Pemanfaatan Aplikasi Quizizz Untuk Melaksanakan Penilaian Harian Online

Penilaian merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah, baik itu penilaian lisan ataupun tertulis, baik itu penilaian harian, formatif, tengah semester ataupun sumatif di akhir semester. Penilaian digunakan untuk mengukur seberapa besar persentase penguasaan siswa peserta didik terhadap suatu materi pelajaran.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, maka bentuk penilaian yang dilakukan pada saat ini tidak hanya berpatokan pada penilaian lisan yang dijawab oleh siswa dengan lisan atau penilaian tertulis yang dijawab oleh siswa dengan tulisan, ada juga bentuk soal berupa soal tertulis di layar komputer/gadget tetapi siswa tidak menjawab dengan menulis jawaban di kertas atau di layar. Cukup dengan menggerakkan mouse komputer dan klik maka siswa sudah menjawab soal.

Lanjutkan membaca “Pemanfaatan Aplikasi Quizizz Untuk Melaksanakan Penilaian Harian Online”

Pemanfaatan Aplikasi Kahoot Untuk Membuat Kuis Sederhana Pendukung Kegiatan Pembelajaran

Dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas, seorang guru akan penilaian sebagai bentuk evaluasi awal untuk mengukur seberapa besar daya serap peserta didik terhadap penguasaan materi yang telah disampaikan. Bentuk penilaian yang dilakukan dapat berupa test lisan atau tertulis, test performance atau bentuk test yang lain seperti kuis. Salah satu kuis yang dapat digunakan sebagai bentuk penilaian misalnya kuis interaktif menggunakan aplikasi online yaitu Kahoot!

Kahoot! adalah sebuah platform quiz/game/permainan online berbasis website yang dapat diakses dengan menggunakan aneka gadget baik PC maupun perangkat mobile seperti smartphone. Aplikasi Kahoot! ini merupakan aplikasi kuis interaktif yang akan menghadirkan  suasana yang seru dan menyenangkan bagi siswa dalam mengerjakan soal-soal kuis yang bersifat singkat.

Lanjutkan membaca “Pemanfaatan Aplikasi Kahoot Untuk Membuat Kuis Sederhana Pendukung Kegiatan Pembelajaran”

Membuat Komik Edukasi Geografi Dengan Aplikasi Comica

Beberapa waktu lalu saya memposting cerita bergambar (komik) karya siswa saya di blog ini. Karya siswa-siswi ini mengambil materi tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya angka kelahiran dan angka kematian. Pronatalitas sebagai faktor yang menyebabkan tingginya angka kelahiran, antinatalitas sebagai faktor yang menyebabkan rendah/terhambatnya angka kelahiran, promortalitas sebagai faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian dan antimortalitas sebagai faktor yang menyebabkan rendah/terhambatnya angka kematian di suatu wilayah.

Pada proses pembuatannya saya sepenuhnya memberikan kebebasan kepada siswa-siswi. Idea cerita, foto, background, model dialog sampai pada aplikasi untuk membuat komik murni dari kerja mereka. Berkaitan dengan aplikasi yang digunakan untuk membuat komik tersebut siswa-siswi membuat dengan berbagai aplikasi yang mereka kuasai dan mereka pandang mudah untuk mengerjakannya. Ada yang menggunakan powerpoint, word, photoshop dan corel bagi siswa-siswi yang di pc/laptop mereka. Sedangkan siswa-siswi yang menggunakan hp android, mereka menginstal aplikasi pembuat komik yang tersedia cukup banyak dan gratis di playstore.

Lanjutkan membaca “Membuat Komik Edukasi Geografi Dengan Aplikasi Comica”

Model Pembelajaran Cardsort Dengan Teknik Turnamen

CARDSORT TOURNAMENT

Model Pembelajaran Cardsort Dengan Teknik Tournament

Oleh : Andi Hidayat, S.Pd.

= – = – =

Mendapat jadwal tatap muka di kelas pada jam siang merupakan kondisi yang dirasa cukup menantang bagi guru, tak terkecuali dengan saya. Pada hari sabtu (satker saya masih menerapkan 6 hari kerja) saya mendapat jadwal mengajar di dua kelas XI pada jam ke 6-7 dan 8-9. Pada jam pelajaran tersebut energi siswa-siswi bisa jadi sudah pada tahap melewati puncak konsentrasi belajar, sehingga motivasi/minat belajar mulai menurun. Rasa jenuh, lelah, kekenyangan dan mengantuk merupakan pemandangan umum yang akan sering kita dapatkan pada siswa-siswi. Lantas bagaimana menghadapi kondisi siswa-siswi yang sudah dalam kondisi seperti ini?

