Membuat Rute Perjalanan Dengan Aplikasi Relive CC

Sekitar 3 bulan lalu saya membuka storyline WA tetangga saya. Seorang pemuda yang suka sekali bersepeda. Hampir setiap minggu dia bersepeda dengan teman-temannya. Apa kaitannya dengan storyline di WA-nya?

Storyline yang di pasang di WA-nya adalah sebuah video perjalanannya bersepeda dengan teman-temannya. Bukan video movie yang menampakkan keseruan di perjalanan bersepedanya, tetapi video ini menampakkan tampilan peta model terrain seperti di google maps. Pada video tampilan peta ini menunjukkan rute perjalanan bersepedanya, jadi hanya menampakkan garis rute saja.

Lanjutkan membaca “Membuat Rute Perjalanan Dengan Aplikasi Relive CC”

Karya Siswa – Komik Geografi – Natalitas Mortalitas

Cerita Bergambar Hasil Karya Siswa Tentang Natalitas dan Mortalitas

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Sekitar 2 tahun yang lalu saya mendapat buku komik dari alumni madrasah tempat saya mengajar. Buku komik itu judulnya besar hampir seperempat dari lebar buku, yaitu WHY? Buku komik WHY? Sebuah komik edukasi. Pada awalnya saya bertanya dalam hati. Komik? Cergam? Lalu rasa penasaran mulai masuk ke dalam hati sehingga plastik tipis pembungkus komik tersebut mulai saya robek. Setelah membuang plastik pembungkus ke dalam tong sampah sayapun mulai membuka buku tersebut lembar demi lembar.
Buku komik WHY? yang diberikan oleh alumni ini temanya tentang laut. Cerita yang ada di dalamnya berbumbu petualangan beberapa anak dalam menjelajahi lautan-lautan di dunia.
Tak terasa membaca komik tersebut menimbulkan keasyikan tersendiri. Buku ini membuat pembacanya menjadi fokus pada cerita dan gambar yang ada di dalamnya sehingga pesan tentang edukasi dan ilmu pengetahuan bisa kita dapatkan.
Setelah membaca komik tersebut kemudian timbul gagasan saya bagaimana jika siswa-siswa saya beri tugas tak terstruktur dengan membuat komik berdasarkan materi pelajaran yang telah saya berikan. Pada waktu gagasan ini muncul, materi pelajaran yang saya berikan di kelas XI IPS adalah tentang antroposfer atau dinamika kependudukan.

Lanjutkan membaca “Karya Siswa – Komik Geografi – Natalitas Mortalitas”

Faktor Kepadatan Penduduk dan Menghitung Kepadatan Penduduk

Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah cepat atau lambat mengalami perubahan. Kecenderungan perubahan yang terjadi adalah jumlah penduduk menjadi bertambah semakin banyak. Semakin banyaknya jumlah penduduk menyebabkan wilayah tersebut menjadi semakin sesak oleh manusia sehingga wilayah tersebut menjadi wilayah padat penduduk.

Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan rata-rata jumlah penduduk yang menempati setiap satuan luas wiayah lahan biasanya dalam 1 km2.

Kepadatan penduduk merupakan perhitungan kasar dan bersifat menyamaratakan wilayah penduduk, dalam arti benar-benar dalam setiap 1 km2 terdapat penduduk yang hidup dan tinggal. Padahal faktanya ada wilayah propinsi yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang masih tergolong rendah.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk di suatu wilayah antara lain :

(1) Faktor Fisiografis

Penduduk selalu memilih tempat tinggal yang baik, strategis, tanah subur, relief baik, cukup air dan daerahnya aman.

(2) Faktor Biologis

Tingkat pertumbuhan penduduk di setiap daerah berbeda-beda karena adanya perbedaan tingkat kematian, kelahiran dan angka perkawinan

(3) Faktor Kebudayaan dan teknologi

Daerah yang masyarakatnya maju, pola pikirnya bagus, dan keadaan pembangunan fisiknya maju akan tumbuh lebih cepat dibanding daerah lain yang terbelakang.

