Lahan Potensial dan Bentuk-bentuk Ideal Pemanfaatannya

Lahan potensial merupakan lahan yang memiliki potensi besar jika dimanfaatkan. Dikatakan potensial karena lahan tersebut merupakan lahan subur yang sebenarnya dapat dimanfaatkan, tetapi belum dimanfaatkan atau belum diolah, padahal jika diolah akan memberikan nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu, juga mempunyai daya dukung terhadap kebutuhan manusia. Dari keadaan tersebut dapat diartikan bahwa lahan potensial merupakan aset yang dapat digunakan sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, harus ditangani dan dikelola secara bijaksana. Lahan potensial yang belum digarap sering disebut dengan istilah lahan tidur.

Lahan potensial tersebar di tiga wilayah utama daratan, yaitu di daerah pantai, dataran rendah, dan dataran tinggi. Lahan-lahan di wilayah pantai didominasi oleh tanah aluvial (tanah hasil pengendapan). Wilayah dataran rendah dihitung mulai dari dataran pantai sampai ketinggian 300 m dpl. Pada curah hujan yang sesuai dengan kawasan ini merupakan daerah subur seperti pada dataran aluvial. Wilayah dataran tinggi dihitung mulai dari ketinggian 500 m dpl sampai ke atas merupakan wilayah yang berkontur, berbukit-bukit sampai daerah pegunungan. Bagi daerah-daerah tanah tinggi yang dipengaruhi oleh gunung api, kondisi lahannya didominasi oleh tanah vulkanik yang subur yang kandungan mineral haranya cukup tinggi.

Lanjutkan membaca “Lahan Potensial dan Bentuk-bentuk Ideal Pemanfaatannya”

Klasifikasi Tanah Menurut USDA

Klasifikasi Jenis Tanah Menurut USDA

Pedosfer

= – = – =

Jenis tanah di Indonesia yang dikenal dan banyak digunakan di bidang pertanian dan ilmu pengetahuan antara lain tanah kapur, tanah aluvial, tanah laterit, tanah podzol, tanah mergel, tanah pasir, tanah gambut, tanah litosol, tanah latosol dan tanah vulkanik. Penamaan jenis tanah tersebut digunakan dalam pemetaan tanah dan memudahkan pengguna informasi pertanahan di Indonesia, karena beberapa nama tanahnya menggunakan kata yang familiar.

Sedangkan penamaan jenis tanah yang umum dan digunakan di dunia adalah klasifikasi yang dikeluarkan oleh United States Departement of Agriculture (USDA) pada tahun 1970. USDA mengklasifikasi terdapat 12 orde jenis tanah di bumi dengan menambahkan akhiran sol pada setiap nama tanah.  Sol merupakan penyingkatan kata solum yang berarti tanah dalam bahasa Latin. Adapun duabelas (12) jenis tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Lanjutkan membaca “Klasifikasi Tanah Menurut USDA”

Persebaran Jenis Tanah di Indonesia dan Pemanfaatannya

Tanah merupakan tubuh alam bebas yang menempati permukaan bumi bagian atas sebagai media tumbuh tanaman. Tanah memiliki jenis, persebaran dan tingkat kesuburan yang berbeda-beda. Perbedaan itu dipengaruhi oleh bahan-bahan penyusun tanah dan faktor yang mempengaruhi pembentukan tanah. Interaksi antara faktor-faktor pembentuk tanah akan menghasilkan tanah dengan sifat-sifat yang berbeda. Berdasarkan pada faktor pembentuk dan sifat tanah inilah, beberapa ahli mengklasifikasikan tanah dengan klasifikasi yang berbeda.

Tingkat kategori yang sudah banyak dikembangkan dalam survei dan pemetaan tanah di Indonesia, yaitu tingkat kategori jenis (great soil group). Klasifikasi jenis-jenis tanah pada tingkat tersebut sering digunakan untuk mengelompokkan tanah di Indonesia.

Jenis tanah yang tersebar di muka Bumi banyak sekali ragam dan karakternya. Terdapat tanah yang berwarna hitam, gembur dan sangat subur. Di lain tempat dijumpai tanah yang terbentuk dari hasil pengendapan yang terdiri atas kerikil dan pasir yang masih lepas-lepas, tapi ada pula jenis tanah yang sangat lengket karena mengandung mineral liat sangat tinggi. Berbagai jenis tanah dengan variasi sifat fisika-kimia masing-masing tentunya memiliki nama-nama tersendiri.

Sebagian besar tanah di Indonesia merupakan tanah vulkanis. Walau demikian, jika lebih dikhususkan lagi maka jenisnya sangat beraneka ragam, antara lain sebagai berikut :

Lanjutkan membaca “Persebaran Jenis Tanah di Indonesia dan Pemanfaatannya”

Sifat Fisik dan Sifat Kimia Tanah

Ciri-ciri Tanah Berdasarkan Sifat Fisik dan Sifat Kimianya

Pedosfer

= – = – =

Tanah merupakan lapisan terluar dari lithosfer yang terbentuk dari batuan yang melunak dan menutupi batuan induk yang ada di bawahnya. Tanah merupakan media tempat tumbuhnya tanaman. Tumbuhan memerlukan tanah untuk dapat hidup, jika tidak ada tanah di suatu tempat maka tumbuhan-tumbuhan besar dipastikan tidak dapat tumbuh. Faktor ketebalan lapisan tanah juga mempengaruhi banyak sedikitnya tumbuhan dapat hidup dan berkembang. Banyak tanah maka tumbuhan juga cenderung lebih banyak dibanding di tempat yang lapisan tanahnya tipis.

