Unsur Cuaca dan Iklim 04
Kelembaban Udara Dan Faktor Yang Mempengaruhinya
Atmosfer
= – = – =
Pada saat kita sedang melakukan aktifitas jalan-jalan pagi, kadang kita akan mendapati kulit kita terasa basah dan dingin saat bersinggungan dengan udara di sekitar kita. Begitu pula saat bernafas seolah-olah ada asap yang keluar dari hidung kita. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Apapula asap keluar dari hidung kita itu? Ya, jawaban yang sering kita dapatkan adalah bahwa yang keluar dari hidung kita bukanlah asap melainkan uap air dari udara yang kita hirup. Uap air? Betul sekali. Udara yang kita hirup pada pagi hari biasanya mengandung uap air sebagai bentuk dari suhu yang cenderung rendah pada pagi hari. Suhu rendah membuat uap air yang ada di udara menjadi banyak. Pada kondisi ini maka tingkat kelembaban udaranya menjadi tinggi. Lalu apa yang dimaksud dengan kelembaban udara itu?

Kelembapan udara adalah besar kecilnya kandungan uap air dalam udara. Kelembapan
dibedakan menjadi dua, yaitu :
- Kelembapan mutlak (absolut): jumlah uap air terkandung dalam unit volume udara, dinyatakan dengan gram uap air setiap m3 udara.
- Kelembapan nisbi (relatif): perbandingan jumlah air dalam udara dengan jumlah uap air maksimum yang dikandung udara dalam suhu yang sama (dinyatakan dalam %).
Alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara adalah Higrometer yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara dalam persen dan Psycrometer untuk mengukur kelembaban udara relatif. Pada psikrometer menggunakan dua buah termometer sebagai komponen utamanya. Termometer pertama merupakan termometer bola kering yang digunakan untuk mengukur suhu udara biasa, sedangkan termometer yang kedua merupakan termometer bola basah yang digunakan untuk mengukur suhu udara jenuh atau lembab.





