Potensi Desa

Potensi Fisik dan Non Fisik Yang Mempengaruhi Perkembangan Desa

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Daerah, penduduk dan tata kehidupan merupakan unsur desa yang merupakan kesatuan hidup (living unit). Adanya daerah yang menjadi tempat tinggal bagi penduduknya menyediakan berbagai kemungkinan untuk kelangsungan hidup manusia. Penduduk sendiri menggunakan kemungkinan-kemungkinan yang disediakan oleh daerah untuk kelangsungan hidupnya. Sedangkan tata kehidup yang baik akan memberikan jaminan akan ketentraman dan keserasian kehidupan bersama-sama di desa.

Maju mundurnya dan berkembangnya suatu desa akan dipengaruhi oleh ketiga unsur di atas. Daerah, penduduk dan wilayah saling mendukung satu sama lain dalam pengaruhnya terhadap tingkat kemajuan atau perkembangan suatu desa.

Unsur-unsur desa merupakan kekuasaan desa atau potensi desa. Potensi desa adalah berbagai sumber alam (fisik) dan sumber manusia (non fisik) yang tersimpan dan terdapat di suatu desa, dan diharapkan kemanfaatannya bagi kelangsungan dan perkembangan desa.

Adapun yang termasuk ke dalam potensi desa antara lain sebagai berikut. :

Lanjutkan membaca “Potensi Desa”

Klasifikasi Desa 03

Klasifikasi Desa Berdasarkan Tingkat Perkembangannya

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Potensi suatu desa tidaklah sama, tergantung pada unsur-unsur desa yang dimiliki. Kondisi lingkungan geografis dan penduduk suatu desa dengan desa lainnya berbeda, maka potensi desa pun berbeda. Potensi yang tersimpan dan dimiliki desa seperti potensi sosial, ekonomi, demografis, agraris, politis, kultural dan sebagainya merupakan indikator untuk mengadakan suatu evaluasi terhadap maju mundurnya suatu desa (nilai desa). Dengan adanya indikator ini, maka berdasarkan tingkat pembangunan dan kemampuan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki, desa diklasifikasikan menjadi desa swadaya, desa swakarya, dan desa swasembada.

Baca Juga : Klasifikasi Desa Berdasarkan Potensi Wilayahnya, Klasifikasi Desa Berdasarkan Kepadatan Penduduk, Luas Wilayah, Potensi Dominan dan Mata Pencaharian Dominan.

Ketersediaan sumber daya alam dan kemampuan sumber daya manusia yang handal sebagai pengelola akan turut serta dalam mempengaruhi perkembangan sebuah desa.
Berdasarkan tingkat perkembangannya, desa diklasifikasikan menjadi 3 yaitu :

A. Desa Swadaya

Desa swadaya merupakan desa dengan tingkat perkembangan terendah dengan ciri-ciri sebagai berikut :

    1. Sifatnya masih tradisional, di mana adat istiadatnya masih sangat mengikat dan dijadikan panutan dalam seluruh aspek kehidupan.
    2. Hubungan antarmanusia sangat erat.
    3. Pengawasan sosial didasarkan atas kekeluargaan.
    4. Mata pencarian penduduk pada sektor primer.
    5. Tingkat teknologi masih sederhana sehingga produktivitas hasil rendah disertai pula dengan keadaan prasarana desa yang masih langka dan sederhana.

Lanjutkan membaca “Klasifikasi Desa 03”

Klasifikasi Desa 02

Klasifikasi Desa Menurut Kepadatan Penduduk, Luas Wilayah dan Mata Pencahariannya

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Pada saat kamu pergi ke beberapa desa kamu mungkin akan mendapati ada desa yang hanya memiliki penduduk sedikit, ada desa yang penduduknya cukup banyak sehingga sekilas kamu akan berpikir malah seperti perkotaan. Desa merupakan wilayah kecil yang memiliki ciri khas yang membedakan dengan wilayah lainnya. Salah satu hal yang membedakan desa dengan kota adalah jumlah penduduk yang tinggal di wilayah tersebut. Jumlah penduduk desa jelas lebih sedikit daripada kota. Namun seperti halnya kota, banyak sedikitnya jumlah penduduk di suatu desa merupakan potensi sumber daya manusia yang dapat memperlancar pembangunan dan perkembangan desa.

Baca Juga : Klasifikasi Desa Berdasarkan Potensi Wilayah, Klasifikasi Desa Berdasarkan Tingkat Perkembangan Desa.

Berdasarkan kepadatan penduduknya, desa diklasifikasikan dalam 5 kelompok yaitu :

  1. Desa terkecil dengan kepadatan penduduk <100 penduduk/km2
  2. Desa kecil dengan kepadatan penduduk 100-500 penduduk/km2
  3. Desa sedang dengan kepadatan penduduk 500-1.500 penduduk/km2
  4. Desa besar dengan kepadatan penduduk 1.500-3.000 penduduk/km2
  5. Desa terbesar dengan kepadatan penduduk 3.000-4.500 penduduk/km2

Berdasarkan luas wilayahnya, desa diklasifikasikan dalam 5 kelompok yaitu :

  1. Desa terkecil dengan luas wilayah 0 – 2 km2
  2. Desa kecil dengan luas wilayah 2 – 4 km2
  3. Desa sedang dengan luas wilayah 4 – 6 km2
  4. Desa besar dengan luas wilayah 6 – 8 km2
  5. Desa terbesar dengan luas wilayah 8 – 10 km2

Lanjutkan membaca “Klasifikasi Desa 02”

Klasifikasi Desa 01

Klasifikasi Desa Berdasarkan Potensi Wilayah

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Kita sering mendapati ada desa yang begitu maju dan berkembang pesat. Beraneka sarana-prasaran penunjang kehidupan layaknya di perkotaan terdapat di desa itu. Jalan yang beraspal baik dan halus, pasar yang aktif setiap hari, kantor atau tempat-tempat usaha yang banyak. Penduduk dengan tingkat pendidikan dan pendapatan yang tergolong tinggi juga banyak dijumpai di desa seperti ini.

