisme 1 – Bentuk-bentuk Gunung Api

Bentuk-bentuk Gunung Berapi

= – = – =

Vulkanisme adalah salah satu aktifitas tenaga endogen dari dalam perut bumi yang berkaitan dengan penerobosan magma dari dalam perut bumi keluar menuju permukaan bumi. Wujud nyata dari kegiatan vulkanisme adalah letusan (erupsi) yang terjadi pada suatu gunung berapi.

Gunung berapi memiliki bentuk bermacam-macam yang dipengaruhi oleh kekuatan letusan dan karakteristik material yang dikeluarkan.

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 1 – Bentuk-bentuk Gunung Api”

Tenaga Endogen dan Tenaga Eksogen

Tenaga-tenaga Pembentuk Permukaan Bumi

= – = – =

Pemukaan bumi terdiri dari kerak benua yang tidak tergenang oleh air dan kerak samudera yang tertutup oleh air. Baik muka bumi di darat maupun di dasar laut memiliki kenampakan relief atau bentuk muka bumi yang bervariasi. Jika di daratan kita akan melihat banyak bentuk-bentuk muka bumi yang beraneka ragam seperti gunung, bukit, lembah, dataran tinggi, dataran rendah, danau, dataran banjir, sungai dan bentuk-bentuk morfologi lainnya, maka di dasar lautan juga memiliki bentuk muka bumi yang tidak jauh beda dengan di daratan.

Bentuk-bentuk muka bumi yang beraneka macam tersebut merupakan hasil dari tenaga alami pembentuk permukaan bumi, yaitu tenaga Endogen dan tenaga Eksogen. Apa itu tenaga Endogen dan Eksogen?

Tenaga Endogen adalah tenaga pembentuk muka bumi yang bersumber dari dalam perut bumi yang memiliki sifat membangun (konstruktif) suatu bentukan struktur permukaan bumi seperti pegunungan, lipatan, patahan lembah dan sebagainya. Proses-proses alam yang berhubungan dengan tenaga endogen adalah :

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen dan Tenaga Eksogen”