Membuat Komik Edukasi Geografi Dengan Aplikasi Comica

Beberapa waktu lalu saya memposting cerita bergambar (komik) karya siswa saya di blog ini. Karya siswa-siswi ini mengambil materi tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya angka kelahiran dan angka kematian. Pronatalitas sebagai faktor yang menyebabkan tingginya angka kelahiran, antinatalitas sebagai faktor yang menyebabkan rendah/terhambatnya angka kelahiran, promortalitas sebagai faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian dan antimortalitas sebagai faktor yang menyebabkan rendah/terhambatnya angka kematian di suatu wilayah.

Pada proses pembuatannya saya sepenuhnya memberikan kebebasan kepada siswa-siswi. Idea cerita, foto, background, model dialog sampai pada aplikasi untuk membuat komik murni dari kerja mereka. Berkaitan dengan aplikasi yang digunakan untuk membuat komik tersebut siswa-siswi membuat dengan berbagai aplikasi yang mereka kuasai dan mereka pandang mudah untuk mengerjakannya. Ada yang menggunakan powerpoint, word, photoshop dan corel bagi siswa-siswi yang di pc/laptop mereka. Sedangkan siswa-siswi yang menggunakan hp android, mereka menginstal aplikasi pembuat komik yang tersedia cukup banyak dan gratis di playstore.

Lanjutkan membaca “Membuat Komik Edukasi Geografi Dengan Aplikasi Comica”

Model Pembelajaran Cardsort Dengan Teknik Turnamen

CARDSORT TOURNAMENT

Model Pembelajaran Cardsort Dengan Teknik Tournament

Oleh : Andi Hidayat, S.Pd.

= – = – =

Mendapat jadwal tatap muka di kelas pada jam siang merupakan kondisi yang dirasa cukup menantang bagi guru, tak terkecuali dengan saya. Pada hari sabtu (satker saya masih menerapkan 6 hari kerja) saya mendapat jadwal mengajar di dua kelas XI pada jam ke 6-7 dan 8-9. Pada jam pelajaran tersebut energi siswa-siswi bisa jadi sudah pada tahap melewati puncak konsentrasi belajar, sehingga motivasi/minat belajar mulai menurun. Rasa jenuh, lelah, kekenyangan dan mengantuk merupakan pemandangan umum yang akan sering kita dapatkan pada siswa-siswi. Lantas bagaimana menghadapi kondisi siswa-siswi yang sudah dalam kondisi seperti ini?

Ada cukup banyak model pembelajaran yang bisa kita terapkan pada jam-jam darurat penurunan motivasi belajar seperti ini. Model pembelajaran yang tidak hanya bersifat student center tetapi juga diwarnai atau dipadukan dengan bumbu permainan  (games) di dalamnya. Tentu saja model pembelajaran apapun yang diterapkan oleh guru harus disesuaikan dengan karakteristik materinya.

Salah satu model pembelajaran yang saya terapkan pada jam-jam seperti ini adalah model pembelajaran Cardsort. Dalam materi Geografi kelas XI IPS semester 1 terdapat KD yang membahas tentang persebaran flora dan fauna. Pada subbab materi flora fauna terdapat bahasan khusus tentang persebaran fauna di dunia yang menurut saya cocok untuk disampaikan kepada siswa dengan menggunakan model pembelajaran Cardsort. Pertanyaannya adalah apa sih Cardsort itu?

Hartono dalam bukunya yang berjudul “PAIKEM Pembelajaran Aktif Inovatif kreatif Efektif dan Menyenangkan” terbitan Zanafa menuliskan bahwa model pembelajaran Cardsort adalah strategi dan metode belajar dengan cara memilah dan memilih kartu (card sort) dengan tujuan dari strategi ini adalah untuk mengungkapkan daya ingat (recall) terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari siswa. Cardsort merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep penggolongan, sifat, fakta tentang suatu  obyek, atau mengulang informasi. Gerakan fisik yang dilakukan siswa dapat membantu untuk memberi energi kepada kelas yang telah letih. Model pembelajaran ini mengajak siswa untuk belajar aktif dan bertujuan agar siswa mempunyai jiwa kemandirian dalam belajar serta menumbuhkan daya kreativitas. Model pembelajaran card sort atau menyortir kartu adalah model pembelajaran yang sangat sederhana yang terdiri dari kartu induk dan kartu rincian yang berisikan materi yang akan disampaikan pendidik kepada peserta didik.

Lanjutkan membaca “Model Pembelajaran Cardsort Dengan Teknik Turnamen”

Menghitung Angka Migrasi

Migrasi adalah faktor non alamiah (sosial) yang berpengaruh terhadap laju pertumbuhan penduduk di suatu wilayah, baik di suatu negara atau wilayah-wilayah di bawahnya. Migrasi yang bersifat menambah jumlah penduduk adalah Imigrasi atau Migrasi Masuk (Mi), sedangkan yang bersifat mengurangi jumlah penduduk adalah Emigrasi atau Migrasi Keluar (Mo). Istilah Imigrasi dan Emigrasi lebih sering digunakan untuk migrasi internasional sedangkan istilah Migrasi Masuk dan Migrasi Keluar.

Faktor migrasi banyak mempengaruhi pertumbuhan penduduk di suatu negara yang bersifat terbuka terhadap pendatang misalnya Amerika Serikat. Amerika Serikat merupakan negara yang dikenal oleh dunia sebagai Land Of Opportunity, negara yang mempersilahkan pendatang dari negara lain untuk masuk dan tinggal di negaranya (dengan dokumen resmi tentunya) dan menjadi warga negara Amerika Serikat. Sedangkan untuk negara yang tertutup terhadap pendatang maka faktor migrasi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk nasional.

