Struktur Ruang Desa 01

Pola Persebaran dan Permukiman Desa Dalam Kaitannya Dengan Bentang Alam Pola Keruangan Desa = – = – = Bentuk persebaran desa yang terdapat di permukaan bumi berbeda satu sama lain. Halini sangat bergantung pada keadaan alamiah wilayahnya. Sebagai contoh, bentuk desa yang terletak di wilayah pegunungan tentunya sangat berbeda dibandingkan dengan di kawasan pantai. Pola persebaran ini berkaitan erat dengan kondisi tata ruang di desa … Lanjutkan membaca Struktur Ruang Desa 01

Pembangunan Desa 03

Hambatan dan Penanganan Permasalahan Pembangunan Desa

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah seyogyanya menyasar ke seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya masyarakat di perkotaan tetapi juga pada masyarakat di perdesaan. Jika pelaksanaan pembangunan negara dapat menyasar secara menyeluruh baik pada wilayah perkotaan maupun perdesaan maka semua lapisan masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang memadai di berbagai bidang kehidupan. Tingkat kesejahteraan penduduk dapat naik pula sesuai harapan pemerintah yang tercantum dalam rencana program pembangunannya.

Pembangunan yang dilaksanakan di wilayah perkotaan secara umum berjalan dengan lancar karena faktor aksesibilitas yang tinggi baik dari sisi transportasi maupun komunikasi. Tetapi tidak dengan pembangunan yang dilaksanakan di wilayah perdesaan. Pembangunan di wilayah perdesaan di Indonesia memiliki banyak hambatan yang harus ditangani oleh pemerintah.

Baca juga : Pembangunan Desa Dalam Pembangunan Nasional, Permasalahan Dalam Pembangunan Perdesaan.

Faktor-faktor yang menghambat pembangunan desa antara lain sebagai berikut :

  1. Penyebaran penduduk di Indonesia belum merata (65% bermukim di Pulau Jawa yang luasnya ± 7% dari luas seluruh Indonesia). Hal ini mengakibatkan daerah yang padat penduduknya kurang memiliki tanah garapan.
  2. Perbedaan adat kebiasaan dan perbedaan tingkat sosial ekonomi di setiap desa.
  3. Mayoritas penduduk desa bermata pencarian petani dan buruh tani. Apabila laju perkembangan penduduknya tinggi dan lapangan kerja di desa semakin sempit akan mengakibatkan terjadinya urbanisasi.
  4. Struktur desa bersifat dualistis, yaitu sebagian sudah mengalami pengaruh kehidupan kota dan sebagian lagi masih tradisional.
  5. Tingkat kehidupan masyarakat desa masih sangat rendah

Beberapa faktor yang menghambat di atas tentu segera ditangani oleh pemerintah agar tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan baru dalam pemerataan pembangunan.

Lanjutkan membaca “Pembangunan Desa 03”

Pembangunan Desa 02

Permasalahan Dalam Pembangunan Perdesaan

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Desa merupakan lembaga pemerintahan terkecil di suatu negara. Begitu pula dengan Indonesia juga menerapkan konsep desa sebagai lembaga pemerintahan terkecil. Meskipun di bawah desa masih ada dusun, RW hingga RT tetapi dalam konteks yang berkaitan dengan pembangunan maka yang diberikan mandat untuk kegiatan pemerintahan secara resmi dari pemerintah nasional adalah desa.

Segala bentuk pemberian bantuan diberikan kepada desa, lalu pemerintah desa diberikan wewenang untuk mengatur rencana program pembangunan sampai ke tingkat di bawahnya. Laporan pertanggungjawaban yang diminta oleh pemerintahpun juga mengatasnamakan desa yang bersangkutan.

Kegiatan pembangunan desa yang diprogramkan oleh pemerintah bertujuan untuk mengurangi permasalahan-permasalahan yang terdapat di desa. Bentuk-bentuk permasalahan yang ada di desa cukup banyak, meliputi permasalahan fisik maupun nonfisik/sosial.

Baca Juga : Pembangunan Desa Dalam Pembangunan Nasional, Hambatan Dan Penanganan Permasalahan Pembangunan Perdesaan 

Beberapa masalah yang berkaitan erat dengan pembangunan desa, antara lain sebagai berikut :

Lanjutkan membaca “Pembangunan Desa 02”

Pembangunan Desa 01

Pembangunan Desa Dalam Pembangunan Nasional

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Desa yang kalian tinggali apakah dari dulu sampai sekarang sama saja? Tentu tidak bukan? Jika kita amati tentu saja ada perbedaan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Sebagai contoh jalan yang dulu mungkin hanya jalan batu atau tanah sekarang menjadi jalan cor atau beraspal. Jalur masuk desa yang dulu tidak ada tandanya sekarang ada gapura megah yang membatasi dengan desa sebelahnya. Pelayanan pemerintahan desa yang dulu masih lambat dan manual sekarang menjadi lebih cepat dan berbasis elektronik.

