Pemanfaatan Aplikasi Kahoot Untuk Membuat Kuis Sederhana Pendukung Kegiatan Pembelajaran

Dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas, seorang guru akan penilaian sebagai bentuk evaluasi awal untuk mengukur seberapa besar daya serap peserta didik terhadap penguasaan materi yang telah disampaikan. Bentuk penilaian yang dilakukan dapat berupa test lisan atau tertulis, test performance atau bentuk test yang lain seperti kuis. Salah satu kuis yang dapat digunakan sebagai bentuk penilaian misalnya kuis interaktif menggunakan aplikasi online yaitu Kahoot!

Kahoot! adalah sebuah platform quiz/game/permainan online berbasis website yang dapat diakses dengan menggunakan aneka gadget baik PC maupun perangkat mobile seperti smartphone. Aplikasi Kahoot! ini merupakan aplikasi kuis interaktif yang akan menghadirkan  suasana yang seru dan menyenangkan bagi siswa dalam mengerjakan soal-soal kuis yang bersifat singkat.

Lanjutkan membaca “Pemanfaatan Aplikasi Kahoot Untuk Membuat Kuis Sederhana Pendukung Kegiatan Pembelajaran”

Karya Siswa – Syair Geografi

Syair Persebaran Barang Tambang, Diposting Agar Tetap Terkenang

oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Pada materi posting terdahulu, saya meminta siswa-siswi untuk membuat pantun tentang persebaran tambang dengan cukup mengambil tema berdasarkan lagu sebaran tambang yang sudah lama saya terapkan dan juga sudah saya upload di salah satu materi posting blog ini. Ada cukup banyak siswa-siswi yang mengirimkan pantun sebaran tambang pada saya lewat japri via WA. Pantun beberapa siswa-siswi tersebut kemudian saya screenshot dan saya lampirkan dalam materi posting tersebut. Pada awalnya saya berniat untuk mengcopy dan mengedit tulisan siswa tersebut, tetapi setelah saya pikir biarlah sesuai dengan pekerjaan asli mereka. Jika ada beberapa kesalahan rima pada pantun yang mereka buat, maka hal tersebut dapat saya maklumi karena beberapa dari mereka memang tidak terbiasa membuat pantun.

Berbeda dengan materi posting pantun, maka pada posting kali ini saya akan mengupload hasil karya siswa-siswi saya yang berupa syair persebaran barang tambang. Selain tugas membuat membuat pantun, ada satu kelas yang saya minta membuat membuat bentuk puisi lama yang mirip dengan pantun, yaitu syair.

Lalu apa syair itu dan apa pula perbedaan antara syair dengan pantun?

Syair ialah salah satu bentuk puisi lama yang terikat dengan irama sajak. Kata syair berasal dari bahasa Arab yakni Syu’ur artinya sebuah perasaan. Dalam bahasa melayu, syair merupakan istilah dari puisi umum yang di kembangkan menjadi syair yang ditata sesuai dengan keadaan.

Syair memiliki 4 baris kalimat dalam setiap baitnya, baris 1-4 pada syair merupakan isi, berbeda dengan pantun (baris 1-2 = sampiran, baris 3-4 = isi). Setiap baris syair memberi kesan kesatuan. Syair memiliki rima aa aa, 8-12 suku kata. Isi syair biasanya berupa petuah, nasehat, cerita maupun teguran.

Tidak banyak siswa yang mampu membuat syair dengan baik tentang barang tambang, beberapa dari mereka berpendapat membuat 4 baris isi sebuah syair membutuhkan konsentrasi dan keseriusan yang lebih dibandingkan dengan saat membuat pantun.

Berikut ini beberapa syair persebaran tambang yang dibuat oleh siswa-siswi :

Lanjutkan membaca “Karya Siswa – Syair Geografi”