Untuk migrasi domestik antar wilayah dalam suatu negara baik migrasi masuk maupun migrasi keluar memiliki pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan penduduk. Ada propinsi yang memiliki kecenderungan pertumbuhan penduduk meningkat dengan cepat karena faktor banyaknya pendatang (migrasi masuk), adapula propinsi dengan pertumbuhan penduduk cendrung lambat karena banyaknya faktor penduduk pergi pindah keluar.

Lanjutkan membaca “Menghitung Angka Migrasi”

Migrasi Domestik – Urbanisasi

Bertambahnya penduduk di suatu negara selain dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan penduduk alami baik kelahiran dan kematian,  juga dipengaruhi oleh faktor non alami yaitu migrasi. Migrasi kependudukan adalah berpindahnya penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya baik secara permanen (menetap) maupun non permanen (sementara) karena alasan-alasan tertentu. Contoh alasan misalnya faktor ekonomi seperti mencari pekerjaan, keinginan untuk merubah peruntungan dan lain-lain.

Berdasarkan cakupan wilayah yang dituju migrasi dikelompokkan menjadi 2, yaitu migrasi Internasional (antar negara) dan migrasi domestik (antar wilayah dalam satu negara). Migrasi domestik dikelompokkan menjadi 2 yaitu Transmigrasi dan Urbanisasi. Pada postingan kali ini akan kita bahas tentang Urbanisasi.

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Misalnya penduduk dari desa di Kabupaten Kulonprogo DIY pindah menuju kota Jakarta. Jakarta merupakan kota besar di Indonesia dengan jumlah penduduk besar yang sebagian diperngaruhi oleh banyaknya jumlah pendatang.

Urbanisasi merupakan faktor non alami yang mempunyai 2 sisi yang berlainan bagi wilayah yang dituju dan ditinggalkan. Bagi desa pelaku urbanisasi bersifat mengurangi jumlah penduduk desa yang ditinggalkannya, sedangkan di satu sisi bersifat menambah jumlah penduduk kota yang didatanginya.

Lanjutkan membaca “Migrasi Domestik – Urbanisasi”

Migrasi Domestik – Transmigrasi

Bertambahnya penduduk di suatu negara selain dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan penduduk alami baik kelahiran dan kematian,  juga dipengaruhi oleh faktor non alami yaitu migrasi. Migrasi kependudukan adalah berpindahnya penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya baik secara permanen (menetap) maupun non permanen (sementara) karena alasan-alasan tertentu. Contoh alasan misalnya faktor ekonomi seperti mencari pekerjaan, keinginan untuk merubah peruntungan dan lain-lain.

Berdasarkan cakupan wilayah yang dituju migrasi dikelompokkan menjadi 2, yaitu migrasi Internasional (antar negara) dan migrasi domestik (antar wilayah dalam satu negara). Migrasi domestik dikelompokkan menjadi 2 yaitu Transmigrasi dan Urbanisasi. Pada postingan kali ini akan kita bahas tentang Transmigrasi.

Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya dalam suatu negara.

Tujuan transmigrasi adalah untuk pemerataan sebaran penduduk agar tidak terkonsentrasi di pulau Jawa saja tetapi dapat merata dan tersebar ke pulau-pulau lain yang lebih jarang penduduknya. Dari sisi penduduk, transmigrasi adalah untuk perubahan/peningkatan taraf hidup ke arah yang lebih baik.

Lanjutkan membaca “Migrasi Domestik – Transmigrasi”

Migrasi Internasional dan Jenisnya

Bertambahnya penduduk di suatu negara selain dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan penduduk alami baik kelahiran dan kematian,  juga dipengaruhi oleh faktor non alami yaitu migrasi. Migrasi kependudukan adalah berpindahnya penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya baik secara permanen (menetap) maupun non permanen (sementara) karena alasan-alasan tertentu. Contoh alasan misalnya faktor ekonomi seperti mencari pekerjaan, keinginan untuk merubah peruntungan dan lain-lain.

Migrasi sebagai komponen kunci dalam dinamika penduduk telah mengakibatkan berbagai perubahan dalam masyarakat, misalnya perubahan komposisi penduduk, dan  perubahan tingkat pertumbuhan penduduk. Dalam era globalisasi yang sedang terjadi saat ini dapat dicirikan dengan adanya peningkatan arus mobilitas penduduk dan mobilitas tenaga kerja lintas negara.

Berdasarkan cakupan wilayah yang dituju migrasi dikelompokkan menjadi 2, yaitu migrasi Internasional (antar negara) dan migrasi domestik (antar wilayah dalam satu negara). Pada postingan kali ini akan kita bahas tentang migrasi internasional.

Secara garis besar sebagian besar migran melakukan migrasi lintas negara karena dipicu faktor ekonomi. Begitu pula yang diungkapkan oleh Stalker mengenai penyebab orang melakukan migrasi terutama migrasi internasional. Yang pertama orang melakukan migrasi karena adanya perbedaan upah (wage gaps ). Orang melakukan migrasi ke negara yang lebih makmur baik sementara atau menetap untuk mendapatkan keuntungan dan kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut terjadi karena terdapat perbedaan pendapatan antara negara berkembang dan negara industri (maju) dan upah dinegara maju kebih besar dari pada di negara berkembang.

Lanjutkan membaca “Migrasi Internasional dan Jenisnya”