Pengertian Antroposfer
Bumi sebagai kajian utama dalam ilmu geografi memiliki objek material yang dikaji meliputi lithosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer dan antroposfer. Dari objek material tersebut ada dua garis besar yang dapat diambil yaitu objek material yang berkaitan dengan kondisi fisik alam (atmosfer, lithosfer dan hidrosfer) dan objek material yang berkaitan dengan aktifitas makhluk hidup yang ada di planet ini (biosfer/flora-fauna dan antroposfer/manusia). Dalam kaitannya dengan aktifitas makhluk hidup, dadang muncul pertanyaan yang berkaitan dengan biosfer dan antroposfer. Flora-fauna dan manusia sama-sama makhluk hidup, tetapi mengapa dalam objek material ilmu geografi terjadi pemisahan kajian antara flora-fauna (biosfer) dengan manusia (antroposfer)? Mengapa manusia tidak masuk dalam objek biosfer? Bukankan manusia itu makhluk hidup? Ada siswa yang mengajukan pertanyaan seperti itu dan saat pertanyaan itu saya kembalikan kepada siswa-siswa lain di kelas maka kemudian mulailah terjadi diskusi yang menarik. Mereka mengajukan argumen-argumennya, menjawab dengan menggunakan berbagai sudut pandang dari disiplin ilmu yang berbeda-beda. Kemudian pada saat mereka saya minta menganalisis dari sisi pengaruhnya terhadap alam, hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan alam barulah mereka mulai menemukan garis besar mengapa objek material biosfer dan antroposfer tidak dijadikan satu.

Jika kita membahas bagaimana pengaruh aktifitas mahkluk hidup terhadap alam, maka keberlangsungan kehidupan flora dan fauna sangat dipengaruhi oleh alam dan tidak mempengaruhi alam secara langsung. Sedangkan keberlangsungan hidup manusia tidak hanya dipengaruhi oleh alam tetapi juga bagaimana manusia itu sendiri bisa mempengaruhi alam sekitarnya.
Sebagai contoh dari pengaruh manusia terhadap alam misalnya sebuah lereng gunung yang pada awalnya tidak begitu produktif bisa diubah oleh manusia menjadi produktif dengan memanfaatkan kemampuan menusia untuk “merubah” wajah alam
Lanjutkan membaca “Pengertian Antroposfer”