Lanjutkan membaca “Faktor Kepadatan Penduduk dan Menghitung Kepadatan Penduduk”

Faktor Yang Menghambat Jumlah Kematian (Antimortalitas)

Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah memiliki kecenderungan untuk bertambah. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor yang bersifat menambah jumlah penduduk dan faktor yang bersifat mengurangi jumlah penduduk. Faktor  yang bersifat mengurangi adalah tinggi rendahnya angka kematian dan dan angka migrasi keluar.

Kematian merupakan faktor alami yang berpengaruh terhadap berkurangnya jumlah penduduk di suatu wilayah. Jika jumlah kematian di suatu wilayah tinggi maka bisa dipastikan pertumbuhan penduduk alami di wilayah tersebut akan berjalan lambat. Sebaliknya jika jumlah kematian rendah maka bisa dipastikan  pertumbuhan penduduk alami di wilayah itu cenderung meningkat pesat.

Banyak sedikitnya jumlah kematian di suatu wilayah diperngaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor Promortalitas (mempertinggi jumlah kematian) dan faktor Antimortalitas (menghambat jumlah kematian)

Baca juga : Pronatalitas, Antinatalitas, Promortalitas.

Lanjutkan membaca “Faktor Yang Menghambat Jumlah Kematian (Antimortalitas)”

Faktor Yang Mempertinggi Jumlah Kematian (Promortalitas)

Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah memiliki kecenderungan untuk bertambah. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor yang bersifat menambah jumlah penduduk dan faktor yang bersifat mengurangi jumlah penduduk. Faktor  yang bersifat mengurangi adalah tinggi rendahnya angka kematian dan dan angka migrasi keluar.

Kematian merupakan faktor alami yang berpengaruh terhadap berkurangnya jumlah penduduk di suatu wilayah. Jika jumlah kematian di suatu wilayah tinggi maka bisa dipastikan pertumbuhan penduduk alami di wilayah tersebut akan berjalan lambat. Sebaliknya jika jumlah kematian rendah maka bisa dipastikan  pertumbuhan penduduk alami di wilayah itu cenderung meningkat pesat.

Banyak sedikitnya jumlah kematian di suatu wilayah diperngaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor Promortalitas (mempertinggi jumlah kematian) dan faktor Antimortalitas (menghambat jumlah kematian)

Baca juga : Pronatalitas, Antinatalitas, Antimortalitas.

Lanjutkan membaca “Faktor Yang Mempertinggi Jumlah Kematian (Promortalitas)”

Menghitung Angka Kematian (Mortalitas)

Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor yang bersifat menambah jumlah penduduk dan faktor yang bersifat mengurangi jumlah penduduk. Faktor yang bersifat menambah jumlah penduduk di suatu wilayah adalah kelahiran dan migrasi masuk, sedangkan faktor yang bersifat mengurangi adalah kematian dan migrasi keluar. Pada tulisan ini kita akan membahas mengenai salah satu faktor yang bersifat mengurangi jumlah penduduk yaitu kematian (mortalitas).

Kematian (Mortalitas) adalah peristiwa hilangnya tanda-tanda kehidupan pada seseorang secara permanen, antara lain tidak ada lagi denyut nadi, detak jantung dan hembusan nafas. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah kematian penduduk di suatu wilayah antara lain kondisi kesehatan, kondisi lingkungan, kondisi sosial, tempat tinggal, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan jenis kelamin.

Kematian merupakan faktor alami yang berpengaruh terhadap berkurangnya jumlah penduduk di suatu wilayah. Jika jumlah kematian di suatu wilayah tinggi maka bisa dipastikan pertumbuhan penduduk alami di wilayah tersebut akan berjalan lambat. Sebaliknya jika jumlah kematian rendah maka bisa dipastikan  pertumbuhan penduduk alami di wilayah itu cenderung meningkat pesat.

Lanjutkan membaca “Menghitung Angka Kematian (Mortalitas)”