Lubang-lubang besar di muka bumi akibat tanah yang ambles

Fenomena tanah ambles biasanya terjadi tiba-tiba, walaupun hanya dikenal di tempat-tempat tertentu yang rawan ambles, fenomena ini telah terjadi di seluruh dunia. Awalnya ditandai dengan bocornya pipa-pipa ledeng yang berkarat, itu menandakan tanah berpijak kita sedang ambles pertahan, dan suatu hari nanti wuuusss…! Bangunan-bangunan diatasnya akan tersedot kedalamnya dan jalan-jalan akan hancur. Tapi ada juga yang amblesnya bersifat alami bukan karena campur tangan manusia dan hasilnya sangat indah dan menakjubkan. Aneh tapi nyata, inilah beberapa fenomena tanah ambles terbesar di dunia.

Lanjutkan membaca “Lubang-lubang besar di muka bumi akibat tanah yang ambles”

STUDI MERAPI 23

PETA LAHAR DINGIN MERAPI

Oleh : Budi Setiyarso

Lahar Dingin 

Lahar Dingin

Meskipun Merapi sudah menhentikan aktivitas letusannya, namun masih ada bahaya susulan yang mengancam warga di sekitar lereng Merapi yang disebut bahaya sekunder. Bahaya ikutan letusan gunung api ini sifatnya satu paket dengan bahaya aktivitas gunungapi sebelumnya (bahaya primer).

Bila suatu gunung api meletus akan terjadi penumpukan material dalam berbagai ukuran di puncak dan lereng bagian atas. Pada saat musim hujan tiba, sebagian material tersebut akan terbawa oleh air hujan dan tercipta adonan lumpur turun ke lembah sebagai banjir bebatuan, banjir tersebut disebut lahar

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 23”

MENGENANG ENAM TAHUN TSUNAMI ACEH

Lokasi Gempa 2004 

Lokasi Gempa 2004

Sebuah gempa bumi besar telah terjadi pada hari Minggu, 26 Desember 2004 di Indonesia. Gempa dengan magnitude lebih dari 9,0 itu terjadi di pantai lepas barat Sumatera Utara seperti yang ditunjukkan pada peta di samping. Gempa ini merupakan gempa terbesar keempat di dunia sejak tahun 1900 dan terbesar sejak tahun 1964 yang terjadi di Prince William Sound, Alaska. Tsunami 2004 telah menyebabkan korban tertinggi dalam sejarah karena berdekatan dengan Kota Besar Banda Aceh. Lebih dari 150.000 orang tewas, lebih dari 25.000 orang hilang dan lebih dari 1.000.000 mengungsi di Asia Selatan dan Afrika Timur. Setidaknya 110.229 orang tewas di Indonesia, 30.922 orang di Sri Lanka, 10.749 di India, 5.303 di Thailand, 150 di Somalia, 81 di Maladewa, 68 di Malaysia, 59 di Myanmar, 10 di Tanzania, 3 di Seychelles, 2 di Bangladesh dan 1 di Kenya.

Lanjutkan membaca “MENGENANG ENAM TAHUN TSUNAMI ACEH”

STUDI MERAPI 22

PETA BAHAYA BANJIR LAHAR DINGIN MERAPI

Oleh : Budi Setiyarso

9 Desember 2010

Lahar Dingin

Lahar Dingin

Meskipun status Merapi sudah diturunkan menjadi level siaga sejak tanggal 3 Desember 2010 pukul 09.00 (lihat laporannya). Namun kondisi Merapi dapat dikatakan masih membahayakan terutama di kawasan lembah sungai mengingat banjir lahar dingin masih mengancam.

Lahar dingin atau sebenarnya lebih umum dikenal dengan nama lahar hujan merupakan endapan material lepas hasil erupsi gunungapi yang diendapkan pada puncak dan lereng kemudian terangkut oleh air hujan atau air permukaan. Aliran lahar ini berupa aliran lumpur yang sangat pekat sehingga dapat mengangkut material berbagai ukuran. Bongkahan batu besar berdiameter lebih dari 5 m dapat mengapung pada aliran lumpur ini. Lahar juga dapat merubah topografi sungai yang dilaluinya dan merusak infrastruktur.

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 22”

STUDI MERAPI 21

AKHIRNYA PETA KRB MERAPI DIREVISI

Oleh : Budi Setiyarso

9 Desember 2010

KRB Merapi

KRB Merapi

Perubahan tipe letusan, arah dan luas daerah dampak erupsi Merapi tahun 2010 memang menuntut untuk melakukan perubahan peta KRB sesuai kejadian erupsi terkini. Update informasi daerah bahaya yang biasa disebut KRB ini berfungsi untuk penyesuaian kondisi bahaya tiap daerah disesuaikan dengan potensi serangan terutama terkait dengan kondisi morfologi puncak dan lereng pasca vulkanisme.

Sebelum mengulas peta KRB lebih jauh, marilah kita mengenal batasan KRB Gunung Merapi sebagai berikut ini:

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 21”

STUDI MERAPI 20

MONITORING PASCA LETUSAN MERAPI

Budi Setiyarso

30 Nopember 2010

Pasca letusan Merapi

Pasca letusan Merapi

Kita harus bersyukur dengan perkembangan teknologi dan teknologi informasi sekarang ini. Setelah didengung-dengungkan ketakutan terjadinya Perang Dunia ke III yang dikhawatirkan akan terjadi perang nuklir dan perang via satelit. Sebelum kejadian itu terjadi (semoga tidak), namun kita dapat merasakan kecanggihan teknologi itu untuk kepentingan sipil khususnya edukasi seperti monitoring letusan Merapi. Penggunaan satelit untuk kepentingan damai ini banyak yang dapat kita nikmati secara free baik melalui download laporan nasional seperti BNPB, Bakosurtanal, BMKG, LAPAN dsb maupun laporan internasional seperti CRISP, USGS, NASA, NOAA dsb.

Lanjutkan membaca “STUDI MERAPI 20”