Menurutmu kenapa terjadi perubahan seperti contoh di atas pada wilayah desa kita?
Perubahan-perubahan tersebut adalah karena adanya kegiatan pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah dari tahun ke tahun. Pembangunan tersebut dapat merupakan hasil pembangunan desa secara mandiri maupun pembangunan dari program pemerintah secara nasional.

Program pembangunan nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah negara merupakan kegiatan pembangunan yang mencakup seluruh wilayah. Hal ini merupakan wujud dari prinsip pemerataan. Pembangunan di wilayah perdesaan merupakan bagian dari pelaksanaan pembangunan nasional. Hasil pembangunan diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh warga negara Indonesia, termasuk penduduk yang tinggal di desa.

Baca Juga : Permasalahan Dalam PembangunanPerdesaan, Hambatan dan Penanganan Permasalahan Pembangunan Perdesaan.

Proses pembangunan hendaknya menciptakan kesejahteraan dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya yang tinggal di kawasan perkotaan saja, tetapi selayaknya juga menjangkau ke pelosok-pelosok perdesaan.

Lanjutkan membaca “Pembangunan Desa 01”

Potensi Desa

Potensi Fisik dan Non Fisik Yang Mempengaruhi Perkembangan Desa

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Daerah, penduduk dan tata kehidupan merupakan unsur desa yang merupakan kesatuan hidup (living unit). Adanya daerah yang menjadi tempat tinggal bagi penduduknya menyediakan berbagai kemungkinan untuk kelangsungan hidup manusia. Penduduk sendiri menggunakan kemungkinan-kemungkinan yang disediakan oleh daerah untuk kelangsungan hidupnya. Sedangkan tata kehidup yang baik akan memberikan jaminan akan ketentraman dan keserasian kehidupan bersama-sama di desa.

Maju mundurnya dan berkembangnya suatu desa akan dipengaruhi oleh ketiga unsur di atas. Daerah, penduduk dan wilayah saling mendukung satu sama lain dalam pengaruhnya terhadap tingkat kemajuan atau perkembangan suatu desa.

Unsur-unsur desa merupakan kekuasaan desa atau potensi desa. Potensi desa adalah berbagai sumber alam (fisik) dan sumber manusia (non fisik) yang tersimpan dan terdapat di suatu desa, dan diharapkan kemanfaatannya bagi kelangsungan dan perkembangan desa.

Adapun yang termasuk ke dalam potensi desa antara lain sebagai berikut. :

Lanjutkan membaca “Potensi Desa”

Klasifikasi Desa 03

Klasifikasi Desa Berdasarkan Tingkat Perkembangannya

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Potensi suatu desa tidaklah sama, tergantung pada unsur-unsur desa yang dimiliki. Kondisi lingkungan geografis dan penduduk suatu desa dengan desa lainnya berbeda, maka potensi desa pun berbeda. Potensi yang tersimpan dan dimiliki desa seperti potensi sosial, ekonomi, demografis, agraris, politis, kultural dan sebagainya merupakan indikator untuk mengadakan suatu evaluasi terhadap maju mundurnya suatu desa (nilai desa). Dengan adanya indikator ini, maka berdasarkan tingkat pembangunan dan kemampuan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki, desa diklasifikasikan menjadi desa swadaya, desa swakarya, dan desa swasembada.

Baca Juga : Klasifikasi Desa Berdasarkan Potensi Wilayahnya, Klasifikasi Desa Berdasarkan Kepadatan Penduduk, Luas Wilayah, Potensi Dominan dan Mata Pencaharian Dominan.

Ketersediaan sumber daya alam dan kemampuan sumber daya manusia yang handal sebagai pengelola akan turut serta dalam mempengaruhi perkembangan sebuah desa.
Berdasarkan tingkat perkembangannya, desa diklasifikasikan menjadi 3 yaitu :

A. Desa Swadaya

Desa swadaya merupakan desa dengan tingkat perkembangan terendah dengan ciri-ciri sebagai berikut :

    1. Sifatnya masih tradisional, di mana adat istiadatnya masih sangat mengikat dan dijadikan panutan dalam seluruh aspek kehidupan.
    2. Hubungan antarmanusia sangat erat.
    3. Pengawasan sosial didasarkan atas kekeluargaan.
    4. Mata pencarian penduduk pada sektor primer.
    5. Tingkat teknologi masih sederhana sehingga produktivitas hasil rendah disertai pula dengan keadaan prasarana desa yang masih langka dan sederhana.

Lanjutkan membaca “Klasifikasi Desa 03”