Selain sebagai tempat tumbuh tanaman, tanah juga menjadi tempat hidup beberapa jenis hewan. Hewan-hewan kecil seperti pengerat hingga moluska banyak yang hidup di dalam tanah. Mereka menggali dan membuat lubah di dalam tanah sebagai tempat untuk berkembang biak dan bertahan hidup dari serangan pemangsa.

Jenis tanah tidak sama antara satu tempat dengan tempat lain. Tanah di sekitar hutan berbeda dengan tanah di perbukitan kapur hingga tanah di dekat gurun pasir. Setiap jenis tanah memiliki tingkat kesuburan yang berbeda. Tanah andosol, regusol adalah tanah yang sangat cocok untuk kegiatan pertanian. Tanah gambut lebih cocok untuk kegiatan perkebunan hingga tanah seperti tanah laterit yang sudah tidak dapat digunakan untuk aktivitas budidaya apapun kecuali sebagai tempat membangun rumah.

Jenis-jenis tanah memiliki perbedaan kesuburan karena komposisi bahan penyusun batuannya berbeda. Selain itu faktor yang mempengaruhi pembentuk tanah juga berbeda kadar pengaruhnya, misalnya organisme. Jenis tanah yang subur dipengaruhi oleh keberadaan organisme dalam jumlah besar, sedangkan tanah yang tidak subur tidak banyak dipengaruhi oleh faktor organisme.

Lanjutkan membaca “Sifat Fisik dan Sifat Kimia Tanah”

Proses dan Faktor Pembentukan Tanah

Proses Pembentukan Tanah Dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi

Pedosfer

= – = – =

Tanah berasal dari batuan yang mengalami pelapukan baik pelapukan fisik maupun kimia. Batuan yang melapuk kemudian akan menjadi lunak dan berubah komposisinya menjadi regolith. Regolith belum bisa disebut tanah tetapi bahan induk penyusun tanah. Disebut sebagai bahan induk penyusun tanah karena regolith masih dominan menunjukkan struktur batuan daripada struktur tanah. Proses pelapukan itu kemudian terjadi secara terus menerus hingga akhirnya bahan induk berubah sepenuhnya menjadi tanah.

Pembentukan tanah yang terjadi di suatu tempat berbeda dengan tempat-tempat yang lain. Ada satu tempat memiliki solum lapisan yang tebal, dari permukaan tanah hingga mencapai lapisan tanah terbawah cukup dalam. Di tempat ada lapisan tanah yang tipis, bahkan untuk mencapai batuan induk saja tidak sampai sejengkal. Begitu pula dengan horizon tanah, setiap tempat akan memiliki horizon tanah yang berbeda-beda. Pada suatu tempat memiliki horizon tanah lengkap dari O, A, B, C dan R. Di  tempat yang lain hanya memiliki horizon O, A, B lalu R.

Perbedaan pembentukan tanah di permukaan bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain Bahan induk, iklim, waktu, organisme dan topografi. Untuk mempermudah mengingatnya sering disingkat dengan BIWOT. Rumus faktor pembentuk tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Lanjutkan membaca “Proses dan Faktor Pembentukan Tanah”

Horizon/Lapisan Tanah

Penampang Lapisan Tanah Secara Vertikal

Pedosfer

= – = – =

Horizon tanah atau penampang tanah adalah bidang tegak dari suatu sisi pedon yang mencirikan suatu lapisan-lapisan tanah, atau sering juga disebut profil tanah. Pedon adalah suatu lajur tubuh tanah mulai dari permukaan lahan sampai batas terbawah (bahan induk tanah). Pedon merupakan volume terkecil yang dapat disebut tanah dan mempunyai ukuran tiga dimensi. Luas pedon berkisar antara 1-10 m2. Kumpulan dari pedon-pedon disebut polipedon. Luas polipedon minimum 2 m2, sedangkan luas maksimumnya tidak terbatas. 

Setiap horizon tanah memperlihatkan perbedaan, baik menurut komposisi kimia maupun fisiknya. Kebanyakan horizon dapat dibedakan dari dasar warnanya. Perbedaan horizon tanah terbentuk karena dua faktor yaitu pengendapan yang berulang-ulang oleh genangan air atau pencucian tanah (leached) dan karena proses pembentukan tanah. Proses pembentukan horizon-horizon tersebut akan menghasilkan benda alam baru yang disebut tanah. Adapun yang dimaksud solum adalah kedalaman efektif tanah yang masih dapat dijangkau oleh akar tanaman.

Untuk keperluan analisis tanah seperti penelaahan tingkat kesuburan, kelembapan, porositas, dan kandungan mineral unsur hara, kita memerlukan gambaran yang jelas mengenai kondisi fisika dan kimia lapisan-lapisan tanah. Gambaran tersebut dapat diperoleh melalui cara membuat penampang atau profil tanah yang merupakan irisan melintang dari tubuh tanah yang memperlihatkan lapisan atau horizon-horizon tanah.

Profil dibuat dengan cara menggali tanah yang ukurannya sekitar satu meter persegi sampai kedalaman tertentu, sesuai dengan ketebalan tanah dan tingkat kebutuhan analisisnya .

Lanjutkan membaca “Horizon/Lapisan Tanah”