Perairan Laut 04

Sifat Fisik dan Sifat Kimia Air Laut

Hidrosfer

= – = – =

Laut merupakan tubuh air yang menempati sebagian besar permukaan bumi. Sebanyak 71% lautan menutup permukaan bumi, sedangkan 29% adalah daratan. Laut memiliki sifat kimia dan sifat fisik antara lain warna, suhu, kadar garam, tekanan dan densitas. Tidak semua lautan di bumi memiliki sifat-sifat penyusun yang sama. Ada laut yang memiliki warna berbeda dengan laut lain, suhu yang berbeda, tekanan yang berbeda, densitas air yang berbeda hingga kadar garamnya juga tidak sama. Lebih lanjut tentang sifat fisik dan kimian air laut ini mari kit bahas lebih lanjut.

Lanjutkan membaca “Perairan Laut 04”

Perairan Laut 03

Morfologi/Relief Dasar Laut

Hidrosfer

= – = – =

Permukaan bumi di bagian dasar laut bukanlah merupakan hamparan yang rata. Tetapi sama seperti permukaan bumi di daratan, dasar laut memperlihatkan bentukan-bentukan yang sangat bervariasi. Ada bagian-bagian dasar laut berupa cekungan atau basin, lereng-lereng curam, ngarai yang sangat dalam, maupun punggungan atau pegunungan. Bentukan relief dasar laut tersebut tersebar di empat wilayah utama, yaitu Continental Shelf, Continental Slope, Ocean Floor, dan The Deep.

Lanjutkan membaca “Perairan Laut 03”

Perairan Laut 02

Zona Laut Menurut Kedalamannya

Hidrosfer

= – = – =

Bentuk permukaan bumi di dasar laut memiliki kesamaan dengan bentuk permukaan bumi di daratan. Di dasar laut juga terdapat gunung, pegunungan, punggungan, lembah dan jurang-jurang. Jika diukur dari dasar laut malah gunung yang sangat tinggi dan melebih tinggi Himalaya yaitu Mauna Kea yang terdapat di kepulauan Hawai. Mount Everest sebagai puncak gunung tertinggi di dunia memiliki ketinggian 8.840 mdpl. Gunun Mauna Kea hanya setinggi 4.205 meter di atas permukaan laut tetapi jika dihitung dari dasar laut makan ketinggian totalnya adalah 10.210 meter.

Lanjutkan membaca “Perairan Laut 02”

Perairan Laut 01

Pengertian, Jenis dan Luas Perairan Laut di Bumi

Hidrosfer

= – = – =

Laut adalah sekumpulan air yang sangat luas di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan suatu daratan dengan daratan lainnya, baik itu daratan suatu pulau dengan pulau lainnya maupun daratan suatu benua dengan benua lainnya. Perairan laut yang sangat luas disebut samudera, sehingga dapat dikatakan bahwa laut merupakan bagian dari samudera. Ilmu yang mempelajari tentang laut dan kelautan adalah Oceanografi. Ilmu ini mengkaji mengenai keadaan fisik air laut, gerakan, kedalaman, kualitas air, proses pasang naik dan surut serta berbagai kajian lainnya.

Lanjutkan membaca “Perairan Laut 01”

Perairan Darat 12

Gletser : pengertian, jenis dan pemanfaatannya

Hidrosfer

= – = – =

Contoh perairan darat yang menjadi sumber air dalam bentuk padat adalah gletser. Gletser merupakan sebuah bongkahan atau endapan es yang besar dan tebal yang terbentuk di atas permukaan tanah. Bongkahan gletser terbentuk akibat akumulasi endapan salju atau es yang mengeras dan membatu. Proses membatu ini terjadi selama kurun waktu tertentu yang sangat lama. Saat ini, es abadi menutupi sekitar 10% daratan yang ada di bumi

Lanjutkan membaca “Perairan Darat 12”

Perairan Darat 11

Rawa : ciri-ciri, fungsi, jenis dan pemanfaatannya

Hidrosfer

= – = – =

Rawa (swamp/marsh) adalah tanah basah yang selalu digenangi air secara alami karena sistem drainase (pelepasan air) yang jelek atau letaknya lebih rendah dari daerah sekelilingnya. Rawa memiliki karakteristik ekosistem yang khusus dan biasanya terdapat di dekat sungai atau muara sungai yang besar. Rawa-rawa di Indonesia terdapat di sekitar muara-muara sungai yang besar dan rapat, seperti di Pulau Sumatra bagian timur, Kalimantan sebelah barat, selatan, dan bagian timur, serta Papua sebelah barat dan selatan.

Lanjutkan membaca “Perairan Darat 11”