STUDI KRAKATAU

LAPORAN MONITORING ANAK KRAKATAU NASA

Budi Setiyarso

23 Nopember 2010

Anak Krakatau 

Anak Krakatau

Awan coklat tebal yang berisi abu, uap dan gas vulkanik sudah tampak keluar dari Anak Krakatau. Dalam sejarah geologi, Krakatau merupakan gunungapi yang pernah mengalami letusan sangat besar dan paling merusak di Indonesia. Sampai sekarang Krakataupun masih sering meletus pada bagian sisa-sisa letusan tahun 1883 yaitu pada bagian tengah yang disebut Anak Krakatau.

Lanjutkan membaca “STUDI KRAKATAU”

STUDI MERAPI 13

PETA RUPA BUMI INDONESIA WILAYAH MERAPI

Oleh : Budi Setiyarso

22 Nopember 2010

Logo BNPB

Logo BNPB

BNPB merilis Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) hasil kerjasama dengan Bakosurtanal dengan menambahkan informasi seputar kebencanaan Merapi 2010 seperti informasi :

– Zona ancaman Merapi tanggal 19 Nopember 2010 yaitu :

Area zona ancaman Sleman hingga arah Kali Boyong ke barat 10 Kilometer. Daerah tersebut meliputi dua desa di Kecamatan Turi (Girikerto dan Wonokerto). Arah Kali Boyong ke timur menjadi 15 kilometer. Zona ini berada di lima desa di Kecamatan Cangkringan Arogomulyo, Glagaharjo, Kepuharjo, Umbulharjo, Wukirsari). Area zona bahaya di Magelang menjadi 10 kilometer, Boyolali menjadi 5 kilometer dan Klaten menjadi 10 kilometer.

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 13”

STUDI MERAPI 12

TRACKING ABU VULKANIK MERAPI DENGAN SATELIT

Budi Setiyarso

19 Nopember 2010

Abu vulkanik 

Abu vulkanik

Setelah kejadian terakhir letusan yang dahsyat, Gunung Merapi telah memuntahkan awan abu vulkanik ke udara.

Data satelit sangat penting untuk menilai bahaya sekunder letusan untuk aktivitas lalu lintas udara dan keselamatan masyarakat umum sekitar Merapi. Sejumlah penerbangan internasional baik di dalam negeri dan keluar dari wilayah Indonesia banyak yang dibatalkan karena awan abu vulkanik tersebut.

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 12”

STUDI MERAPI 11

MELIHAT DAMPAK LETUSAN MERAPI DENGAN CITRA RADAR

Budi Setiyarso

18 Nopember 2010

Letusan Merapi 

Letusan Merapi

Setelah melihat dampak letusan Merapi dari citra ASTER, SPOT dan geoeye, kita masih dapat melihat tampilan dampak Merapi dengan citra radar dari LAPAN produksi Badan luar angkasa Jepang menggunakan satelit ALOS dengan sensor PALSAR. Sensor Phased Array type L-band Synthetic Aperture Radar (PALSAR) mempunyai keistimewaan dapat menembus awan, sehingga informasi permukaan bumi dapat diperoleh setiap saat, baik malam maupun siang hari. Resolusi untuk high resolusion mode dan ScanSAR masing-masing 10 meter dan 100 meter. Data PALSAR dapat digunakan untuk pembuatan DEM, Interferometry untuk mendapatkan informasi pergeseran tanah, kandungan biomass, monitoring kehutanan, pertanian, tumpahan minyak (oil spill), soil moisture, mineral, pencarian pesawat dan kapal yang hilang dll.

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 11”

STUDI MERAPI X

Koleksi Foto Merapi BNPB

Budi Setiyarso

17 Nopember 2010

Foto-foto letusan Merapi dari BNPB update tanggal 16 Nopember 2010 adalah sebagai berikut :

Citra SPOT

SPOT (Systeme Probatoire de I’Observation de la Terre) adalah proyek kerjasama Perancis, Swedia dan Belgia dibawah koordinasi CNES (Center National d’Etudes Spatiales) badan ruang angkas Perancis. SPOT pertama diluncurkan pada tanggal 23 Februari 1986 dari stasiun peluncuran Kourou, Guyana Prancis dengan membawa dua sensor identik disebut HRV (Haute Resolution Visibel/resolusi tinggi pada cahaya tampak).

tentang SPOT selengkapnya

Citra SPOT

Citra SPOT

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI X”

STUDI MERAPI IX

KALAU KRB DIREVISI

Budi Setiyarso

16 Nopember 2010

Peta Kawasan Merapi 

Peta Kawasan Merapi

Seperti diulas pada tulisan sebelumnya bahwa beberapa daerah di KRB II dan III tidak tersentuh dampak letusan Merapi, namun beberapa daerah yang tidak termasuk dalam KRB II dan III tersentuh dampak letusan. Yang menjadi pertanyaan adalah “Perlukah Peta KRB direvisi?”. Mengingat setting morfologi puncak Merapi telah terjadi dinamika.

Kawasan rawan bencana sebaiknya ditentukan oleh pertemuan dua sistem yaitu probabilitas dan events (peristiwa). Probabilitas merupakan mapping hazard berdasarkan kajian ilmiah dengan mempertimbangkan karakterisik medan melalui studi geologi, morfologi, vulkanologi dsb. Events merupakan mapping hazard berdasarkan rekaman peristiwa ilmiah maupun pengetahuan lokal masyarakat yang telah “niteni” kejadian letusan selama bertahun-tahun bahkan turun temurun melalui cerita lisan maupun tertulis.

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI IX”