Di satu kesempatan lain kita juga sering mendapati ada desa yang memiliki kondisi yang berkebalikan dengan desa di atas. Desa tersebut tidak pernah berkembang, gerak pembangunan tidak terlihat di desa tersebut. Sarana-sarana penunjang kehidupan cenderung sederhana atau bahkan tidak ada.

Kenapa ada desa yang berbeda-beda tingkat kemajuan yang dialaminya? Tentu ini tidak lepas dari potensi yang dimiliki oleh desa tersebut yang menjadi modal besar dalam meningkatkan kemajuah desa.

Baca Juga : Klasifikasi Desa Menurut Kepadatan Penduduk, Luas Lahan, Potensi Dominan dan Mata Pencaharian Dominan, Klasifikasi Desa Berdasarkan Tingkat Perkembangan Desa.

Potensi desa adalah sumber daya yang dimiliki desa yang dapat digunakan dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi yang dimiliki oleh suatu wilayah akan memengaruhi perkembangan wilayah tersebut.

Lanjutkan membaca “Klasifikasi Desa 01”

Ciri-ciri Desa

Karakteristik Yang Menjadi Ciri Khas Wilayah Perdesaan

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Wilayah perdesaan pada umumnya masih diasosiasikan sebagai daerah yang berlokasi di daerah pedalaman, jauh dari lingkungan perkotaan, dan memiliki keterikatan yang kuat terhadap kehidupan tradisional. Dalam masyarakat desa berlaku keteraturan kehidupan sosial yang mencakup kegiatan-kegiatan ekonomi, keagamaan, politik, dan hukum yang sesuai dengan lingkungan hidup setempat.

Dilihat dari karakteristik wilayahnya, kawasan perdesaan masih lebih bersifat alamiah, belum banyak tersentuh oleh teknologi modern dan perkembangan pembangunan. Selain sebagai lahan permukiman penduduk, sebagian wilayah desa terdiri atas lahan pertanian, perkebunan, atau tertutup oleh hutan alami, baik itu wilayah desa yang terletak di wilayah pantai, dataran rendah, maupun dataran tinggi. Adapun kota sebagian besar wilayahnya ter tutup oleh kawasan permukiman penduduk, gedung-gedung perkantoran, fasilitas sosial, kawasan industri, dan kawasan lainnya.

Kehidupan masyarakat perdesaan dicirikan oleh kegiatan yang pada umumnya bercorak agraris. Aktivitas kesehariannya masih didominasi oleh pengaruh lingkungan alam. Dengan kata lain, pengaruh lingkungan atau kondisi alam setempat masih sangat kuat mewarnai tatanan dan pola hidup penduduk desa. Hubungan antarwarga masyarakat desa sangat erat, saling mengenal, dan gotong royong. Penderitaan seseorang di perdesaan pada umumnya menjadi derita semua pihak. Menurut para ahli sosiologi, hubungan masyarakat semacam ini dikenal dengan istilah gemeinschaft (paguyuban)

Menurut Direktorat Jenderal Pembangunan Desa (DITJEN BANGDES), ciri-ciri desa antara lain sebagai berikut :

Lanjutkan membaca “Ciri-ciri Desa”

Unsur Desa

Unsur-unsur Desa Menurut R. Bintarto

Pola Keruangan Desa

= – = – =

Jika kalian pergi berkunjung ke sebuah desa, maka apa saja yang akan kalian amati tentang unsur-unsur yang memberikan ciri-ciri wilayah tersebut disebut dengan desa?
Pertama yang akan kalian amati pasti keadaan alamnya. Bagaimana kondisi bentuk permukaan buminya, apakah bergunung ,berbukit atau daerah rendah yang masih banyak pepohonan rindang yang membuat kita merasa segar saat berada di sana.

Lalu pengamatan akan beralih ke model-model bangunan atau rumah dan pekerjaan sehari-hari para penduduknya. Kalian akan mengamati bentuk-bentuk rumah di pedesaan seperti apa, lalu akan membandingkannya dengan rumah-rumah di kota. Pekerjaan atau kegiatan sehari-hari para penduduk desa juga kemudian akan turut kalian amati.
Nah, apakah hanya itu saja unsur-unsur desa? Mari kita baca lebih lanjut tentang unsur desa menurut tokoh Geografi dalam negeri berikut ini.

Desa menurut R. Bintarto adalah suatu hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dan lingkungannya.
Hasil perpaduan tersebut merupakan suatu perwujudan atau ketampakan geografis yang ditimbulkan oleh faktor-faktor alamiah maupun sosial, seperti fisiografis, sosial ekonomi, politik, dan budaya yang saling berinteraksi antar unsur tersebut dan juga dalam hubungan nya dengan daerah-daerah lain.

Selanjutnya, Bintarto mengemukakan bahwa minimal ada tiga unsur utama desa, antara lain sebagai berikut.

Lanjutkan membaca “Unsur Desa”