Ada cukup banyak model pembelajaran yang bisa kita terapkan pada jam-jam darurat penurunan motivasi belajar seperti ini. Model pembelajaran yang tidak hanya bersifat student center tetapi juga diwarnai atau dipadukan dengan bumbu permainan  (games) di dalamnya. Tentu saja model pembelajaran apapun yang diterapkan oleh guru harus disesuaikan dengan karakteristik materinya.

Salah satu model pembelajaran yang saya terapkan pada jam-jam seperti ini adalah model pembelajaran Cardsort. Dalam materi Geografi kelas XI IPS semester 1 terdapat KD yang membahas tentang persebaran flora dan fauna. Pada subbab materi flora fauna terdapat bahasan khusus tentang persebaran fauna di dunia yang menurut saya cocok untuk disampaikan kepada siswa dengan menggunakan model pembelajaran Cardsort. Pertanyaannya adalah apa sih Cardsort itu?

Hartono dalam bukunya yang berjudul “PAIKEM Pembelajaran Aktif Inovatif kreatif Efektif dan Menyenangkan” terbitan Zanafa menuliskan bahwa model pembelajaran Cardsort adalah strategi dan metode belajar dengan cara memilah dan memilih kartu (card sort) dengan tujuan dari strategi ini adalah untuk mengungkapkan daya ingat (recall) terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari siswa. Cardsort merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep penggolongan, sifat, fakta tentang suatu  obyek, atau mengulang informasi. Gerakan fisik yang dilakukan siswa dapat membantu untuk memberi energi kepada kelas yang telah letih. Model pembelajaran ini mengajak siswa untuk belajar aktif dan bertujuan agar siswa mempunyai jiwa kemandirian dalam belajar serta menumbuhkan daya kreativitas. Model pembelajaran card sort atau menyortir kartu adalah model pembelajaran yang sangat sederhana yang terdiri dari kartu induk dan kartu rincian yang berisikan materi yang akan disampaikan pendidik kepada peserta didik.

Lanjutkan membaca “Model Pembelajaran Cardsort Dengan Teknik Turnamen”

Karya Siswa – Membuat Peta Timbul Dari Kertas Koran Bekas

Prinsip Reduce, Reuse dan Recycle sebisa mungkin tidak hanya saya pahamkan kepada siswa-siswi di tempat saya mengajar. Tetapi bagaimana prinsip yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan yang berkelanjutn tersebut bisa diterapkan secara langsung oleh mereka. Prinsip reduce bisa diterapkan misalnya mengurangi penggunaan air di toilet-toilet madrasah yang berlebihan atau saat menggunakan kran-kran di sekitar bangunan madrasah. Prinsip Reuse sendiri kami terapkan pada penggunaan ulang aneka kertas hvs folio atau kwarto. Sisi kertas yang masih putih belum digunakan untuk mencetak kita gunakan lagi untuk kegiatan belajar di kelas baik untuk permainan (kuis) atau untuk menjawab soal.

Prinsip Recycle atau Daur Ulang mungkin agak sulit diterapkan secara langsung oleh siswa, dalam arti mereka membuat suatu produk dengan mendaur ulang dari bahan-bahan tak terpakai melewati aneka proses produksi. Tetapi agar siswa dapat menerapkan secara sederhana maka ada satu kelompok siswa yang saya beri tugas untuk membuat peta timbul menggunakan kertas koran bekas.
Kelompok yang terdiri dari 4 siswi kelas XII IPS 1 ini membuat peta timbul wilayah Indonesia dan selama proses pembuatan peta timbul itu saya minta mereka untuk merekamnya.

Lanjutkan membaca “Karya Siswa – Membuat Peta Timbul Dari Kertas Koran Bekas”

Karya Siswa – Membuat Peta Timbul Dengan Aneka Biji-bijian Tanaman

Memasuki semester genap merupakan masa-masa krusial bagi siswa-siswa kelas XII. Semester genap kelas XII atau semester 6 adalah bulan-bulan dengan kegiatan pembelajaran yang bisa dikatakan padat dan waktu tatap muka di kelas yang sangat sedikit.  Awal bulan Januari siswa-siswi kelas XII mulai masuk kembali ke madrasah di semester genap dan pada minggu-minggu ke-2 atau ke-3 bulan Maret sudah akan menghadapi rangkaian ujian, dari Gladi Bersih UNBK, UAMBNBK, USBNBK, USBNKP hingga ke puncaknya yaitu UNBK pada awal April nanti. Dengan tugas tambahan saya sebagai teknisi Ujian Berbasis Komputer (UN, UAMBN, USBN) hingga ditunjuk sebagai Helpdesk UAMBNBK oleh Kanwil Kementerian Agama Propinsi DIY tentu membuat jumlah pertemuan saya di kelas dengan siswa-siswi semakin berkurang.

Lanjutkan membaca “Karya Siswa – Membuat Peta Timbul Dengan Aneka Biji-bijian Tanaman”