Karya Siswa – Video Komik Geografi – Persebaran Fauna Dunia

Video Cerita Bergambar Tentang Persebaran Fauna di Dunia

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Pada tahun 1990-an komik merupakan salah satu media hiburan yang populer, apalagi di Indonesia. Lewat buku-buku komik anak-anak pada masa tersebut mengenal adanya tokoh Superhero yang sampai saat inipun masih begitu diakrabi oleh banyak orang seperti Superman, Batman, Spiderman dan seperhero lainnya. Komik-komik karya Walt Disney maupun Warner Bross juga mengenalkan kita pada karakter-karakter komik yang terkenal seperti Donald Bebek, Mickey Mouse, Guffi, Pluto, Winnie The Pooh, Looney Tunes hingga Tazmanian Devil. Serbuan komik-komik dari Jepang juga membuat generasi X dan generasi Milenial awal cukup mengenal karakter Doraemon dan Nobita, Kenzhin Himura, Naruto, Captain Tsubasa, Crayon Sinchan, Detektif Conan, Kenji Goh hingga Chinmi. Serbuan komik-komik tersebut membuat anak-anak banyak yang mengoleksi serial-serial komik tersebut sehingga saat mereka membaca bersama teman-temannya menimbulkan keseruan tersendiri dan menjalin keakraban antar teman.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, pesatnya peningkatan penggunaan media sosial membuat dominasi buku baik itu buku referensi, iptek, buku paket hingga buku-buku hiburan seperti novel dan komik mulai tergeser. Lambat laun buku komik yang dahulunya sempat merajai dunia baca menjadi sumber bacaan maupun sumber hiburan yang lambat laun mulai ditinggalkan.

Namun meskipun sudah mulai ditinggalkan dan generasi baru mulai beralih menggunakan media sosial dan smartphone untuk mendapatkan hiburan, namun komik masih memiliki penggemar yang cukup banyak juga. Adanya gambar yang disertai prolog atau pengantar cerita yang singkat serta teks yang juga sederhana dapat membuat pembaca komik cepat konsentrasi dalam memahami isi cerita yang ada di dalamnya.

Sebagai salah satu upaya agar komik tetap dapat dikenal oleh generasi sekarang ini maka saya memberikan tugas kepada siswa-siswa untuk membuat komik yang berbasis aplikasi android. Ada banyak aplikasi di android yang dapat digunakan untuk membuat komik antara lain Comica, Picsay, Picsart, Comics dan aplikasi lainnya. Agar lebih menarik maka komik itu kemudian saya minta dijadikan dalam format video dengan menggunakan aplikasi pengolah video sederhana berbasis sistem operasi Windows yaitu Windows Movie Maker.

Baca juga : Video Komik Persebaran Bioma  dan Komik Natalitas Mortalitas.

Lanjutkan membaca “Karya Siswa – Video Komik Geografi – Persebaran Fauna Dunia”

Model Pembelajaran Cardsort Dengan Teknik Turnamen

CARDSORT TOURNAMENT

Model Pembelajaran Cardsort Dengan Teknik Tournament

Oleh : Andi Hidayat, S.Pd.

= – = – =

Mendapat jadwal tatap muka di kelas pada jam siang merupakan kondisi yang dirasa cukup menantang bagi guru, tak terkecuali dengan saya. Pada hari sabtu (satker saya masih menerapkan 6 hari kerja) saya mendapat jadwal mengajar di dua kelas XI pada jam ke 6-7 dan 8-9. Pada jam pelajaran tersebut energi siswa-siswi bisa jadi sudah pada tahap melewati puncak konsentrasi belajar, sehingga motivasi/minat belajar mulai menurun. Rasa jenuh, lelah, kekenyangan dan mengantuk merupakan pemandangan umum yang akan sering kita dapatkan pada siswa-siswi. Lantas bagaimana menghadapi kondisi siswa-siswi yang sudah dalam kondisi seperti ini?

Ada cukup banyak model pembelajaran yang bisa kita terapkan pada jam-jam darurat penurunan motivasi belajar seperti ini. Model pembelajaran yang tidak hanya bersifat student center tetapi juga diwarnai atau dipadukan dengan bumbu permainan  (games) di dalamnya. Tentu saja model pembelajaran apapun yang diterapkan oleh guru harus disesuaikan dengan karakteristik materinya.

Salah satu model pembelajaran yang saya terapkan pada jam-jam seperti ini adalah model pembelajaran Cardsort. Dalam materi Geografi kelas XI IPS semester 1 terdapat KD yang membahas tentang persebaran flora dan fauna. Pada subbab materi flora fauna terdapat bahasan khusus tentang persebaran fauna di dunia yang menurut saya cocok untuk disampaikan kepada siswa dengan menggunakan model pembelajaran Cardsort. Pertanyaannya adalah apa sih Cardsort itu?

Hartono dalam bukunya yang berjudul “PAIKEM Pembelajaran Aktif Inovatif kreatif Efektif dan Menyenangkan” terbitan Zanafa menuliskan bahwa model pembelajaran Cardsort adalah strategi dan metode belajar dengan cara memilah dan memilih kartu (card sort) dengan tujuan dari strategi ini adalah untuk mengungkapkan daya ingat (recall) terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari siswa. Cardsort merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep penggolongan, sifat, fakta tentang suatu  obyek, atau mengulang informasi. Gerakan fisik yang dilakukan siswa dapat membantu untuk memberi energi kepada kelas yang telah letih. Model pembelajaran ini mengajak siswa untuk belajar aktif dan bertujuan agar siswa mempunyai jiwa kemandirian dalam belajar serta menumbuhkan daya kreativitas. Model pembelajaran card sort atau menyortir kartu adalah model pembelajaran yang sangat sederhana yang terdiri dari kartu induk dan kartu rincian yang berisikan materi yang akan disampaikan pendidik kepada peserta didik.

Lanjutkan membaca “Model Pembelajaran Cardsort Dengan Teknik Turnamen”

Piramida Penduduk

Hasil pendataan jumlah penduduk suatu negara baik dari sensus, survey maupun registrasi pada awalnya merupakan data mentah yang masih berupa angka-angka yang sangat banyak dan rumit untuk dibaca. Data yang diperoleh kemudian dikelompokkan dalam kriteria-kriteria tertentu. Pengelompokan penduduk dengan dasar kriteria ternetu inilah yang disebut dengan Komposisi Penduduk.
Salah satu kriteria pengelompokan data kependudukan adalah komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin.
Berdasarkan data pada postingan sebelumnya tentang komposisi penduduk menurut usia dan jenis kelamin diketahui jumlah penduduk Indonesia dengan jenis kelamin laki-laki lebih besar dibanding penduduk perempuan. Penduduk pada kelompok usia muda juga mendominasi jumlah penduduk di Indonesia.

Data jumlah penduduk menurut umur dan jenis kelamin yang diperoleh dari hasil perhitungan jumlah penduduk biasanya berisi data angka yang sangat banyak dan rumit untuk dibaca. Agar masyarakat yang menggunakan data hasil sensus dapat memanfaatkan informasi ini dengan mudah maka kemudian perlu dibuatkan grafik komposisi penduduk yang sederhana namun lebih memudahkan masyarakat dalam membaca data komposisi penduduk. Grafik yang menggambarkan kompisisi penduduk menurut usia dan jenis kelamin in disebut dengan Piramida Penduduk.

Lanjutkan membaca “Piramida Penduduk”

Karya Siswa – Membuat Peta Timbul Dari Kertas Koran Bekas

Prinsip Reduce, Reuse dan Recycle sebisa mungkin tidak hanya saya pahamkan kepada siswa-siswi di tempat saya mengajar. Tetapi bagaimana prinsip yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan yang berkelanjutn tersebut bisa diterapkan secara langsung oleh mereka. Prinsip reduce bisa diterapkan misalnya mengurangi penggunaan air di toilet-toilet madrasah yang berlebihan atau saat menggunakan kran-kran di sekitar bangunan madrasah. Prinsip Reuse sendiri kami terapkan pada penggunaan ulang aneka kertas hvs folio atau kwarto. Sisi kertas yang masih putih belum digunakan untuk mencetak kita gunakan lagi untuk kegiatan belajar di kelas baik untuk permainan (kuis) atau untuk menjawab soal.

Prinsip Recycle atau Daur Ulang mungkin agak sulit diterapkan secara langsung oleh siswa, dalam arti mereka membuat suatu produk dengan mendaur ulang dari bahan-bahan tak terpakai melewati aneka proses produksi. Tetapi agar siswa dapat menerapkan secara sederhana maka ada satu kelompok siswa yang saya beri tugas untuk membuat peta timbul menggunakan kertas koran bekas.
Kelompok yang terdiri dari 4 siswi kelas XII IPS 1 ini membuat peta timbul wilayah Indonesia dan selama proses pembuatan peta timbul itu saya minta mereka untuk merekamnya.

Lanjutkan membaca “Karya Siswa – Membuat Peta Timbul Dari Kertas Koran Bekas”